Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Cara Agar Email Cepat Mendapat Tanggapan

4 Cara Agar Email Cepat Mendapat Tanggapan


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Nov 25, 2018

 
Pernahkah Anda berkali-kali mengecek kotak email namun belum mendapatkan balasan apapun? Padahal email yang Anda tujukan tersebut sangat penting. Tetapi, tetap saja email yang Anda tunggu tak kunjung dibalas. Kecenderungan pertama mungkin kita akan berpikir orang tersebut tidak dapat diajak bekerja sama atau tidak responsive. Dan, dalam beberapa kasus, Anda mungkin benar. Namun, jika email yang Anda kirimkan memiliki format yang sangat berantakan, mungkin inilah penyebab Anda tidak kunjung mendapatkan balasan email. 
 
Membuat email yang efektif melibatkan lebih dari sekadar membuat pengingat yang mengganggu hari demi hari. Jika Anda benar-benar ingin membuat kesan yang baik (jika Anda belum menerima tanggapan apapun), Anda perlu menerapkan empat kiat-kiat yang akan kami bahas pada artikel ini. 
 
1. Pertimbangkan Waktu Anda dan Penerima Email
Ya, waktu adalah salah satu hal yang penting untuk Anda pertimbangkan saat mengirim email. Jika Anda benar-benar memerlukan tanggapan yang cepat, maka jangan mengirim email di waktu jam kerja akan berakhir atau jangan mengirim email di hari Jum’at sore, karena mungkin Anda tidak akan mendapatkan balasan email yang cepat. Para penerima email akan cenderung membalas email mereka di hari Senin pagi saat mereka menerima email di Jumat sore. 
 
Selain itu, sesuatu yang Anda anggap sangat penting, belum tentu bagi orang lain juga sama seperti itu. Mungkin bagi penerima email Anda, itu hanya tugas kecil yang dapat dilakukan dengan cepat, sehingga tidak perlu segera memberi tanggapan.  
 
Pengaturan waktu sangatlah penting ketika mencoba untuk menindaklanjuti. Jika masalah Anda begitu mendesak, kami menyarankan Anda untuk tidak menggunakan email sebagai media komunikasi, Anda mungkin dapat menghubungi orang yang bersangkutan melalui telepon kantor atau ponsel pintar. 
 
Demikian pula, Anda harus mempertimbangkan tentang jadwal penerima email Anda. Apakah dia sedang banyak pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan atau mungkin sedang bercuti. Dalam hal tersebut, tindak lanjut Anda tidak akan efektif, terlepas dari cara penyusunan email yang sempurna.
 
2. Tulis Subjek Email yang Terperinci
Kita semua cenderung menulis subjek email yang terlalu umum. Dalam hal ini, kami menyarankan Anda untuk menulis subjek email dengan spesifik mungkin. Buat penerima email merasa sangat penting untuk segera mengecek dan merespon email Anda, dan membuat mereka benar-benar mengerti bahwa email tersebut benar-benar penting. 
 
Anda juga dapat menyertakan tenggat waktu di dalam baris subjek email Anda untuk menanamkan rasa urgensi yang lebih besar pada penerima email. Sebagai contoh, “Umpan balik diperlukan pada laporan penjualan triwulanan besok.” Bahkan, survei yang dilakukan pada tahun 2014 menyatakan bahwa email yang menggunakan kata keterangan "besok" di baris subjek emailnya, 10% lebih banyak dibuka oleh penerima email daripada yang tidak menyertakan.
 
3. Tegaskan Kembali Tanggapan Apa yang Anda Butuhkan dari Penerima Email
Dari setiap email yang Anda kirim, Anda harus menegaskan kembali tanggapan apa yang benar-benar Anda perlukan dari penerima email tersebut. 
 
Jadi, hindari pesan-pesan pendek yang penuh basa-basi dan sertakan pernyataan yang jelas, tegas, namun tetap sopan agar apa yang Anda butuhkan dapat diselesaikan segera oleh yang bersangkutan. Konten email yang semakin jelas, akan semakin baik.
 
4. Sertakan Informasi Tambahan Jika Memang Diperlukan 
Menambahkan informasi tambahan sangat dianjurkan untuk Anda sertakan di konten email Anda. Hal ini bertujuan agar penerima email dapat mengerti maksud dan pesan email Anda dengan cepat tanpa harus membaca keseluruhan email. Dengan mengetahui pesan email secara cepat, penerima email dapat tahu bahwa hal ini benar-benar urgensi dan Anda sangat memerlukan tanggapan email dengan cepat. Pesan yang singkat memang baik, namun belum tentu efektif. Pastikan bahwa Anda memberikan informasi yang cukup bagi penerima email. 
 
Sebagai contoh, “Hai Ratna, saya masih menunggu balasan email Anda tentang laporan penjualan triwulanan ini. Kami harus menyelesaikannya pada hari Jumat, 23 November 2018, dan saya sangat suka masukan Anda tentang statistik yang termasuk di halaman empat. Terima kasih."
 
Ini singkat, manis, dan langsung kepada poin yang dituju, tetapi juga memberikan informasi yang cukup bagi penerima email untuk segera bertindak dalam membalas email yang bersangkutan. 
 
Pastikan Anda menggunakan lima kiat utama ini, dan Anda yakin untuk meningkatkan peluang Anda mendapatkan tanggapan email yang lebih cepat dari sebelumnya. Selamat mencoba!
Featured Career Advices
Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal