Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 10 Cara Mengembangkan Usaha melalui Persaingan Bisnis

10 Cara Mengembangkan Usaha melalui Persaingan Bisnis


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 15, 2019

 
Tidak akan ada pengusaha yang sukses tanpa melalui persaingan bisnis. Persaingan di dalam bisnis menuntut para pengusaha, pemimpin perusahaan, serta semua orang yang terlibat di dalamnya untuk berpikir keras dalam memajukan usaha mereka agar bisa bertahan dan menang. Dalam kata lain, seorang pengusaha sukses akan berkembang di bawah tekanan yang kompetitif. Inilah alasan mengapa kita tidak perlu memandang persaingan sebagai sebuah hambatan atau masalah yang besar, namun ini merupakan sebuah peluang emas yang tidak bisa dimiliki oleh semua orang. 
 
Mengapa tidak bisa dimiliki semua orang? Karena tidak semua orang mau bergabung dengan persaingan bisnis yang baik. Kebanyakan dari kita masih takut untuk menghadapi persaingan bisnis. Seperti yang saya katakan tadi, bagi mereka persaingan sama dengan batu halangan yang besar.  Maka dari itu, apabila kita ingin menjadi seorang pengusaha yang sukses, memiliki modal uang dan kepintaran saja tidak akan cukup, namun kita perlu modal nekat juga. 
 
Sebenarnya, pertarungan dan persaingan terbesar yang ada terletak pada diri kita sendiri. Kenyataan yang sering terjadi adalah kebanyakan startup tidak kalah dalam kompetisi, namun mereka kehilangan keinginan dalam bersaing di dunia bisnis. Entah karena mereka tidak yakin terhadap kapasitas mereka, atau karena faktor lainnya. 
 
Persaingan bisnis yang sehat akan selalu mendorong kita untuk dapat bekerja lebih cepat, lebih cerdas dan lebih tepat dengan menggunakan semua sumber daya dan kemampuan yang kita miliki. Nah agar kita berhasil melalui persaingan yang sehat ini, kita perlu mengasah bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh semua anggota tim kita, sehingga usaha kita dapat berkembang, berkembang dan terus berkembang. Yuk, kita simak 10 cara hebat dalam mengembangkan usaha melalui persaingan bisnis berikut ini. 
 
1. Jangan Cepat Merasa Puas 
Ini merupakan langkah utama sekaligus hal utama yang perlu kita hindari di dalam persaingan bisnis. Mungkin kita sudah berhasil meraih sebuah pencapaian. Namun, roda kehidupan selalu berputar, sehingga kita harus selalu menjaga pencapaian yang sudah diraih sebelumnya dengan tidak cepat merasa puas dan tidak merasa sombong. 
 
2. Membangun Pengaruh Merek
Memiliki banyak kompetitor memang hal yang lumrah, namun percayalah bahwa kita bisa mengungguli para pesaing, jika kita benar-benar bersemangat untuk melakukannya. Cara kedua yang perlu kita lakukan untuk bertahan di dalam persaingan bisnis adalah membangun pengaruh merek dari produk atau jasa yang kita tawarkan kepada para calon konsumen. Pengaruh merek yang lebih menonjol, tentunya akan menarik perhatian yang lebih dari para pembeli. Jadikan target di dalam bisnis kita untuk menjadi merek yang lebih menonjol dari produk-produk lainnya. Hal ini bisa dicapai dengan meningkatkan kualitas produk, menggunakan tagline yang mudah diingat, dan lain sebagainya. 
 
3. Mengembangkan Kesadaran Diri
Di dalam persaingan bisnis, para pesaing akan mendorong kita untuk memiliki kesadaran diri. Apa maksudnya? Ini berarti kita harus mengetahui kelebihan dan kekurangan yang produk kita miliki. Tidak ada yang lebih tahu secara rinci tentang produk kita, selain diri kita dan tim. Kita lah orang-orang yang selalu berkecimpung di dalam setiap urusan yang berkaitan dengan usaha kita. Kita perlu menggunakan kekuatan dan kelebihan kita untuk membuat produk kita jauh lebih unik dari para kompetitor. Dan, apabila kita sudah menemukan titik lemah kita, jangan lupa berusaha untuk menemukan cara agar kelemahan-kelemahan tersebut dapat diatasi. 
 
4. Mendorong Diferensiasi
Jangan lengah dan jangan pernah berhenti untuk terus berinovasi dan membuat perbedaan yang baik dengan produk-produk yang dimiliki para pesaing. Secara konsisten, para pesaing akan selalu menawarkan pelayanan pelanggan yang terbaik, kualitas produk yang meningkat dan strategi pemasaran yang inovatif. Para pembeli juga akan semakin pintar dan teliti dalam memilih produk yang akan mereka beli, sehingga mereka akan menuntut solusi terbaik untuk setiap kebutuhan spesifik mereka. 
 
5. Membentuk Kemitraan yang Kuat
Memiliki kemitraan yang baik dengan perusahaan-perusahaan bonafit lainnya, akan membantu kita bersaing lebih baik di dalam persaingan bisnis. Jika kita perhatikan, perusahaan-perusahaan besar dan sukses pasti memiliki banyak mitra di dalamnya, sehingga ketahanan mereka jauh lebih kuat dari para kompetitor mereka. 
 
6. Memanfaatkan Tren Industri
Permintaan konsumen yang semakin meningkat akan menciptakan persaingan bisnis yang semakin ketat. Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa tetap bertahan bahkan melambung semakin tinggi di dalam persaingan bisnis? Jawabannya adalah memanfaatkan tren industri. Permintaan yang tinggi adalah peluang emas bagi kita untuk mempromosikan tren baru di tengah-tengah masyarakat. Dengan begitu, mereka akan lebih tertarik dengan produk-produk yang kita tawarkan. 
 
7. Belajar dari Para Kompetitor 
Bersaing bukan berarti menganggap diri kita selalu lebih baik daripada para kompetitor lainnya. Bisa saja produk mereka memang lebih unggul dari produk-produk yang kita tawarkan kepada konsumen, sehingga kita perlu belajar banyak dari para kompetitor. Coba perhatikan dengan cermat dan teliti, kira-kira pengetahuan, sumber daya atau keunikan apa yang mereka miliki, yang mungkin berbeda dari yang kita punya. Kita juga bisa mempelajari bagaimana cara mereka mengelola dan menumbuhkan produk mereka agar menjadi semakin baik dari sebelumnya. Kita bisa belajar dari apa saja, dimana saja dan kapan saja, tidak terkecuali dengan para kompetitor kita. 
 
8. Membuat Target Pasar secara Spesifik 
Akan selalu ada produk kompetitor yang jauh lebih hebat dan lebih unggul daripada produk yang kita miliki. Itu adalah hal yang wajar, terlebih lagi konsumen pasti cenderung memilih produk yang terbaik dari yang produk-produk lainnya. Supaya kita bisa bertahan di dalam persaingan bisnis, kita perlu mengerucutkan target pasar secara spesifik. Hal ini bertujuan agar kita dapat memiliki lingkup bisnis kita tersendiri, yang tidak dapat tersentuh oleh para kompetitor.  
 
9. Memiliki Rencana Jangka Panjang
Tanpa adanya kompetitor di dunia bisnis, maka bisnis kita akan berjalan datar tanpa ada kemajuan atau inovasi apapun. Kalaupun ada inovasi, mungkin hanya sedikit karena kita merasa posisi kita ada di titik yang aman. Namun, setelah kompetitor lainnya bergabung di dalam persaingan bisnis, maka kita akan tertantang untuk melakukan inovasi. Dalam hal ini, kita perlu memiliki rencana jangka panjang, bahkan jauh sebelum para pesaing datang. Dengan rencana jangka panjang yang matang, maka kita tidak akan pernah merasa kewalahan saat para kompetitor masuk di dunia pemasaran. 
 
10. Memprioritaskan Kebutuhan Pelanggan
Pelanggan adalah raja. Tanpa kehadiran pelanggan, bisnis kita tidak akan pernah terbentuk. Bisnis kita hadir karena ingin menyelesaikan permasalahan mereka. Jadi, subjek terpenting di dalam dunia bisnis adalah para pelanggan, pembeli, konsumen atau istilah apapun kita menyebutnya. Prioritaskanlah kebutuhan mereka dan bisnis kita akan terus bersaing dengan baik di dunia bisnis. 
 
Nah, dari 10 cara-cara di atas, apakah rekan-rekan Career Advice sudah semakin bersemangat untuk mengembangkan usaha yang dimiliki melalui persaingan bisnis yang ada? Saya harap rekan-rekan Career Advice bisa meraih kesuksesan pada setiap bisnis yang dijalani. Tetap semangat, ya.
Featured Career Advices
5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang