Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Introvert? Anda Juga Bisa Sukses

Introvert? Anda Juga Bisa Sukses


STUDILMU Users
by Savitri Damayanti
Posted on Aug 13, 2018

Anda mungkin mengenal seseorang yang berkepribadian supel dalam pergaulan, senang berbicara dengan orang lain, dan kariernya sangat mudah melesat. Seorang ekstrovert seperti inilah yang konon katanya lebih cepat dan mudah meraih sukses dalam karir. Lalu, bagaimana dengan kita seorang introvert yang sikap dan karakternya terorientasi subyektif secara mental? Seorang introvert cenderung menyukai kondisi yang tenang, suka menyendiri serta enggan untuk berinteraksi terutama dengan hal-hal yang baru. Sehingga, tak jarang orang-orang dengan keprobadian introvert ini sering kali dianggap anti social.
 
Orang-orang introvert terutama dengan tingkat introvert yang tinggi sangat mungkin utnuk sulit beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan kerjanya, dimulai dari kesulitan dalam bekerja secara kelompok hingga keengganan dalam mengungkapkan ide dan pendapat mereka didalam forum sehingga orang-orang introvert seringkali dipandang sebagai pribadi yang apatis, cenderung pasif, dan tidak suka bergaul. Butuh waktu lama agar pribadi introvert ini dapat menyeimbangkan ritme kerja dengan lingkungannya, terutama pada pekerjaan yang menuntut mereka menjadi aktif dalam menyampaikan gagasan-gagasan secara lisan dan pekerjaan yang harus diselesaikan secara berkelompok. Karena berdasarkan ciri-ciri yang ada, seorang introvert cenderung lebih nyaman untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan interaksi atau dengan kata lain dapat terselesaikan secara individu . Lalu, apakah menutup kemungkinan bahwa pribadi introvert dapat bersinar didunia kerja? Tentu tidak, introvert bukanlah suatu karakter yang menjadi penghambat dalam dunia kerja. Dibalik sifatnya yang pendiam, seorang introvert merupakan sosok yang tekun dan giat dalam bekerja, mereka tidak mudah bosan dan menyerah akan pekerjaan yang mereka lakukan. Seorang introvert lebih suka mendengarkan dan mengobservasi lingkungan kerja mereka. Oleh karena itu, mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya terlepas dari kurangnya interaksi yang mereka lakukan. Namun, kecenderungan ini membuat mereka jauh lebih teliti dalam menyerap informasi dibandingkan orang-orang ekstrovert.
 
Jadi jangan khawatir akan kesuksesan seorang introvert. Marck Zuckerberg seorang CEO sebuah jejaring social yang sangat popular didunia, meski tak lulus kuliah dan cenderung berkepribadian introvert namun Mark Zuckerberg berhasil menemukan sesuatu yang luar biasa bukan? Di lain hal Warren Edward Buffet, seorang investor, triliuner, dan dermawan yang berasal dari Amerika sebagai orang terkaya keempat didunia pada tahun 2013. Warren buffet merupakan seorang yang penuh dengan karakter introvert, hanya saja ia mampu memanfaatkan karakternya ini dengan sangat baik melalui ketekunan, pemikiran yang bijaksana dan ia tahu kapan harus menempatkan kepribadiannya ini. Karakter introvertnya ini justru yang dijadikan keunggulan, di saat orang lain tidak dapat berpikir dengan jernih, ia akan berpikir dengan sangat berhati-hati. 
 
Tidak harus dengan merubah karakter yang kita miliki, cukup ketahui dimana kita harus menempatkan karakter ini. Lalu bagaimana caranya? Mualilah dari yang terkecil: Mengobrol dengan teman sekantor misalnya. Hal ini susah-susah gampang, namun dengan perubahan hanya dapat dilakukan dengan mengambil langkah baru. Sapaan ramah akan membuat siapa saja yang melihat, menganggap kita sebai suatu pribadi yang ramah, atau mungkin bisa dengan makan siang bersama sambil memperbincangkan hal-hal kecil. Dengan seiringnya kebersamaan ini, rekan kerja kita akan nyaman dengan keberadaan kita. Dengan begitu, hubungan kita dengan rekan kerja akan berjalan mulus. Masalah komunikasi, lama-kelamaan akan menjadi mudah bagi kita seorang introvert.
 
Hal kedua yang bisa kita lakukan sebagai seorang introvert ialah, memilih zona nyaman sendiri. Interaksi yang melibatkan banyak orang cenderung membuat seorang introvert mudah lelah. Untuk itu, seorang introvert dapat menciptakan zona nyamannya sendiri dengan memilih “meja kerja” sendiri. Kenyamanan “meja kerja” turut berperan penting dalam kesuksesan dalam bekerja. Lokasi, tatanan, dan kestrategisan “meja kerja” perlu dipilih sesuai dengan kenigninan kita. Pilihlah lokasi yang tenang. Ketenangan bukan berarti harus menyendiri, paling pojok belakang, jauh dari rekan kerja. Carilah lokasi di mana orang-orangnya tenang, beruntung kalau dekat dengan orang-orang introvert juga. Paling tidak, kita tidak terlihat menyendiri. Dengan begitu, kualitas kerja kita juga akan meningkat. Selain itu, jangan lupa sejenak untuk mengisi energy dikala kita bekerja misalkan dengan mendengarkan music kesukaan agar kita seorang introvert dapat kembali rileks setelah berkomunikasi dengan banyak orang.
 
Pandangan akan seorang pemimpin tegas, supel, dan mudah berkomunikasi dengan anggota tim menjadi kelemahan bagi seorang introvert. Tapi siapa bilang introvert tidak memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin? Sebagai seorang pemimpin, mendengarkan aspirasi dan suara dari anggota merupakan hal yang wajib dilakukan. Sikap diam seorang introvert membuat mereka menjadi pendengar yang baik. Mereka cenderung merefleksikan diri sendiri terlebih dahulu sebelum berbicara sehingga pesan yang disampaikan tepat guna. Implementasi ide dan rencanapun akan lebih matang karna keahliannya dalam analisa, juga kesabaran dalam mendengarkan serta mengevaluasi setiap ide yang masuk. 
 
Tips-tips diatas memang terlihat mudah. Namun, lain hal untuk seorang introvert. Asalkan disertai dengan kemauan, komitmen dan keberanian dalam bertindak menjadikan sebuah kunci utama dalam perubahan dan kesuksesan. Tanpa itu semua, tidak akan mendapatkan hasil terbaik. Kita sebagai introvert tidak boleh kalah dengan ekstrovert
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis