Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Cara Meraih Kesuksesan Di Bidang Penjualan

4 Cara Meraih Kesuksesan Di Bidang Penjualan


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 16, 2019

 
Pada artikel kali ini, saya akan menceritakan tentang sebuah cerita nyata dari sahabat saya yang merupakan seorang yang introvert. Meskipun dia adalah seorang yang tidak suka bergaul dan bertemu dengan orang banyak (introvert), dia adalah seorang CEO dan pendiri sebuah perusahaan di bidang penjualan. Mungkin Anda akan bertanya-tanya, bagaimana bisa?
 
Terlebih lagi seorang yang terjun di bidang penjualan memang harus bertemu dengan orang banyak sebagai calon pelanggan mereka. Jika tidak, siapa yang akan membeli produk atau jasa yang mereka tawarkan? Sebagai seorang sahabat, dia sering bercerita banyak hal kepada saya, terutama cerita perjalanan kariernya sampai menjadi CEO. Dia bilang bahwa dia adalah seorang yang tidak suka bertemu orang banyak, bahkan dia merasa terlalu malu untuk meminta seseorang untuk duduk dengannya. Sampai akhirnya dia merasa ada sesuatu yang salah dengannya dan dia memutuskan untuk mengikuti beberapa konferensi dan seminar tentang penjualan. Selama kegiatannya itu, dia benar-benar berusaha untuk mengembangkan diri dia menjadi seseorang yang ahli dalam penjualan. 
 
Namun, akhirnya dia sampai pada titik di mana usaha-usaha tersebut terlalu melelahkan. Hal yang luar biasa adalah ketika sahabat saya berusaha untuk menjadi diri sendiri, dan hasilnya sangat mengagumkan yaitu, dia menjadi lebih sukses.
 
Dia mencoba untuk mengajarkan orang lain tentang bagaimana cara menjual produk dan meningkatkan pendapatan bisnis mereka, akhirnya sahabat saya menyadari bahwa dia telah menyesuaikan gaya introvert-nya di dalam pekerjaannya, tanpa harus menjadi orang lain. 
 
Dari cerita sahabat saya ini, akhirnya saya menyimpulkan beberapa kiat untuk para introvert yang bekerja di bidang penjualan, agar mereka dapat meraih kesuksesan di bidang tersebut tanpa mengubah dirinya menjadi orang lain. 
 
1. Menjadi diri sendiri adalah hal yang menyenangkan
Seperti yang sudah kita bahas di awal artikel ini bahwa sahabat saya bisa mendapatkan kesuksesannya saat dia berusaha menjadi dirinya sendiri. Kunci kepercayaan dalam penjualan adalah mengetahui dan memiliki gaya penjualan Anda sendiri. Banyak orang memiliki persepsi yang salah bahwa mereka harus memaksa atau mengikuti gaya penjualan orang lain untuk sukses, dan biasanya gaya penjualan yang mereka ikuti adalah mereka yang telah meraih kesuksesan besar dalam penjualannya. 
 
“Anda hanya perlu melakukan penjualan dengan cara yang paling nyaman bagi Anda”
 
2. Memperlakukan prospek Anda seperti seorang teman baik
Ya, saya mengerti bahwa hubungan Anda dengan calon pelanggan harus profesional, namun tidak ada salahnya jika Anda menceritakan beberapa hal yang dapat membuat calon pelanggan Anda terkesan. Bicarakan tentang diri Anda dan apa yang membuat Anda unik, hobi Anda, makanan dan minuman kesukaan Anda, atau apapun yang dapat Anda bagikan kepada calon pelanggan Anda. 
 
Calon pelanggan Anda akan mengingat hal itu. Dan tidak ada yang bisa mempertanyakan keahlian Anda dalam diri Anda. Anda dapat menjadi penjual yang menyenangkan tanpa harus berusaha untuk menjadi seseorang yang ekstrovert. Mungkin ini dapat menjadi langkah awal yang baik agar calon pelanggan Anda menaruh kepercayaannya kepada Anda, dan akan berlanjut kepada produk yang Anda tawarkan. 
 
3. Sebagai penjual tidak boleh mudah menyerah
Banyak para penjual yang merasa tidak yakin untuk memprospek calon pelanggan mereka. Mereka merasa semuanya akan sia-sia dan calon pelanggan tidak akan tertarik untuk membeli produk mereka. Solusi paling tepat dalam hal ini adalah jangan menyerah dan teruskan penjualan Anda. Kita tidak akan pernah tahu kapan calon pelanggan kita akhirnya tertarik dengan produk atau jasa yang dijual. 
 
Tidak semua orang siap membeli pada waktu yang bersamaan saat Anda melakukan pendekatan dengan mereka. Jika seseorang memberitahu Anda bahwa mereka belum siap atau menunda diskusi penjualan, hal itu dapat dikatakan wajar. Anda perlu mengeceknya kembali besok, bulan depan atau bahkan tahun depan. 
 
“60% penjualan berhasil setelah diskusi keempat dilakukan, namun 94% penjual berhenti melanjutkan tahap penjualannya setelah diskusi keempat. Kenyataannya adalah 6% dari penjual yang tidak menyerah tersebut berhasil melakukan persetujuan penjualan dan menghasilkan lebih banyak uang”-Jack Canfield.
 
Sekarang Anda sudah dapat membayangkan betapa pentingnya sikap pantang menyerah.
 
4. Jangan merasa bersalah
Menjadi sukses dalam penjualan adalah tentang memiliki pola pikir yang benar. Jika Anda merasa bersalah meminta seseorang untuk membeli, Anda sudah menyiapkan diri untuk gagal.
 
Sebaliknya, lakukan pendekatan diskusi dengan mengetahui bahwa penjualan itu melayani. Yakini bahwa Anda memiliki "kontrak" dengan orang yang Anda ajak bicara, serta yakini bahwa ada orang-orang yang sangat membutuhkan apa yang Anda miliki saat Anda menawarkannya.
 
Sekarang, jangan lagi jadikan diri Anda sebagai penghalang untuk meraih kesuksesan di bidang penjualan. Meskipun Anda seorang yang introvert, yakinlah bahwa Anda juga dapat menjadi penjual yang ulung. 
Featured Career Advices
5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang