Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Sikap Negatif dan Cara Mengubahnya

Sikap Negatif dan Cara Mengubahnya


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 20, 2019

 
Seringkali kita melihat orang yang berperilaku negatif, namun mereka tidak menyadarinya. Pernah ga rekan-rekan Career Advice melihat seseorang yang bersikap tidak sopan kepada pembeli di toko? Meskipun, orang tersebut adalah penjual di toko tersebut, tapi dia malah tidak menghargai pembelinya. Menurut rekan pembaca, itu sikap yang negatif bukan ya? Tentu saja, itu sikap buruk yang perlu dihindari, dan pastinya ada banyak sikap negatif lainnya yang mungkin juga pernah kita lakukan, tanpa kita sadari itu merupakan hal yang tidak baik. 
 
Sikap negatif disertai dengan kurangnya kesadaran. Masalahnya, kurangnya kesadaran ini memberi pengaruh yang buruk terhadap interaksi kita dengan orang lain, bahkan interaksi dengan diri kita sendiri. 
 
Lalu, apa yang harus kita lakukan? Apakah dengan menyadari bahwa sikap yang selama ini kita lakukan adalah “salah” sudah cukup menjadi sebuah solusi? Tidak, tentu saja tidak semudah itu. Mengubah sikap bukan hanya tentang menahan dan menghilangkan pikiran negatif itu saja loh. Tetapi, kesadaran yang datang perlu diikuti oleh perubahan pola pikir dan tindakan nyata untuk benar-benar mengubah sikap negatif tersebut. 
 
Nah apabila rekan-rekan Career Advice sedang berada di dalam fase ini, kami siap membantu rekan-rekan dengan rangkuman beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk mengubah sikap negatif. Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 

1. Ucapkan Kata-kata Positif pada Diri Sendiri
Ini juga sering disebut sebagai self-talk. Nyatanya, beberapa penelitian mengatakan bahwa mereka yang melakukan self-talk termasuk ke dalam orang-orang yang jenius loh! Wah, keren ya. Apakah rekan pembaca pernah melakukan hal ini pada diri sendiri? 
 
Jika “ya”, lanjutkan saja dan jangan merasa tidak percaya diri. Namun, perlu diingat untuk melakukan percakapan diri dengan menggunakan kata-kata yang positif. Nah, kalimat-kalimat positif yang nantinya kita ucapkan untuk diri sendiri itu, akan membantu kita meningkatkan semangat yang ada di dalam diri kita sendiri, dan menindakinya dengan langkah yang nyata. 
 
Dengan mengucapkan kalimat-kalimat positif kepada diri kita sendiri, kita akan menjadi apa yang kita katakan pada diri sendiri. Beberapa contoh kalimat positif yang dapat kita ucapkan adalah: 
“Saya sayang diri saya sendiri”
“Saya yakin bahwa saya mampu menyelesaikan semua tugas ini” 
“Sukses dapat diraih oleh orang-orang yang berani melakukannya” 
“Tantangan yang saya hadapi ini adalah sebuah peluang”
 “Saya memiliki apa yang diperlukan untuk membuat perubahan, saya pasti bisa berubah!”
 
Katakan kalimat-kalimat positif tersebut pada diri kita setiap hari, dan lihatlah perubahannya. 
 
2. Menjadi Agen Perubahan, Bukan Alat Perubahan
Kita sering membahas sebuah perubahan. Tapi, pernah ga sih kita berpikir “sebenarnya kita ini agen dan pelaku yang membawa sebuah perubahan atau ‘alat’ yang dijadikan untuk sebuah perubahan, ya? Sekarang kita lihat dulu perbedaan antara keduanya, agen adalah seseorang yang secara aktif terlibat dalam membuat sesuatu terjadi. Sedangkan, korban adalah seseorang yang menderita suatu keadaan di luar kendali mereka.
 
Mungkin kita tidak dapat mengendalikan munculnya pikiran negatif yang datang karena beberapa kejadian yang terjadi di luar kendali kita. Namun, kita bisa mengontrol sikap kita dalam merespon semua hal tersebut, bukan? Nah, di bawah ini adalah beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi pikiran negatif tersebut: 
- Hindari pemikiran dan sikap negatif dengan berolahraga dan menjauhi berita-berita negatif. 
- Memiliki seorang mentor dan berdiskusi hal-hal yang dapat memberikan kita pandangan di luar perspektif yang kita miliki. 
- Jika kita sedang emosi, daripada marah-marah kepada orang lain, lebih baik arahkan emosi dengan menulis, bermain musik atau melakukan hobi kita lainnya. 
- Bergaul dengan teman-teman yang memiliki pikiran positif dan saling mendukung kebaikan satu sama lain. 
 
Intinya, saat kita menghadapi suatu tragedi yang terjadi di luar kendali kita, jadilah agen perubahan untuk diri kita sendiri. Sebelum orang lain menjadikan kita ‘alat perubahan’ mereka. 
 
3. Bermimpi Setinggi Mungkin, namun Tetap Realistis
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa sikap negatif yang kita lakukan sering berasal dari harapan-harapan yang tidak berjalan dengan kenyataan yang ada. Namun, mengendalikan tindakan atau respon yang kita berikan adalah salah satu cara ampuh yang bisa kita lakukan. 
 
Bagaimana jika kita memiliki mimpi yang besar, namun tidak dapat terwujud? Lakukan hal-hal berikut ini:
- Tetap tenang dan tetap berkonsentrasi dengan mimpi yang kita miliki.
- Evaluasi langkah-langkah apa saja yang telah kita lakukan.
- Jika mimpi yang kita miliki terlalu besar, kita harus membuatnya menjadi lebih realistis. 
- Apabila mimpi yang dimiliki tinggi dan realistis, pecahkan mimpi-mimpi tersebut menjadi langkah-langkah yang dapat dicapai dalam jangka pendek.
- Pertahankan mimpi yang kita miliki, apapun yang terjadi. 
 
4. Mengontrol Emosi dengan Menjadi Percaya Diri
Saat kita sedang merasa emosi, pastinya kita cukup kesulitan untuk mengontrolnya, bukan? Jika rekan pembaca mengalami hal ini, tenang Anda tidak sendirian.  Jika kita membiarkan emosi yang datang dengan begitu saja, maka kita akan menjadi seorang yang membara, depresi bahkan mengucapkan kata-kata yang kotor. 
 
Beri kita tantangan saat merasa emosi yaitu, dengan mengontrol apa yang kita lakukan dengan emosi tersebut. Tarik napas sedalam-dalamnya, tanyakan pada diri kita sendiri:
“Siapa yang membuat saya marah?”, “Apa yang membuat saya sangat marah?”, “Mengapa saya menjadi marah?” dan “Bagaimana cara agar saya tetap mengutarakan emosi, namun dengan sikap yang baik dan manis?”
 
Kontrol emosi kita dengan rasa percaya diri, bahwa kita adalah seorang yang memiliki sikap baik dan terpuji dalam mengutarakan emosi. Misalnya, katakan ini kepada orang yang menyakiti Anda “Saya tidak ingin Anda berteriak kepada saya, saya merasa tidak nyaman. Jika ada masalah, saya lebih suka membicarakannya dengan tenang.” Ucapkan kalimat tersebut dengan senyum penuh percaya diri. 
 
Apabila rekan pembaca berhasil melakukannya. Selamat, kamu keren! Ini tandanya rekan pembaca sudah berhasil mengontrol emosi dengan percaya diri. 
 
5. Renungkan Hal-Hal Hebat dan Positif 
Nyatanya, setiap pikiran negatif adalah respon positif yang menunggu untuk terjadi. Apabila rekan-rekan Career Advice sedang dalam emosi yang memuncak atau pikiran negatif yang tidak karuan, sehingga sangat ingin sekali berperilaku negatif, tahan!
 
Coba kita bayangkan dan rasakan bagaimana tanggapan dan sikap yang positif begitu sangat menyenangkan, sehingga kita menjauhi sikap negatif saat sesuatu terjadi di luar ekspektasi kita. Betapa anggun dan manisnya sikap kita saat kita mampu menghindari sikap-sikap negatif tersebut dan jika kita terpancing emosi, “hmm, sepertinya nggak banget ya untuk dilakukan”. 

6. Tertawa dan Tersenyum 
Pernah tidak rekan-rekan Career Advice melihat seseorang yang sedang marah tapi sambil tertawa? Atau, seseorang yang sedang emosi berteriak-teriak, namun sambil tersenyum? 
 
Hmm, sepertinya jika tertawa atau tersenyum dibarengi dengan marah pasti akan aneh ya? Jika ada orang yang melakukan hal tersebut, mungkin adalah orang-orang yang kurang waras, yang suka marah-marah atau senyum sendiri tanpa alasan yang jelas. 
 
Seperti yang Wayne Dyer katakan, “Tidak mungkin bagimu untuk marah dan tertawa pada saat yang bersamaan”. Jadi saat kita ingin marah, cobalah untuk mengingat sesuatu yang lucu sehingga kita bisa tertawa atau tersenyum. 
 
7. Ganti Pikiran Negatif Menjadi Pertanyaan yang Hebat
Setiap kali kita terbawa emosi dan memiliki pikiran-pikiran yang negatif, sabar. Yuk, kita ubah semua pikiran negatif tersebut menjadi pertanyaan-pertanyaan hebat, seperti: 
“Sepertinya ada sesuatu yang salah dengan saya” menjadi “Apa langkah menuju sukses yang harus saya lakukan sekarang?”
“Saya tidak suka mengantri di supermarket” menjadi “Bagaimana agar saya bisa menghemat waktu berbelanja di supermarket?”
“Ih, orang-orang ini sangat menyebalkan” menjadi “Bagaimana ya caranya agar saya bisa berbicara dengan mereka sehingga pertemuan menjadi menyenangkan?”
Nah dengan melakukan cara ini, kita membuka kemungkinan untuk pemikiran baru dan konstruktif. 
 
Bagaimana rekan-rekan Career Advice? Ternyata ada banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengubah sikap dan pemikiran yang negatif, ya. Eits, ada nasihat tambahan lagi yang perlu kita lakukan agar tidak mudah berpikir dan bersikap negatif yaitu, jangan membuat asumsi, jangan mudah tersinggung, perhatikan kata-kata yang kita ucapkan dan lakukan segala sesuatu yang terbaik. Semangat terus ya, sahabat-sahabat Career Advice.
Featured Career Advices
5 Cara Membuat Penilaian Kinerja yang Bermakna dan Relevan

5 Cara Membuat Penilaian Kinerja yang Bermakna dan Relevan

11 Cara Tunjukkan Kasih Sayang kepada Karyawan

11 Cara Tunjukkan Kasih Sayang kepada Karyawan

20 Cara Memberi Semangat Kerja Tim

20 Cara Memberi Semangat Kerja Tim

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan