Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Cara Menyampaikan Permintaan Maaf

4 Cara Menyampaikan Permintaan Maaf


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
Halo rekan pembaca, setiap kita pastinya pernah dihadapkan dengan konflik. Ya, konflik adalah hal yang terhindarkan dalam kehidupan kita. Kita semua adalah manusia sehingga kita pasti pernah berbuat salah. Kita bisa saja dilukai atau bahkan melukai perasaan orang lain. Untuk itulah, sebagai seorang individu yang ingin terus menjadi lebih baik setiap harinya, kita perlu menjaga hubungan profesional dan juga hubungan pribadi. Dan ketika kita berbuat salah, hal yang perlu dikuasai adalah cara kita menyampaikan permintaan maaf.
 
Cara kita menyampaikan permintaan maaf terhadap seseorang merupakan hal yang sangat penting karena ini akan menjadi penentu apakah hubungan tersebut akan membaik atau justru malah memburuk. Saya yakin bahwa diantara kita pastinya ingin membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik. Tetapi bagaimana kita dapat menyampaikan permintaan maaf yang lebih baik? Berikut adalah 5 cara menyampaikan permintaan maaf yang baik. 
 
Cara pertama dalam menyampaikan permintaan maaf yang baik adalah meminta maaf dengan segera, mendalam dan tulus. Ketika kita menyadari bahwa kita melakukan, maka kita harus segera menyampaikan permintaan maaf dengan tulus dan mendalam. Jangan menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya karena sesungguhnya tidak ada waktu yang sangat tepat untuk melakukannya. Kita dapat menyampaikan permintaan maaf kapan saja. Semakin lama kita membiarkan sebuah masalah, maka masalah itu bertambah runyam. Membiarkan kesalahpahaman berlarut-larut hanya akan menempatkan kita pada situasi yang semakin buruk. Masalah juga bisa menjadi lebih besar dan akan semakin sulit untuk diselesaikan. Tentunya ini hanya kan membuat kita berada dalam keadaan yang semakin sulit. Begitu juga sebaliknya, semakin kita meminta maaf dengan segera, semakin kita dapat menyelesaikan permasalah itu dengan cepat. Jadi, jangan membiarkan masalah dan kesalahpahaman yang terjadi berlarut-larut. Segera sampaikan permintaan maaf yang tulus dan mendalam. Sehingga, Anda akan dengan segera mengembalikan keadaan yang buruk menjadi lebih baik. 
 
Cara kedua dalam menyampaikan permintaan maaf yang baik adalah bertanggung jawab secara penuh. Ketika kita menyampaikan permintaan maaf, ini bukanlah waktu yang tepat untuk menyalahkan orang lain. Kita harus bertanggung jawab penuh jika kita terlibat dalam konflik yang terjadi. Jika kita menyampaikan permintaan maaf namun menyalahkan bahkan meminta pertanggungjawaban orang lain, kita akan dinilai sebagai orang yang palsu dan tidak tulus. Ketika kita memasukkan kesalahan orang lain dalam permintaan maaf kita, itu juga menunjukkan bahwa kita adalah orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak menyampaikan permintaan maaf yang tulus. Jadi, setelah meminta maaf dengan segera dan mendalam, bertanggung jawablah atas kesalahan Anda. Akui apa yang kita lakukan adalah sebuah kesalahan dan jangan melibatkan siapapun di dalamnya. Dengan begitu permintaan maaf kita akan akan menjadi hal yang tulus dan orang lain yang juga terlibat akan lebih mungkin untuk mengakui kesalahan yang juga mereka perbuat. Ini juga dapat membuat permintaan maaf kita diterima dengan baik. 
 
Cara ketiga dalam menyampaikan permintaan maaf yang baik adalah menyatakan rencana untuk memperbaiki kesalahan yang diperbuat. Tentunya, ini bergantung pada situasi dan kondisi. Misalnya, dalam sebuah proyek yang kita kerjakan, ada sebuah kesalahpahaman sehingga menyebabkan kita melakukan kesalahan yang tidak disengaja. pastikan untuk memberitahu permintaan maaf kita dan memberitahu cara yang akan kita lakukan untuk memperbaikinya. Jadi, jika rekan pembaca memiliki kesalah pahaman dalam komunikasi dengan rekan kerja yang lain, segeralah sampaikan permintaan maaf dan sampaikan bahwa Anda akan memperbaikinya. Jika terjadi kesalahpahaman, pastikan bahwa Anda menyampaikan permintaan maaf dengan tepat dan menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Jika masalah tersebut terjadi di antara anggota keluarga atau teman, pastikan untuk memberi tahu mereka bagaimana Anda akan menjadi lebih baik di masa depan dan yakinkan mereka bahwa ini tidak akan terjadi lagi. Jika Anda memecahkan sesuatu atau merusak sesuatu, gantilah. Jika Anda membatalkan rencana, pastikan untuk mengatur ulang kembali untuk menebus kesalahan tersebut. Berusahalah sekeras mungkin untuk membangun kembali kepercayaan orang lain. Tentunya rekan pembaca juga akan merasa senang ketika Anda melakukan hal yang benar.
 
Cara keempat menyampaikan permintaan maaf yang baik adalah menyatakan bahwa hubungan yang dimiliki merupakan hal yang berharga. Beritahu orang lain betapa Anda menghargai hubungan yang dimiliki, baik hubungan pribadi maupun hubungan profesional, dengan mereka. Beri tahu sesering mungkin. Sehingga, ketika Anda melakukan sesuatu kesalahan tidak disengaja yang melukai, menyakiti atau bahkan menyinggung perasaan mereka, mereka akan lebih mudah untuk mengatasi ketegangan dan perselisihan yang terjadi. Ketika orang lain menyadari bahwa mereka memiliki nilai penting bagi seseorang, ini akan mampu merobohkan pertahanan ego yang dimiliki. Sampaikan permintaan maaf yang tulus yang benar-benar dapat terlihat. Sampaikan betapa Anda menyesal melakukannya dan ingin memperbaikinya karena hubungan dengan mereka merupakan hal yang berharga dalam hidup Anda. 
 
Itulah 4 cara menyampaikan permintaan yang lebih baik. Ketika Anda melukai atau bahkan menyinggung orang lain bahkan sampai menimbulkan konflik, sampaikan permintaan maaf segera dengan tulus dan mendalam, bertanggung jawab secara penuh, sampaikan bahwa Anda akan mengadakan perbaikan dan beritahu orang tersebut bahwa hubungan yang Anda miliki dengannya merupakan hal yang berarti bagi Anda. Dengan begitu, orang lain akan melihat bahwa Anda benar-benar menyesal dan akan akan menjadi lebih baik lagi di masa depan. Tentu saja ini bukan berarti bahwa rekan pembaca dapat membuat kesalahan dan melukai orang lain dengan sengaja ya. Semoga tips ini dapat meredakan konflik yang rekan pembaca miliki dan membawa hubungan Anda pada keadaan yang lebih baik.
Featured Career Advice
Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

Entrepreneurship

Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Marketing & Sales

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

Self Improvement

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

Self Improvement

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Motivation

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

Happiness

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

Entrepreneurship

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Self Improvement

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

Innovation

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

Leadership

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

Generation Millennials & Z

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

Resume & Interviewing

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

Self Improvement

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

Entrepreneurship

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

Leadership

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

Entrepreneurship

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

Entrepreneurship

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

Productivity

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

Customer Service

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

Innovation

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

Emotional Intelligence

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

Marketing & Sales

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

Happiness

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

Self Improvement

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

Self Improvement

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

Self Improvement

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

Self Improvement

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

Generation Millennials & Z

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

Innovation

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

Generation Millennials & Z

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

10 Alat SEO yang Sangat Berguna untuk Bisnis Anda

Entrepreneurship

10 Alat SEO yang Sangat Berguna untuk Bisnis Anda

6 Hal yang Mengganggu Produktivitas Karyawan dan Solusinya

Productivity

6 Hal yang Mengganggu Produktivitas Karyawan dan Solusinya

4 Tren Marketing dari Kebiasaan Milenial yang Perlu Diterapkan

M