Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Cara Mengontrol Emosi Marah

Cara Mengontrol Emosi Marah


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 04, 2019

 
Ingin berangkat ke kantor, namun hujan deras. Pesan ojek online, tapi harganya dua kali lipat lebih mahal. Saat sudah klik pemesanan, ternyata abang ojeknya salah jalan, jadi harus menunggu 15 menit lebih lama untuk sampai di lokasi penjemputan. Saat di perjalanan, eh di jalan terkena cipratan air hujan di jalan. Pernah tidak pembaca Career Advice mengalami hari yang menyebalkan seperti contoh tadi? Atau mungkin kejadian yang dialami malah lebih menyebalkan?
 
Seringkali kita menghadapi situasi yang benar-benar berbeda dengan apa yang kita harapkan. Serangkaian situasi yang menyebalkan dapat memancing emosi dan amarah yang ingin kita luapkan atas kekecewaan yang terjadi. 
 
Mengekspresikan kemarahan sebenarnya adalah hal yang sehat untuk dilakukan dalam hubungan kita dengan orang lain. Sebagai contoh, saat kita mengekspresikan perbedaan pendapat dengan orang lain, ini memungkinkan kita untuk memiliki konflik yang sehat dan seringkali mencapai kesepakatan atau pemahaman yang bekerja dengan baik untuk semua orang.
 
Jika pembaca Career Advice sedang bertanya-tanya kepada diri sendiri “bagaimana ya cara agar saya dapat menangani kemarahan dan mengontrol emosi yang ada?” pada penjelasan di bawah ini, kita akan membahas tentang cara menghadapi kemarahan dan mengendalikan emosi dengan lebih baik. 
 
Saat kita sedang merasa marah, cara menangani kemarahan dapat dengan cara:

1. Tidak Perlu Cepat Merespon
Saat kita dihadapkan dengan situasi yang memancing emosi, rasanya ingin berteriak dan meluap-luapkan emosi, tahan dulu. Tidak perlu terburu-buru dalam merespon segala hal negatif yang sedang kita hadapi. Ini bertujuan agar kita memberikan respon yang lebih bijak dan cerdas. Sehingga, kemarahan kita tidak merugikan diri kita sama sekali. 
 
Sebagai contoh, saat saya mendapatkan email dari klien yang membuat saya sangat marah dan berapi-api, saya memilih untuk tidak langsung menjawab email tersebut. Yang saya lakukan adalah mencoba menjauhi laptop selama lima menit dengan berjalan-jalan melihat pemandangan di luar jendela sambil menikmati secangkir teh hangat, menarik nafas panjang dan mencoba untuk tersenyum walaupun saya tahu itu sangatlah sulit. Saat saya sudah merasa lebih tenang, saya kembali ke depan laptop dan membalas email klien dengan lebih tepat dan produktif.

2. Berlatih, berlatih dan berlatih!
Saya setuju bahwa menahan emosi itu bukan suatu hal yang mudah. Itulah mengapa saya memerlukan waktu yang cukup lama untuk berlatih mengontrol emosi. Ketika saya merasa kesal, saya melatih diri dengan mempraktikkan poin pertama secara terus-menerus. Marah, perlambat respon, marah lagi, perlambat respon kembali, dan begitu seterusnya. 
 
Rekan pembaca tidak hanya bisa meminum teh, melihat pemandangan atau sekedar mencoba untuk tersenyum, tapi Anda bisa melakukan hal lain yang membuat diri menjadi lebih tenang dan bahagia sebelum merespon hal yang tidak menyenangkan tersebut.

3. Tidak Perlu Menuduh Orang Lain
Saat kita tidak menyukai kebiasaan yang dilakukan orang lain, terkadang kita cenderung menuduh atau menyalahkan orang lain atas kekesalan yang kita rasakan. Ironisnya, orang-orang yang tidak tahu menahu penyebab kemarahan kita, dan bukan penyebab di balik kekesalan kita pun, sering kena “cipratan” emosi. 
 
Ketika kita menyalahkan orang lain, ini hanya meningkatkan ketegangan antara kita dan orang-orang di sekitar kita. Situasi seperti ini sama sekali tidak memberikan keuntungan apapun, malah hanya semakin menyulitkan. 
 
Sebagai contoh, jangan katakan “Kenapa sih kamu tidak pernah meletakkan piring kotor di tempatnya? Kamu ini ya, selalu saja membuat aku marah” kalimat tersebut memberikan kesan bahwa teman Anda adalah penyebab utama dari setiap kekesalan yang Anda rasakan. Padahal bisa saja ini tidak benar. Coba ubah kalimat tuduhan tersebut dengan “Sepertinya akan lebih baik jika piring yang kotor diletakkan di tempat cucian piring, meja makan pasti akan terlihat lebih bersih deh”. 
 
4. Melakukan Konsultasi
Jika dirasa sangat sulit untuk menangani kemarahan dan mengontrol emosi, meskipun kita sudah mencoba kiat-kiat di atas. Hmm, mungkin langkah tepat selanjutnya adalah berkonsultasi dengan para ahli seperti psikolog, yang dapat membantu kita untuk mengontrol emosi. 

Cara Mengontrol Emosi  
Jika pembaca Career Advice sering mengalami luapan emosi yang sulit untuk dikendalikan, berikut ini adalah beberapa ide cermat untuk membantu mengendalikan emosi.
 
- Berlatih Relaksasi
Mungkin selama ini terlalu banyak tugas kerja yang perlu kita selesaikan, bahkan setiap harinya kita menghadapi kesibukan yang tiada henti. Jika ini terjadi pada rekan-rekan pembaca, waspadailah. Ini adalah salah satu penyebab kita mudah emosi saat menghadapi sesuatu. 
 
Jadi, dengan segala ketegangan yang ada, cobalah untuk melakukan beberapa aktivitas yang bisa membuat kita rileks. Sehingga, saat kita menghadapi suatu hal yang membuat emosi kita meningkat, kita dapat mengontrolnya. 

- Tertawa
Ada satu film jadul (jaman dulu) Indonesia memberikan pesan kurang lebih seperti ini “Tertawalah sebelum Anda dilarang tertawa”. 
 
Coba deh kelilingi diri kita dengan orang-orang yang suka tertawa dan menikmati hidup mereka. Perasaan bahagia itu akan menular kepada kita. 
 
Yap, tertawa adalah salah satu cara agar kita dapat merasa bahagia. Saat kita sedang emosi, cobalah untuk melihat hal-hal lucu, dan mulailah tertawa. Jangan bekerja di pekerjaan yang hanya membuat rekan pembaca menjadi stres. Ini hanya memicu kemarahan. Kerjakan sesuatu yang kita sukai dan kita akan merasa lebih bahagia.
 
- Bersyukur
Faktanya, kita sangat mudah fokus pada hal-hal negatif di dalam hidup kita. Tidak peduli seberapa banyak kita mendapatkan kebahagiaan, saat keburukan datang menimpa, seringkali kita lupa bahwa ada banyak hal yang dapat disyukuri di dalam hidup. Jadi rekan-rekan Career Advice, mulai sekarang jangan lupa bersyukur, ya. 
Featured Career Advices
5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang