Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Strategi Pengambilan Keputusan Emosional dalam Pemasaran

4 Strategi Pengambilan Keputusan Emosional dalam Pemasaran


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 30, 2019

 
Dalam memasarkan produk atau layanan kepada pelanggan, kita bukan hanya dituntut untuk memiliki produk yang berkualitas tinggi dan iklan yang menarik, namun sebagai penjual kita juga perlu memilih emosional yang tepat. 
 
Pada setiap iklan produk yang ditayangkan, akan ada ‘dorongan khusus’ yang disampaikan oleh iklan tersebut, yang membuat penonton, pelanggan, atau publik merasa ingin membeli produk kita, dan dorongan rasa itu sering disebut sebagai emosional. 
 
Sebagian orang berpendapat bahwa rasional jauh lebih penting daripada emosional. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang lebih mengandalkan emosi daripada informasi untuk membuat keputusan dalam setiap pembelian produk. Mengapa begitu? 
 
Setiap manusia pada dasarnya bersifat emosional, yang berarti setiap keputusan dan tindakan yang kita lakukan seperti, makan, membeli, minum, atau apapun, semuanya dipengaruhi oleh apa yang kita rasakan pada saat itu. 
 
Sebagai contoh, setiap dari kita pasti memiliki barang kesukaan. Katakanlah, kita punya sepatu favorit yang selalu digunakan setiap hari, padahal kita memiliki beberapa pasang sepatu lainnya. Secara logika, semua sepatu memiliki struktur yang sama, tapi mengapa hanya satu pasang sepatu yang menjadi kesukaan kita? Jawabannya, karena emosi kita memilih sepatu tersebut dari beberapa pasang sepatu lainnya. 
 
Nah, sekarang jelas kan bahwa ada keterkaitan khusus antara emosional dengan pemasaran produk kepada pelanggan?  Apabila rekan-rekan Career Advice adalah seorang pemasar atau marketing, maka penting bagi Anda untuk fokus dalam emosi yang disalurkan kepada para pelanggan. Memang sih, penting bagi kita untuk mengedukasi para pelanggan tentang informasi produk dan layanan yang kita tawarkan, namun yang lebih penting adalah membuat para pelanggan merasakan apa yang kita coba untuk sampaikan. 
 
Jadi, jika rekan-rekan Career Advice benar-benar serius untuk membuat iklan-iklan produk dan layanan, inilah saatnya untuk mempertimbangkan trik pengambilan keputusan secara emosional yang dilakukan para pelanggan dalam membeli produk-produk yang kita tawarkan.  

Bagaimana emosional bermain di otak kita?
Menurut seorang profesor dalam ilmu saraf di University of Southern California, yang bernama Antonio Damasio, beliau mengatakan bahwa “Pada dasarnya setiap manusia memerlukan emosi agar dapat membuat sebuah pilihan dalam hidupnya” Melalui emosi, manusia dapat menghubungkan pengalaman mereka dan produk yang mereka pilih, dengan perasaan dan ingatan mereka. 
 
Sebagai contoh, untuk pertama kalinya rekan pembaca makan bakso di sebuah restoran dekat rumah. Namun, setelah beberapa jam, rekan pembaca merasa sakit perut. Karena sakit perut ini, akhirnya rekan pembaca menarik kesimpulan bahwa restoran tersebut tidak terlalu bersih atau jorok. Meskipun itu adalah pengalaman pertama bagi rekan pembaca makan bakso, namun ingatan itu akan selalu terkenang dalam jangka panjang. 
 
Apabila kita melihat lebih jauh pada bagian ilmiah pemasaran, Psychology Today menguraikan beberapa area inti dimana emosi dapat berinteraksi untuk mendukung pilihan manusia, yaitu sebagai berikut: 
- Emosi positif: ini adalah emosi yang dapat berupa kebahagiaan, kegembiraan atau kepuasan. Emosi seperti ini dapat membangun loyalitas pelanggan kepada produk kita. 
- Kepopularitasan: secara otomatis, pelanggan akan lebih tertarik kepada merek produk yang populer di kalangan masyarakat. Sebuah iklan yang dapat memberikan dampak positif dan menarik perhatian banyak orang, akan lebih dipilih oleh para pelanggan. 
- Pencitraan neuro: ini menunjukkan bahwa pelanggan akan lebih menggunakan otak emosional mereka daripada otak logis untuk mengevaluasi sebuah merek.
 
Ada banyak orang yang berpikir bahwa mereka tidak menyukai sebuah iklan dari merek produk, namun produk tersebut memiliki informasi yang menarik. Di sisi lain, kita akan tertarik dengan sebuah merek produk karena produk tersebut menawarkan iklan yang lucu, menyentuh, pintar dan menarik. 
 
Jadi, emosi mana yang benar-benar harus diperhatikan?
Menurut Institute of Neuroscience, emosi yang sering digunakan oleh manusia untuk membuat keputusan dalam setiap pembelian yang mereka lakukan adalah menggunakan konstruksi dan interaksi sosial. Emosi-emosi tersebut adalah: 
- Kebahagiaan
- Kesedihan
- Kejutan atau ketakutan
- Amarah atau rasa jijik
 
Mungkin kita akan berpikir bahwa emosi ‘kebahagiaan’ memang sangat penting untuk mengikat hati para pelanggan, namun apakah ketiga emosi lainnya juga penting? Yap! tentu saja penting dong, karena perasaan negatif juga bisa memberikan dampak yang hebat seperti perasaan positif. Sehingga, keempat emosi tersebut harus benar-benar diperhatikan saat kita membuat sebuah iklan untuk pemasaran produk. Nah, keempat emosi tersebut dapat diuraikan ke dalam 4 strategi pemasaran di bawah ini. 

Berikut ini adalah 4 strategi pengambilan keputusan emosional dalam pemasaran yang bisa kita terapkan kepada pelanggan:
1. Membuat Pelanggan Senang. 
Cara yang pertama adalah membuat iklan yang memiliki pesan bahagia, dan dapat membuat para pelanggan bahagia mendengar dan melihatnya. Selain itu, studi menunjukkan bahwa artikel dan iklan yang memberikan emosional kebahagiaan akan menghasilkan emosi positif, sehingga akan lebih sering dibagikan oleh para pelanggan daripada iklan atau artikel yang negatif. 

2. Menggunakan Emosi Kesedihan yang Menginspirasi.
Cara kedua, kita juga bisa membungkus iklan pemasaran yang kita berikan dengan alur cerita sedih yang menginspirasi. Ini akan lebih mudah untuk menarik empati dari para pelanggan, sehingga mereka akan lebih tertarik dengan iklan pemasaran kita, dan mengambil keputusan untuk memilih produk kita. 

3. Menggunakan Emosi Ketakutan dan Kejutan. 
Dalam setiap aspek kehidupan, ketakutan adalah motivator yang paling kuat. Sebagai contoh, kita bekerja karena kita takut tidak bisa menghidupi diri kita, kita belajar karena kita takut tidak bisa mengerjakan soal ujian, dan lain sebagainya. Dalam dunia pemasaran, kita akan sering menemukan iklan-iklan yang berbasis ketakutan dan kejutan dalam pengumuman layanan publik seperti, mengemudi dalam keadaan mabuk, merokok, hingga pemanasan global. Pelanggan akan merasa terkejut dengan dampak negatif yang dihasilkan dari hal-hal tersebut. Inilah mengapa penting untuk kita menggunakan emosi ketakutan dan kejutan di dalam pemasaran yang dilakukan untuk mempengaruhi keputusan para pelanggan. 

4. Menggunakan Emosi Kemarahan dan Rasa Jijik. 
Emosi kemarahan dan rasa jijik memang selalu berkaitan dengan hal yang negatif, namun ini bisa menjadi tolak ukur kita untuk bersemangat memberikan sesuatu yang lebih kepada para pelanggan. 
 
Intinya, sentuhan emosional kepada para pelanggan itu sangatlah penting agar kita bisa mempengaruhi mereka dalam pengambilan keputusan. Dengan kata lain, sebagai penjual (produsen) yang memasarkan produk-produk kita, kita bukan hanya perlu menyentuh logika pelanggan, namun juga emosional mereka. Yuk, kita sentuh hati para pelanggan dengan ide-ide kreatif kita. Semangat terus ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri