Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 3 Cara Mempertahankan Hubungan Profesional

3 Cara Mempertahankan Hubungan Profesional


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 19, 2019

 
Halo rekan pembaca Career Advice, salah satu tantangan terbesar dalam karier adalah mempertahankan hubungan profesional. Keterampilan komunikasi yang baik dan peluang untuk berjejaring merupakan faktor yang kita butuhkan untuk membangun hubungan profesional yang kuat dalam karier. Tetapi hanya membuat koneksi saja tidak cukup, kita juga harus berusaha untuk mempertahankannya. Ini bukan berarti kita harus memiliki jadwal yang ditetapkan. Tetapi, kita perlu mengadakan tindak lanjut. Kalau tidak, kita hanya mengoleksi setumpuk kartu nama di meja dan tidak ada yang terjadi.
 
Apakah rekan pembaca terus menambah tumpukan kartu nama atau memiliki kotak masuk LinkedIn yang  penuh dengan undangan tak terjawab?  Kita semua sangat sibuk dan mungkin inilah yang menahan kita untuk menindaklanjuti hubungan profesional dengan orang lain. Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah mencari tahu apa yang menahan kita. Dan kali ini, kita akan membahas 3 cara mempertahankan hubungan profesional yang merupakan faktor penting penunjang kesuksesan karier kita. 
 
1. Menemukan waktu.
Cara mempertahankan hubungan profesional yang pertama adalah menemukan waktu yang tepat. Ya, kita harus menemukan waktu yang tepat untuk dapat berjejaring. Ini bisa saja dilakukan saat istirahat makan siang atau mungkin pergi ke kedai kopi setelah jam kerja. Ini tidak perlu dilakukan setiap waktu. Satu hal yang perlu diingat dalam hubungan profesional, kualitas selalu mengalahkan kuantitas. Nah, pertemuan yang sesekali harus dimaksimalkan dengan tepat. 
 
Jika rekan pembaca memiliki 20 hingga 30 jaringan yang beragam di berbagai bidang, maka Anda tidak perlu terus-menerus berada di LinkedIn. Salah satu cara untuk mempersempit dan menghemat waktu berharga Anda adalah dengan membuat rencana lanjut dalam hubungan. Sebaiknya, Anda mengidentifikasi dan menyelaraskan tujuan dengan orang yang dapat membantu Anda mencapai tujuan. Untuk memudahkannya, kelompokkan mereka dan jadwalkan jenis penjangkauan berdasarkan prioritas. Jadi, misalnya, Anda mungkin mengatur makan malam sesekali dengan orang-orang di daftar A, Anda mungkin hanya berjejaring dengan orang-orang di daftar C di saat musim liburan.
 
Tidak setiap interaksi harus dilakukan dengan hal besar. Sesuatu yang sederhana seperti menyukai posting rekan Anda di LinkedIn sudah cukup untuk memberitahu mereka bahwa Anda memerhatikan dan memedulikan mereka. Jika memungkinkan, temukan peluang untuk bertemu dengan mereka secara langsung. Misalnya dalam sebuah seminar, pelatihan atau hal lain yang membuat Anda terhubung.
 
Dan ketika bertemu secara langsung, miliki percakapan yang memungkinkan Anda untuk saling bertukar wawasan atau strategi yang digunakan dalam karier masing-masing. Pengalaman pribadi saya sendiri, saya selalu membagikan artikel-artikel bagus kepada rekan-rekan di Linkedin. Dan artikel-artikel tersebut menjadi hal yang memotivasi rekan-rekan saya. Sehingga, kami mengatur waktu bersama dalam sebuah diskusi. Apa pun strategi yang digunakan, menemukan waktu untuk berjejaring dengan rekan professional merupakan hal yang baik yang dapat menunjang kemajuan karier kita. Dan ini merupakan hal penting. Jadi, alokasikan waktu untuk berjejaring dan temukan saat yang tepat untuk dapat berinteraksi secara langsung.  

2. Temukan alasan.
Cara mempertahankan hubungan profesional yang kedua adalah menemukan alasan yang membuat kita terhubung. Setelah menemukan waktu untuk mempertahankan hubungan, kita dapat memulai untuk menjangkau rekan dalam daftar kontak kita. Ini dapat ditentukan dengan lamanya kita mengenal dan berinteraksi dengan orang tersebut. Tetapi, ini bisa menjadi sedikit mengintimidasi, terutama jika kita merasa tidak ada alasan yang tepat untuk melakukannya. Atau mungkin alasan yang kita miliki sangat sulit untuk dilakukan. Misalnya, Anda menghubungi orang tersebut karena Anda sedang mencari pekerjaan dan ingin menanyakan ketersediaan pekerjaan. 
 
Jika rekan pembaca merasa ragu, miliki rasa ingin tahu yang tinggi. Cobalah untuk menanyakan pertanyaan terbuka yang jawabannya benar-benar ingin Anda ketahui. Ketika Anda sedang dalam percakapan tentang topik yang menarik bagi Anda, Anda tidak akan merasa khawatir tentang hal itu. 
 
Mulailah dengan bertanya tentang proyek yang sedang dikerjakan oleh rekan Anda. Jika dia memiliki rencana untuk liburan, Anda dapat melakukan percakapan ringan tentang rencananya. Lalu, melanjutkan dengan membicarakan topik yang ingin Anda bahas. 
 
Temukan alasan yang tepat yang membuat rekan pembaca harus melakukan interaksi dengan profesional lainnya. Itu harus merupakan hal yang berharga bagi kedua pihak.  Jika Anda tidak memiliki sesuatu yang nyata untuk dibicarakan, mintalah saran untuk keadaan karier Anda saat ini atau cara mengatasi permasalahan yang Anda hadapi. Seseorang yang dimintai saran akan merasa dihargai, meskipun itu hanya nasihat kecil.
 
3. Dapatkan kepercayaan diri.
Cara mempertahankan hubungan profesional yang ketiga adalah mendapatkan kepercayaan diri. Kepercayaan diri dibutuhkan untuk terus membangun hubungan profesional menjadi tantangan dalam karier kita. Lagi pula, bagaimana jika rekan kerja yang kita coba hubungi tidak peduli untuk menghubungi kita? Bagaimana jika mantan manajer yang kita mintai tolong menolak permintaan kita? Bagaimana jika pakar industri yang kita temui di konferensi baru-baru ini menganggap bahwa koneksi yang kita bangun mengganggu? 
 
Tidak peduli keraguan apa saja yang berusaha untuk menahan kita, semua hal dapat dapat diluluhkan dengan kemurahan hati yang tulus. Jadi, sangatlah penting untuk bersikap melayani dan menjadi otentik. Satu-satunya alasan yang membuat kita ingin membangun hubungan profesional adalah karena kita ingin mengembangkan diri, bukan menginginkan hal lain dari orang itu. Percaya dan yakinlah bahwa Anda dapat memiliki hubungan profesional yang baik dengan orang-orang yang dapat memajukan karier Anda. 
 
Jadi, misalnya, jika Anda bertanya kepada seorang rekan tentang proyek yang sedang dikerjakannya akhir-akhir ini, dengarkan tanggapannya dan cobalah untuk mengidentifikasi kebutuhan yang mungkin dapat Anda bantu. Bisakah Anda menjembatani pertemuan dengan calon klien? Apakah Anda memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan? Anda bukanlah satu-satunya orang yang membutuhkan bantuan. Semua orang punya masalah.  Jadi, temukan kekuatanmu dan miliki kepercayaan diri untuk membantu orang lain dengan kekuatan tersebut. dengan begitu, Anda dapat memiliki suatu hubungan profesional yang baik.
 
Itulah 3 cara mempertahankan hubungan profesional. Hubungan profesional adalah jenis persahabatan lainnya yang merupakan tantangan dalam perjalanan karier kita. Ketika kita membangun hubungan yang nyata dengan orang-orang yang tepat, mereka akan  siap membantu disaat kita membutuhkannya. Milikilah pandangan bahwa berjejaring yang kita lakukan saat ini bukanlah untuk kebutuhan saat ini saja, tetapi itu merupakan kebutuhan seumur hidup.
Featured Career Advices
5 Cara Meningkatkan Harga Diri

5 Cara Meningkatkan Harga Diri

Kebahagiaan adalah Kunci Kesuksesan

Kebahagiaan adalah Kunci Kesuksesan

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal