Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Aspek Penting Sebelum Mengadakan Konferensi. Aspek ke-3 Menarik Bagi Millennials.

4 Aspek Penting Sebelum Mengadakan Konferensi. Aspek ke-3 Menarik Bagi Millennials.


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jan 02, 2019

 
Seiring pertumbuhan ekonomi, peningkatan teknologi, dan tentunya perubahan zaman. Kini konferensi dan pertemuan-pertemuan penting lainnya mulai didominasi oleh Millennials dan Generasi Z. Hal ini merupakan salah satu indikator yang baik. Tentunya, tema acara dari konferensi dan pertemuan harus berubah jika mereka ingin menarik perhatian peserta dari generasi tersebut.
 
Nah, jika Anda berencana untuk membuat sebuah konferensi yang sangat menarik bagi para Millennials dan Generasi Z, berikut ini adalah beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum mengadakan konferensi tersebut. 
 
1. Mengadakan konferensi dengan pengalaman yang unik
Secara umum, para Millennials dan Generasi Z sedang gencar-gencarnya mencari pengalaman untuk “bekal” masa depan mereka. Eits, tunggu dulu! Pengalaman yang diharapkan oleh mereka bukan hanya sekedar pengalaman biasa, namun pengalaman yang unik. 
 
Peneliti mengatakan 87% konferensi masih diadakan di pusat kota atau hotel-hotel di dekat bandara. Kenyataannya, para pemuda zaman sekarang cenderung menyukai tempat konferensi yang berbeda dari biasanya. Contohnya, konferensi di dalam museum atau tempat-tempat bersejarah lainnya. 
 
Bukan hanya tema dan materi yang akan disampaikan di dalam konferensi tersebut, yang dapat membuat mereka menjadi tertarik. Tetapi, melakukan kegiatan konferensi di dalam tempat-tempat unik tersebut dapat menciptakan suasana yang berbeda bagi mereka. 
 
Selain lokasi konferensi, tingkat fleksibilitas pada ruang pertemuan juga penting untuk dipertimbangkan. Mengapa begitu? Seperti yang kita ketahui bahwa Millennials dan Generasi Z sangat mudah untuk berinteraksi satu sama lain. Menurut mereka konferensi adalah salah satu kesempatan yang baik untuk berbaur dengan yang lainnya, karena komunikasi pada hari-hari biasanya lebih sering dihabiskan di media sosial.
 
2. Lokasi khusus untuk memperluas jaringan
Ya, seperti yang sudah dibahas pada poin sebelumnya, meskipun para Millennials dan Generasi Z terkenal dengan generasi yang suka menyibukkan diri dengan media sosial. Kenyataannya, mereka adalah generasi yang gemar dalam memperluas jaringan juga lho!
 
90% para pembuat acara percaya bahwa memberikan ruangan serta waktu khusus kepada para peserta konferensi untuk berbaur dan memperluas jaringan mereka, adalah hal yang sangat menarik. 
 
Mungkin kita dapat meletakkan agenda khusus ini di dalam poster-poster promosi, seperti “Jangan lewatkan tiga jam khusus untuk memperluas jaringan Anda bersama peserta konferensi lainnya!” Wah, menarik sekali kan?
 
Meskipun kebanyakan peserta tertarik untuk melakukan pendaftaran karena kehadiran pembicara utama yang mereka kagumi, namun memajukan peluang untuk memperluas jaringan juga memainkan peran yang besar pada Millennials dan Generasi Z untuk menghadiri sebuah konferensi.
 
Kesempatan memperluas jaringan ini juga dapat dilakukan di ruangan terbuka, jika kita mengadakan konferensi di tempat-tempat unik seperti yang sudah dibahas di poin pertama. Sebagai contoh, dua jam waktu untuk memperluas jaringan saat semua peserta sampai di Monas (Monumen Nasional). 
 
Konferensi yang berhasil menghubungkan orang-orang yang memiliki ide-ide cemerlang akan memberikan kontribusi yang hebat untuk para peserta di generasi berikutnya.
 
3. Sesi video dapat membuat Millennials dan Generasi Z tertarik!
Salah satu hal yang mengejutkan adalah 64% perencana pertemuan melaporkan jika sesi langsung dan sesi video (virtual) dari para pembicara digabungkan, maka hasilnya akan sangat menakjubkan. 
 
Jadi, dengan menampilkan video para pembicara di depan para peserta, ini akan menghilangkan perasaan “takut ketinggalan” atau yang sering disebut sebagai “fomo”, terhadap para generasi muda. 
 
Yang lebih kerennya lagi, ide ini memainkan peran yang lebih penting dalam perkembangan mereka pada Tiga sampai Lima tahun ke depan. Mereka yang datang terlambat dapat mengejar informasi-informasi yang terlewat melalui sesi video yang ada, bahkan kita dapat mengunggah video-video tersebut secara online dengan membuat tanda pagar (#) khusus yang memudahkan mereka untuk masuk dan keluar dari percakapan digital yang relevan.
 
Ide unik lainnya, pembuat acara dapat mewawancarai pembicara di lingkungan online / virtual, sehingga peserta dapat mengkonsumsi konten secara langsung. Selain itu, memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada hadirin akan menjadi sebuah keuntungan bagi para Millennials dan Generasi Z. 
 
Lalu, apakah pembuat acara akan rugi dengan mengeluarkan usaha yang lebih seperti pembuatan video (virtual) ini? tentu tidak. Video-video tersebut juga dapat dijadikan sebagai bahan promosi untuk acara selanjutnya dalam mencari peserta baru, sehingga semakin banyak para Millennials dan Generasi Z yang tertarik pada konferensi yang diadakan. 

4. Beri peluang interaksi pada setiap peserta
Kedua generasi ini akan sangat tertarik menjadi peserta dalam sebuah konferensi yang dapat dengan mudah berinteraksi dengan pembicara utama atau pemimpin setelah sesi presentasi. Ciptakan konferensi ini dengan akses yang mudah untuk semua kalangan di mana setiap komunikator, percakapan, atau konten yang menarik dapat diakses dengan mudah.
 
Selain itu, ciptakan peluang bagi Millennials dan Generasi Z untuk menyumbangkan ide-ide cemerlang mereka, dan jangan lupa untuk menciptakan peluang bagi mereka dalam membuat konten bersama di konferensi. 
 
Nah, itulah beberapa aspek penting yang perlu dipertimbangkan saat ingin mengadakan konferensi yang menarik perhatian para Millennials dan Generasi Z. Ingat ya, berbeda generasi pasti berbeda juga pendekatannya. Selamat mencoba, rekan-rekan!
Featured Career Advices
Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

7 Cara Mendapatkan Investor untuk Bisnis Startup

7 Cara Mendapatkan Investor untuk Bisnis Startup

9 Pelajaran Hidup yang Tidak Didapatkan dari Sekolah Bisnis

9 Pelajaran Hidup yang Tidak Didapatkan dari Sekolah Bisnis

10 Cara Orang Sukses Menjadi Semakin Kaya

10 Cara Orang Sukses Menjadi Semakin Kaya