Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Hindari 4 Strategi Pemasaran Digital yang Rumit Ini

Hindari 4 Strategi Pemasaran Digital yang Rumit Ini


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
Beberapa kali saya tersenyum dan cengengesan saat melihat laptop atau ponsel, beberapa pemasaran digital di zaman sekarang benar-benar membuat saya sebagai konsumen menjadi tertawa dengan konten-konten yang mereka buat di setiap iklan digitalnya. Mulai dari kata-kata yang gaul sampai kalimat formal yang terlihat sangat profesional, sehingga setiap mata yang membacanya menjadi merinding, mengangguk setuju dan tertarik untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan. 
 
Apakah pembaca Career Advice juga merasakan hal yang sama seperti saya? Jika “ya”, ini menandakan bahwa pemasaran digital zaman sekarang benar-benar hebat karena telah mencuri hati para konsumennya. Namun, ternyata ada beberapa strategi pemasaran digital yang malah membuat segala hal menjadi rumit loh. Banyak bisnis kecil maupun besar, yang tanpa mereka sadari membuat strategi pemasaran digital yang lebih rumit dari yang seharusnya. Berjuta-juta uang telah dikeluarkan, segala upaya, waktu dan peluh keringat telah diberikan, namun hasil bisnisnya masih nihil. 
 
Nah, artikel ini cocok untuk para pembaca yang memiliki usaha dan bertujuan untuk mempromosikan produknya melalui pemasaran digital, namun tidak di rumitkan dengan strategi pemasaran yang salah. 

1. Menghabiskan Banyak Waktu untuk Brainstorming 

Pemasaran yang baik berawal dari postingan iklan atau blog yang dapat menarik perhatian dari para konsumen. Apakah pembaca Career Advice setuju? Yap! ini adalah pendapat yang benar. Sayangnya, karena otak kita didominasi dengan pikiran untuk menjadikan setiap postingan haruslah menarik dan bagus, tidak jarang ini memakan banyak waktu untuk brainstorming ide-ide cemerlang yang kita perlukan dalam pemasaran digital. 
 
Terus apa dong solusinya? Coba pembaca ambil kalendernya dan buat jadwal yang pasti. Misalnya, buat perencanaan posting iklan setiap seminggu atau dua minggu sekali. Bahkan, akan lebih baik jika sebulan sekali. Nah, pada satu bulan sekali ini, kita bisa mengumpulkan ide-ide yang banyak tanpa tergesa-gesa dengan waktu yang ada. Sampai waktu posting telah tiba, kita bukan hanya menampilkan satu iklan atau postingan saja, tapi ada lebih dari satu dengan kualitas yang baik. 
 
Pemasaran digital yang cepat memang baik. Bisnis memang memerlukan kecepatan, karena kalau tidak kompetitor akan mengambil celah dalam hal ini. Tapi, untuk apa cepat tapi tidak berkualitas? 
 
Inilah sebabnya strategi pemasaran digital kita terlihat seperti rumit, padahal sebenarnya sangat sederhana dan mudah.
 

2. Membuka Tiga Media Sosial atau Lebih untuk Memasarkan Produk

Saya mau tanya sedikit, ada berapa media sosial yang pembaca Career Advice miliki? Satu, dua, tiga atau bahkan lebih dari itu? Tidak dapat dielakkan, dengan kehadiran media sosial di era digital ini mengizinkan kita untuk memiliki lebih dari satu akun media sosial. Kita punya Facebook, Twitter, Instagram. Pinterest, LinkedIn dan lain sebagainya. 
 
Dengan berbagai media sosial ini, kita mencoba untuk memasarkan produk atau jasa kita melalui pemasaran digital. Akhirnya setiap kita ingin mengunggah sesuatu, kita mencoba untuk membuka semua akun media sosial sekaligus secara bersamaan. Hasilnya? pusing. Ya, kita akan merasa pusing dengan susunan kata-kata tersebut, bahkan kita sedang tidak menggunakan waktu dengan efektif. 
 
Kira-kira apa ya solusinya? Tenang, kita bisa menggunakan beberapa alat manajemen media sosial seperti Buffer dan Hootsuite yang memungkinkan kita mengunggah secara bersamaan di berbagai media sosial yang kita miliki. Mudah bukan? 
 
Dengan begitu, kita tidak akan kewalahan untuk memposting iklan yang kita miliki dengan membuka satu per satu media sosial.  
 

3. Memaksa Diri untuk Membuat Konten Setiap Hari

Seperti yang sudah kita bahas di pembukaan artikel ini, bahwa konten yang asli dan menarik adalah kunci kesuksesan pemasaran digital. Era digital menuntut kita untuk memiliki ide-ide yang kreatif dan cemerlang agar menghasilkan postingan iklan yang benar-benar masuk ke dalam kehidupan para konsumen. 
 
Namun, kreativitas tidak bisa dipaksakan untuk ada setiap hari dan setiap saat. Para pekerja seni pun perlu beberapa waktu untuk berpikir tentang tema apa yang akan mereka lukis di atas kanvas. Begitu juga dengan kita yang menggunakan digital untuk memasarkan produk dan jasa. Kita tidak perlu memaksakan atau merumitkan tim konten untuk menghasilkan sebuah konten setiap harinya. Target itu memang perlu, tapi sekali lagi jangan lupakan kualitas. Konsumen juga akan lebih menghargai konten yang menarik, relevan dan berkualitas tinggi bagi mereka. Bukan konten yang asal-asalan dan penuh dengan omong kosong. Hmm, dijamin ini tidak akan menarik perhatian mereka. 
 

4. Cepat Tergoda dengan Strategi Baru, Tanpa Berpikir Panjang

Era digital menawarkan perubahan yang sangat cepat. Kita dituntut untuk bergerak cepat karena perubahan terus terjadi pada kehidupan kita, dan pastinya kita harus siap menghadapinya. Kecepatan pada perubahan ini menghasilkan banyaknya strategi baru, platform serta tren baru yang diikuti oleh banyak orang. 
 
Namun, seringkali kita malah merumitkan pemasaran digital yang kita gunakan dengan begitu mudah beralih ke platform baru, strategi baru, dan bahkan tren baru tanpa meluangkan cukup waktu untuk mengevaluasi dan berpikir secara matang tentang “apakah hal-hal baru tersebut tepat untuk produk yang kita miliki, atau tidak?” Rasa takut akan tertinggal membuat kita mengambil keputusan dengan begitu cepat tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya. 
 
Yap, itu dia empat strategi bahwa kita sebenarnya sedang membuat strategi pemasaran digital menjadi terlihat dan terasa rumit. Jika rekan-rekan Career Advice memiliki produk atau jasa yang ingin dipromosikan melalui digital, segera jauhi empat indikasi di atas ya. Masih ada banyak hal yang perlu kita pikirkan dalam pemasaran digital, jadi jangan susahkan diri kita dengan hal-hal yang sebenarnya dapat kita bungkus secara mudah dan sederhana. Selamat mencoba rekan-rekan Career Advice.