Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Aturan Media Sosial yang Harus Diketahui Setiap Pengusaha

5 Aturan Media Sosial yang Harus Diketahui Setiap Pengusaha


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 25, 2019

 
Media sosial, siapa sih yang tidak tahu tentang platform sosial yang satu ini? Saya yakin semua dari kita pasti sangat mengetahui media sosial dengan sangat baik. Di media sosial ini, semua orang memiliki kedudukan yang sama rata. Semuanya sama rata, antara pemimpin industri dan pebisnis pemula, antara eksekutif perusahaan multinasional dan pemilik usaha kecil, ini membuat semua pengguna media sosial seperti peserta yang sama rata, tidak ada perbedaan sama sekali. 
 
Ups! Tapi tunggu dulu. Ternyata memang benar bahwa penampilan sering sekali menipu kita. Meskipun di media sosial semuanya terlihat sama rata, namun sebenarnya ada perbedaan di antara mereka. Beberapa memiliki nilai yang lebih dari yang lainnya. 
 
Lalu, apa sih yang membuat perbedaan antara akun media sosial yang memiliki pengikut 500 dan media sosial dengan pengikut 500.000? Di media sosial semuanya bisa terjadi. Misalnya, pemilik bisnis kecil bisa saja memiliki jumlah pengikut sosial media yang lebih banyak daripada pengusaha industri besar loh. Bahkan, omset penjualan yang pemilik bisnis kecil ini dapatkan juga bisa lebih banyak dari yang lain. Mengapa begitu? Karena bisa jadi strategi pemasaran yang pemilik bisnis kecil ini punya jauh lebih hebat daripada pebisnis di media sosial lainnya. 
 
Nah, berikut ini adalah 5 aturan media sosial yang perlu diketahui oleh setiap pengusaha yang melakukan strategi pemasaran di media sosial. Yuk, kita lihat penjelasan berikut ini. 

1. Menghasilkan Konten yang Berkualitas.
Apabila kita ingin melakukan pemasaran melalui media sosial, terus terang ini akan sedikit sulit. Mudah dalam prosedurnya, namun sulit untuk mendapatkan perhatian dari para pengguna media sosial. Mengapa begitu? Hal ini dikarenakan sudah banyak sekali orang yang memasarkan produknya di media sosial, sehingga kita harus berlomba-lomba dengan mereka untuk mendapatkan perhatian dari para pengguna media sosial. 
 
Solusinya, kita perlu membuat konten-konten yang berkualitas. Usahakan semaksimal mungkin bahwa konten yang kita buat benar-benar menunjukkan kualitas dan khas dari produk dan layanan yang kita berikan. 
 
Hindari membuat konten yang sama seperti para pendahulu yang sudah mendapatkan perhatian banyak dari para pengguna media sosial. Bisnis itu seperti roda, kadang di atas, kadang di bawah. Kita tidak pernah tahu bahwa perbedaan yang kita lakukan ternyata akan membawa kita kepada puncak kesuksesan dan menggeser posisi kompetitor lainnya. Segalanya bisa terjadi, bukan? 
 
Jadi, kita perlu membuat konten yang berbeda dari yang lain, namun menarik dan signifikan.
 
2. Terbuka dan Menarik.
Aturan media sosial kedua yang perlu kita ketahui sebagai pengusaha adalah bersikap terbuka dan lihai dalam membuat pengguna media sosial tertarik dengan produk kita. Bersikap terbuka (transparan) kepada pengikut media sosial kita adalah hal yang sangat mereka dambakan. Tidak ada pelanggan atau calon pelanggan yang suka dengan usaha yang tertutup atau penipu. 
 
Misalnya, suatu ketika merek kosmetik A melakukan promosi beli 2 gratis 1 lipstik, dan mereka mengumumkannya di media sosial. Tapi, ternyata promosi yang mereka lakukan tidak benar, atau syarat dan ketentuannya kurang dijelaskan kepada para konsumen, sehingga terjadi kesalahpahaman antara penjual dan calon pembeli. 
 
Apa akibatnya? Calon pembeli akan merasa kesal dan merasa ditipu oleh penjual. Bukan hanya tidak transparan (terbuka), namun mereka tidak akan tertarik lagi dengan strategi pemasaran yang dilakukan seperti itu. 
 
Jadi, kita perlu menarik perhatian para konsumen di media sosial dengan terbuka dan jujur.
 
3. Fokus pada Titik Tertentu.
Di media sosial, kita bisa menjadi penjual berbagai produk dan layanan dari A-Z. Ibaratnya “apa lu mau, gue ada”.  Ini bagus, bahkan sudah sangat banyak produsen yang menjual produk dan layanan mereka yang beraneka macam di media sosial. 
 
Tujuannya adalah membuat para konsumen untuk selalu datang kepada mereka, karena mereka memiliki segala hal yang dicari oleh para konsumen. Namun, ternyata ini malah semakin mempertajam persaingan antara kita dengan kompetitor lain. Solusinya, kami menyarankan rekan-rekan Career Advice untuk menerapkan aturan media sosial yang ketiga yaitu, fokus pada titik tertentu. Sama halnya seperti saat kita memanah, fokus pada satu titik akan membuat kita berhasil dalam memanah target yang diinginkan.  
 
Dalam hal ini, kami menyarankan rekan-rekan pembaca untuk fokus pada satu bidang atau satu produk yang benar-benar ingin dikembangkan dan jadilah ahli pada produk tersebut. Ketika konsumen ingin mencari suatu produk yang berkaitan dengan bidang produk yang Anda miliki, dengan mudah mereka akan memilih produk yang rekan pembaca punya. Mengapa? Karena mereka tahu produk Anda adalah yang terbaik dari yang lain. 

4. Gunakan Media Sosial untuk Membangun Bisnis dan Memperluas Jaringan. 
Mungkin bagi seorang pengusaha media sosial adalah platform sosial yang sering mengganggu waktu kerja mereka, bahkan bisa menurunkan tingkat produktivitas mereka. Eits! Ternyata ini adalah pikiran yang keliru loh. Dewasa ini, media sosial adalah platform yang bisa membawa kita kepada kesuksesan. 
 
Betapa banyak pengusaha kecil yang menjajakan produk mereka di media sosial, sekarang sudah menjadi pengusaha besar dengan omset bermilyaran rupiah. Sebagai seorang pengusaha, kita perlu meyakini diri bahwa media sosial adalah platform yang sangat tepat untuk mengembangkan bisnis kita. 
 
Ups! tidak hanya itu, media sosial juga bisa membantu kita untuk memperluas jaringan atau koneksi. Sehingga, kita juga bisa mendapatkan mitra-mitra bisnis lainnya melalui media sosial. Menarik ya! Dengan media sosial, semua terasa menjadi semakin mudah. 

5. Satukan Budaya Unik di Setiap Media Sosial.
Hebatnya lagi, setiap media sosial pasti memiliki budaya unik yang menjadi tren tersendiri. Misalnya, twitter memiliki khas unik dengan tagarnya (hashtag), Instagram dan Facebook memiliki budaya unik dengan Live nya, dan lain sebagainya. Nah sebagai seorang pengusaha, kita perlu memahami budaya unik dari setiap media sosial ini, dan memadukannya dengan sangat baik untuk mempromosikan produk dan layanan kita. Sebagai contoh, rekan pembaca menjual produk kecantikan dengan nama merek “Cantik Indonesia”, rekan pembaca bisa menggunakan hashtag yang menarik seperti #CantikIndonesiaPromo atau #CantikIndonesiaHits, dan lain sebagainya. Buatlah tagar yang memang dapat menarik perhatian pengikut media sosial kita, sehingga mereka tertarik untuk membeli produk kita. 
 
Itulah 5 aturan media sosial yang perlu kita diketahui oleh setiap pengusaha yang ingin memasarkan produk dan layanan mereka di media sosial. Bagaimana rekan-rekan Career Advice, apakah Anda sudah siap untuk mempromosikan produk dan layanan di media sosial? Yuk, kita lakukan persiapannya dari sekarang. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice. 
Featured Career Advices
5 Cara Meningkatkan Harga Diri

5 Cara Meningkatkan Harga Diri

Kebahagiaan adalah Kunci Kesuksesan

Kebahagiaan adalah Kunci Kesuksesan

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal