Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Empati adalah Hal yang Dibutuhkan untuk Mendapatkan Kesuksesan

Empati adalah Hal yang Dibutuhkan untuk Mendapatkan Kesuksesan


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jun 20, 2019

Empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain (KBBI). Empati nampaknya hampir tidak diperhitungkan dalam dunia bisnis. Namun kenyataannya, empati adalah hal yang dibutuhkan untuk mendapatkan kesuksesan. Bagaimana bisa? Pertama, jika memiliki empati, kita akan mampu untuk memahami posisi dan perasan yang dialami oleh orang lain. Kita tidak akan bersikap semena-mena dan seenaknya saja. Empati juga membantu kita untuk mengerti apa yang sedang dialami oleh orang lain. Kedua, empati dapat menghubungkan kita dengan orang-orang yang tepat. Otak manusia diprogram untuk dapat melihat dan terhubung dengan pengalaman orang lain. Kita selalu berusaha untuk mencari kesamaan dan melakukan penyelarasan. 
 
Nah, itulah sebabnya, kita harus memiliki empati dalam diri karena memiliki banyak manfaat bagi kesuksesan. Mari kita simak 5 manfaat utama yang dihasilkan jika kita memiliki empati.
 
1. Identitas.
Empati memengaruhi identitas diri. Kita cenderung menilai diri dengan memerhatikan orang-orang yang menghabiskan waktu bersama dengan kita. Nah, saat memiliki empati, kita dapat mengetahui jelas siapa dan seperti apa kita. 

2. Kerjasama. 
Empati bermanfaat untuk meningkatkan kerjasama tim. Empati juga membantu tim dapat melakukan hal bersama secara efektif. Dalam sebuah penelitian, proses pengambilan keputusan melibatkan empati di dalamnya dapat meningkatkan kerjasama tim dan menumbuhkan empati di dalam diri setiap anggota tim. Ya, saat menunjukkan empati, kita dapat menumbuhkan empati dalam diri orang lain. 
 
3. Inovasi.
Empati dapat memperluas wilayah dan juga pola pikir yang dimiliki seseorang serta mampu untuk menguji ide-ide baru yang belum diketahui sebelumnya. Inilah yang menjadi bagian dalam proses menciptakan inovasi. Tentu saja, membuat inovasi sangatlah penting bagi kemajuan karier. Inovasi membuat kita terus bertumbuh dan mengalami peningkatan. Kita tidak akan pernah mengalami kebuntuan bahkan kemunduran karier. 

4. Memberikan pengaruh.
Selain bermanfaat bagi komunitas, empati juga menghasilkan manfaat bagi individu. Empati dapat meningkatkan kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk menunjukkan siapa kita, memberikan pengaruh bagi orang lain dan membuat kita mampu untuk menempatkan diri pada posisi orang lain. Biasanya, kita membutuhkan hal tersebut saat berdiskusi. Dengan empati, kita juga mampu menerima sudut pandang orang lain terlebih dahulu dan membawa orang tersebut masuk ke dalam pandangan kita sendiri. Empati sangat dibutuhkan saat kita tidak setuju dengan pendapat orang lain. Ketika memiliki kesamaan dengan orang lain, kita akan mudah untuk memiliki empati, tetapi ini tidak akan mudah saat kita memiliki pemikiran yang berbeda dengan orang lain. Empati membuat kita mampu untuk memahami perbedaan yang ada dan melihat sesuatu dari sudut pandang lain, bukan hanya sudut pandang kita sendiri. Empati memang tidak dapat mengubah pikiran, tetapi dapat membantu kita untuk lebih menghargai orang lain dan terhubung dengan cara yang tepat.
 
5. Empati dan tindakan.
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk berempati. Pertama, kita dapat berempati dengan mempertimbangkan pemikiran orang lain. Kita membayangkan bagaimana rasanya menjadi seseorang dan apa yang akan dipikirkan saat kita berada di posisinya. Inilah yang disebut dengan empati kognitif. Kedua, kita dapat berempati dengan memfokuskan diri pada perasaan orang lain. Kita membayangkan seperti apa perasaan yang dimiliki saat berada di posisi orang tersebut. Inilah yang disebut dengan empati emosional. 
 
Empati kognitif dan empati emosional sama-sama memiliki manfaat bagi identitas, kerjasama, memberikan pengaruh dan memperluas pola pikir yang kita miliki. Kita akan lebih mudah untuk mengerti keadaan yang dialami seseorang saat membayangkan diri sendiri dalam situasi tersebut. Tentu saja, ini akan sangat menguntungkan jika kita memiliki kemampuan empati kognitif dan empati emosional. Kita akan mampu untuk mengerti dan menghargai pemikiran serta perasaan yang dimiliki orang lain. Ini memampukan kita untuk tidak menjadi orang yang egois. Yang terpenting adalah tindakan. Jika memiliki kemampuan untuk berempati secara kognitif maupun emosional, itu tidak akan berarti jika kita tidak melakukan tindakan nyata. Semua rasa empati yang kita miliki harus tercermin dalam tindakan nyata yang penuh dengan belas kasih. 
 
Tindakan berempati berarti memahami perjuangan yang dihadapi oleh rekan kerja, bersedia untuk menawarkan bantuan atau menghargai perbedaan pendapat yang dimiliki orang lain. Empati juga dapat tercermin dalam tindakan saat kita mampu berdebat dengan cara yang sehat dan menemukan solusi terbaik. Berempati juga dapat dicerminkan dengan mempertimbangkan pendapat rekan kerja lain dan memberikan saran yang dapat membantu tim mencapai kesuksesan. 
 
Orang lain mungkin tidak akan dapat mengingat tindakan yang kita buat, tetapi mereka akan mengingat bagaimana kita membentuk perasaan mereka. Dengan memiliki empati, kita dapat memastikan bahwa tindakan yang dilakukan dapat menciptakan perasaan positif yang akan diingat dalam jangka panjang. Dengan begitu, kita akan mampu membangun hubungan positif dan menghasilkan hal yang positif juga. Tentu saja, ini akan berdampak baik bagi organisasi dan diri kita sendiri.
 
Jadi, siapapun dan apapun posisi kita cobalah untuk selalu memiliki empati dan menunjukkannya dalam tindakan nyata. Kita harus memiliki empati saat menyampaikan ide yang dimiliki atau saat bekerja sama dengan tim. Dengan begitu, kita akan mampu bekerjasama dengan baik dan mencapai tujuan yang dimiliki. Hasil lainnya? Kita akan dipandang sebagai orang yang memiliki nilai. Kita juga akan memiliki pola pikir yang lebih luas yang dapat membantu mencapai tujuan pribadi. Yuk, mulai sekarang, kita melatih diri untuk berempati dan mewujudkannya dalam tindakan nyata.
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis