STUDILMU Career Advice - 3 Cara Sederhana Menyeimbangkan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

3 Cara Sederhana Menyeimbangkan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi


by Studilmu Editor
Posted on Feb 22, 2019

 
Halo Pembaca Career Advice, apa yang biasanya Anda lakukan setelah Anda menyelesaikan tugas dan pekerjaan Anda? Apakah Anda menghabiskan waktu untuk melakukan yang Anda cintai atau Anda sukai? Kita semua menghabiskan banyak waktu untuk pekerjaan. Kita berusaha untuk tampil maksimal dalam pekerjaan kita. Dan, jika Anda tidak menikmati pekerjaan Anda, hal ini akan sangat mudah tampak dalam raut wajah Anda. Hidup kita haruslah mengandung kegiatan-kegiatan yang seimbang. Ketika Anda merasa tidak puas dengan kehidupan Anda, hari-hari Anda akan terasa sulit, dan juga tidak ada kegembiraan dan kesenangan.
 
Ada banyak cara yang dapat rekan pembaca lakukan untuk menjaga keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan. Saat Anda mendapatkan pekerjaan baru, tanyakan perekrut apakah Anda diharapkan untuk bekerja di luar jam kerja. Pastikan Anda mengetahui hal tersebut sebelum menerima pekerjaan atau posisi baru tersebut.
 
Anda harus memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan luar sehingga Anda tetap sehat secara fisik, emosional maupun mental. Jika Anda tidak sehat secara mental, emosional, dan fisik, maka Anda tidak akan berhasil dalam pekerjaan. Jadwalkan pengecekan medis, gigi, dan penglihatan tanpa membatalkannya.
 
Pastikan juga Anda memiliki waktu untuk liburan, akhir pekan yang panjang dan menjalani hal-hal yang menyehatkan mental. Menjadwalkan hal-hal ini akan membantu Anda untuk mendapatkan hal yang Anda ingini dikemudian hari, terutama saat Anda menjalani minggu-minggu yang penuh dengan tekanan. 
 
Saat Anda berada di rumah, tinggalkan ponsel Anda di kamar dan jangan menyentuhnya selama berjam-jam. Anda akan tergoda untuk memeriksa email. Tinggalkan pemikiran bahwa Anda harus melakukan suatu pekerjaan saat sedang di rumah. Terkadang Anda mungkin harus bekerja di rumah. Anda harus membuat panduan untuk diikuti. Misalnya, jangan langsung bekerja saat baru sampai di rumah. Luangkan waktu sejenak untuk bersantai atau bercengkrama bersama keluarga. Tentukan waktu yang spesifik untuk memulai pekerjaan, misalnya satu atau dua jam setelah Anda bersantai. 
 
Dalam dunia pekerjaan yang kompetitif, ada orang yang bekerja lebih cepat dan lebih banyak dari yang Anda lakukan. Namun, untuk mempertahankan keseimbangan hidup, Anda harus memiliki harapan yang realistis secara pribadi maupun profesional. Tinggalkan pemikiran bahwa Anda harus menjadi seorang yang perfeksionis, jadilah realistis dengan hal yang dapat Anda capai dalam satu hari. 
 
Lalu, cara apa yang dapat rekan pembaca lakukan dalam mencapai keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi yang dapat membuat Anda menjadi lebih bahagia? Berikut adalah 3 cara sederhana yang dapat Anda lakukan dalam mencapai keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi. 
 
1. Fokuskan diri Anda untuk menyelesaikan tugas penting.
Akan selalu ada hal yang berusaha untuk mengganggu Anda. Pada dasarnya, tugas terdiri dari dua jenis, yang pertama adalah tugas yang merupakan tanggung jawab Anda dan memerlukan keahlian Anda serta menambah nilai untuk perusahaan. Inilah yang harus Anda selesaikan terlebih dahulu. Jaga fokus Anda dan selesaikan tugas yang memerlukan keahlian Anda.
 
Yang kedua adalah tugas tambahan yang dapat didelegasikan kepada orang lain yang tidak terlalu berpengaruh untuk perusahaan. Ini dapat Anda kesampingkan dan selesaikan setelah tugas-tugas utama Anda selesai. Atau, delegasikan seseorang untuk menyelesaikannya. Pendelegasian yang efektif akan memberikan Anda waktu lebih untuk fokus pada tugas dan tanggung jawab utama.  
 
2. Berpegang teguh terhadap batasan yang Anda miliki.
Apakah Anda memiliki komitmen yang kuat terhadap kehidupan pribadi? Kita semua cenderung menghindari hubungan yang tidak nyaman, sehingga kita selalu melanggar batasan-batasan yang dibuat hanya dengan tujuan tetap memiliki hubungan yang baik dengan rekan atau teman. Seberapa banyak kita melakukannya? Sangat sering. Ketika kita tidak berpegang teguh dan berkompromi dengan integritas diri, secara tidak sengaja kita melatih otak kita untuk tidak menghormati batasan kehidupan yang kita miliki. 
 
Aturlah sebuah sistem baru dengan batasan-batasan yang sehat dan perilaku yang akan menjaga komitmen kita dalam kehidupan pribadi. Komitmen dalam kehidupan pribadi memiliki kepentingan yang sama seperti komitmen di tempat kerja. Misalnya, Anda diundang untuk menghabiskan waktu sampai larut malam dan Anda tetap harus bekerja keesokan paginya. Jika Anda merasa bahwa Anda tidak perlu menghadiri sebuah acara ‘happy hour’ sampai larut malam, katakanlah “tidak” akan hal ini. Jangan sampai hanya karena Anda ingin menjaga hubungan baik, Anda menjadi kelelahan dan menelantarkan pekerjaan bahkan kehidupan pribadi Anda. berpegang teguhlah dengan komitmen yang Anda miliki. 

3. Mempraktikkan Mindfulness.
Apakah Anda sudah mempraktikkan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari? Jika belum, inilah saatnya untuk memulai. Mulailah sediakan satu waktu untuk mempraktikkan mindfulness dalam kegiatan rutin Anda. Salah satu hal yang sangat membuat Anda tertekan adalah merenung atau mengalami pikiran tertentu yang menekan Anda. Otak kita cenderung menggunakan pola pikir lama.
 
Mempraktikkan mindfulness akan melatih otak untuk keluar dari pola pikir lama dan beradaptasi dengan pola baru yang membuat Anda menjadi lebih tenang dan lebih baik.  Meditasi mindfulness memperbaharui jaringan neurologis. Menurut penelitian, kita dapat melatih otak kita seperti otot tubuh untuk tetap tenang saat menghadapi kesulitan atau menghadapi tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, sediakanlah waktu untuk bermeditasi, membuang pikiran-pikiran lama yang membuat Anda merasa buruk.
 
Baik pembaca Career Advice, itulah 3 cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk memiliki keseimbangan hidup antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, khususnya di dunia pekerjaan yang penuh dengan kompetisi. Bahkan, para pemimpin besar pun tetap berusaha untuk menjaga keseimbangan kehidupan mereka. Mereka melatih diri untuk mengelola energi dan fokus pada hal-hal tertentu yang menggerakkan perusahaan, mereka menghormati batasan dan komitmen pribadi, mereka tahu waktu yang tepat untuk memerintahkan diri mereka.
 
Cobalah 3 cara sederhana ini agar para pembaca Career Advice juga dapat menemukan keseimbangan hidup. Ya, nantinya Anda akan merasa puas, baik dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi. Kepuasan ini adalah salah satu senjata yang dapat mempertahankan motivasi Anda agar tetap menyala. Jadi, seimbangkan kehidupan Anda dan dapatkan kepuasan hidup Anda.  Selamat berjuang, rekan pembaca. 

Tinggalkan Komentar Anda

Featured Career Advices

20 Cara Baru untuk Memberi Hadiah kepada Karyawan

Rapat Kerja yang Efektif

Aplikasi Sosial Media dan Pengaruhnya

Memberikan Umpan Balik Konstruktif

Sikap Positif Menunjang Kesuksesan Anda

5 Cara Meningkatkan Daya Ingat Otak

2 Hal Penting Sebelum Mengundurkan Diri

Memahami Pola Pikir

Hindari 4 Strategi Pemasaran Digital yang Rumit Ini

Perbedaan Motto Hidup dan Kutipan Hidup

5 Kebahagiaan Meraih Keseimbangan Hidup

7 Halangan Diri Untuk Meraih Keseimbangan Hidup

4 Strategi Meraih Keseimbangan Hidup Bagi Pengusaha

Tetap Semangat Mencapai Impian

5 Hal Yang Perlu Diketahui Saat Menghadiri Wawancara Kerja

Menjadi Selangkah Lebih Maju

Pemimpin, Hentikan Perilaku Ini

Tips Sederhana Mempersiapkan Diri sebelum Wawancara Kerja

Cara Menghilangkan Stres Secara Sehat dan Tidak Sehat

7 Alasan Kuat Dalam Meraih Mimpi

Budaya Kerja dan 3 Cara Mendemonstrasikannya

Pengertian Afirmasi dan 10 Afirmasi Positif

5 Cara Tampil Menarik Dalam Wawancara Kerja

3 Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

7 Pertanyaan Interview Kerja

5 Cara Menghargai Diri Sendiri

Sikap Negatif dan Cara Mengubahnya

7 Kunci Kesuksesan dan Kepuasan Kerja

10 Kemampuan Soft Skill Dalam Dunia Kerja

10 Cara Membangun Hubungan Kerja Yang Positif