Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Cara Menulis Surat Lamaran Kerja

Cara Menulis Surat Lamaran Kerja


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 18, 2019

 
Memang tidak dapat disangkal lagi bahwa melamar pekerjaan di zaman sekarang sangatlah sulit. Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan benar-benar semakin ketat, bahkan ini memakan waktu yang cukup lama. Kondisi seperti ini sering membuat para kandidat yang baru lulus atau karyawan yang mencari pekerjaan baru, menjadi pengangguran untuk sementara. 
 
Telah banyak artikel yang membahas tentang cara sukses untuk menghadiri sesi wawancara, cara jitu menjawab pertanyaan pewawancara, dan lain sebagainya. Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang bagaimana sih cara menulis surat lamaran kerja yang benar dan mendapatkan peluang besar untuk dipanggil ke sesi wawancara. Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 
 
Masih banyak perekrut yang memerlukan surat lamaran sebagai poin pertimbangan lain selain CV yang kita berikan kepada perusahaan saat melamar kerja. Nah, jika rekan-rekan Career Advice menemukan persyaratan untuk mencantumkan surat lamaran kerja, jangan sia-siakan kesempatan ini! Ini adalah kesempatan emas agar rekan pembaca bisa menonjol dari ratusan atau ribuan pelamar lainnya. 
 
Ada beberapa jenis dalam menulis surat lamaran pekerjaan yang benar dan benar-benar disukai oleh perekrut. Berikut adalah beberapa tips dari para profesional untuk cara menulis surat lamaran kerja yang benar-benar tepat sasaran: 
 
1. Sertakan Nama Perekrut
Poin pertama ini cukup menarik! Kami menyarankan rekan-rekan Career Advice untuk mencari tahu siapa nama perekrut dari perusahaan yang rekan pembaca lamar. Sebisa mungkin hindari penulisan yang umum seperti, “Kepada Yth” di kanan atas, atau jika surat lamarannya dalam Bahasa Inggris, maka hanya menulis “To Whom It May Concern”. Hmm, ini terlalu umum. Coba deh lakukan riset singkat siapa nama perekrut dan cantumkan nama mereka di surat lamaran kita, ini akan lebih cantik. 
 
2. Mudah untuk Dibaca
Usahakan sebisa mungkin, semua konten yang kita tulis di surat lamaran tidak terlalu panjang dan mudah untuk dibaca. Percaya deh, tidak akan ada perekrut yang suka membaca surat lamaran yang terlalu banyak dan rumit untuk dibaca. Buat surat lamaran rekan pembaca singkat, dan mudah dibaca ya. Kami yakin dengan begitu Anda akan masuk ke dalam daftar kandidat yang akan segera diwawancara. 

3. Singkat dan Spesifik
Perekrut tidak punya waktu yang banyak untuk membaca semua konten surat lamaran dari para kandidat. Ada ratusan surat lamaran kerja yang harus mereka baca dan analisa untuk mencari yang terbaik. 
 
Tulis kalimat yang singkat, padat dan jelas untuk meringkas karier kita. Pastikan kalimat singkat tersebut benar-benar relevan dengan perusahaan yang dimaksud. Sebagai contoh:
“Saya memiliki lebih dari 10 tahun pengalaman kepemimpinan, pemasaran dan komunikasi. Kompetensi inti saya meliputi pembuatan konten, analisis data, dan branding perusahaan, yang mana ini sangat berhubungan dengan Perusahaan XYZ yang memiliki visi…..” 

4. Tulis Referensi dari Perusahaan yang Bersangkutan
Inilah mengapa kita sangat penting untuk memiliki relasi yang baik dengan semua orang. Mana tahu, rekan pembaca mengenal teman akrab yang bekerja di perusahaan yang sedang Anda lamar sekarang. Jika ada, maka cantumkan nama mereka sebagai referensi.
 
Dengan mengenal seseorang di dalam perusahaan tersebut, kita akan maju ke wawancara dengan lebih cepat. 
 
5. Buat Surat Lamaran Berbeda dari CV 
Sebagian besar perekrut yang kami wawancarai mengatakan bahwa mereka sering sekali menemukan surat lamaran yang benar-benar biasa banget, tidak terlalu menarik. Kenapa begitu? Kebanyakan dari kita menulis daftar pencapaian dan pengalaman kerja dari perusahaan-perusahaan sebelumnya. Masalahnya, apa yang kita tulis di CV sama persis dengan apa yang kita sertakan di surat lamaran. Lah, terus apa bedanya dong? Maka dari itu, kami menyarankan rekan-rekan Career Advice untuk menulis sesuatu yang lebih dan menarik di dalam surat lamaran. Buat diri kita lebih menonjol dari kandidat lainnya. 
 
6. Jangan Terlalu Lebay (Berlebihan)
Meskipun kami menyarankan rekan-rekan Career Advice untuk menonjolkan kelebihan diri di dalam surat lamaran kerja, namun perlu diingat juga untuk tidak berlebihan. Tulis segalanya dengan jujur dan apa adanya. Jika kita tidak memiliki pencapaian yang banyak, tidak perlu berbohong. Cukup sebutkan apa saja kelebihan kita yang memang relevan dengan apa yang mereka cari dalam diri kandidat. 
 
7. Tunjukkan Passion Kita
Meskipun mencari kerja itu memang susah dan kebanyakan dari kita cenderung melamar pekerjaan ke banyak perusahaan. Namun, pastikan saat kita menulis surat lamaran kerja, kita benar-benar menunjukkan bahwa kita menginginkan pekerjaan dari perusahaan INI, bukan dari perusahaan APA SAJA. Buat surat lamaran yang benar-benar menampilkan bahwa passion kita sangat berguna dan cocok untuk dipekerjakan di perusahaan tersebut. Bukan di perusahaan mana saja yang bisa menerima kita sebagai karyawan. 
 
8. Buat Diri Lebih Unggul 
Salah satu responden kami mengatakan bahwa beliau pernah merasa sangat terkesima dengan isi surat lamaran salah satu kandidat yang menyatakan: 
“Saya tahu mungkin bapak atau ibu sangat sibuk, namun saya sangat yakin bahwa saya adalah kandidat yang sangat tepat untuk posisi ini, sehingga bapak dan ibu tidak perlu mencari lebih jauh. Kelebihan saya yang sangat relevan dengan perusahaan ini adalah…”.
Mungkin ini terdengar sedikit ‘mendikte’, namun ini sangat menarik dan perlu dicoba. Secara tidak langsung, kita membuat diri kita lebih unggul dari kandidat lainnya.
 
9. Menjadi Unik 
Seperti yang sudah dibahas di poin sebelumnya, hindari menulis poin-poin yang sama dengan di CV saat kita menulis surat lamaran kerja. Percayalah, itu hanya membuang-buang waktu saja. Pergunakan surat lamaran untuk memamerkan apa yang membuat kita unik, dan kelebihan kita ini sulit untuk dicari pada kandidat lainnya. Kita harus bisa menawarkan sesuatu yang baru, tak terduga dan berbeda dari biasanya. 

10. Cantumkan Kata Kunci
Perkembangan teknologi telah membantu para perekrut lebih mudah dalam mencari kandidat yang ‘pas’ dengan perusahaan mereka. 
 
Sebagian besar perusahaan besar zaman sekarang menggunakan Sistem Pelacakan Pemohon (ATS) untuk mencari kecocokan kandidat dengan "kata kunci" pada surat lamaran dan CV mereka. Pastinya, surat lamaran kerja yang ditulis dengan baik dan tepat akan membedakan kita dari kandidat lainnya. 
 
Jadi, penting untuk kita mempelajari dengan cermat postingan dari lowongan pekerjaan atau iklan kerja, dan memasukkan beberapa kualifikasi yang disebutkan ke dalam surat lamaran dan CV kita. Kata-kata di dalam kualifikasi tersebut adalah yang kita sebut sebagai ‘kata kunci’. 
 
Mencari kerja di zaman sekarang memang gampang-gampang susah. Bahkan, mungkin bisa dikatakan sangat susah. Tapi, rekan-rekan Career Advice harus selalu percaya dan yakin bahwa tidak ada usaha yang menghianati hasil. Teruslah berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan dengan menjadi yang ‘paling berbeda’ dari kandidat lainnya. So, selamat mencari pekerjaan yang Anda inginkan ya rekan-rekan Career Advice. Salam sukses!
Featured Career Advices
2 Kunci Sukses Menjalankan Usaha Kecil

2 Kunci Sukses Menjalankan Usaha Kecil

Bagaimana Cara Keluar dari Rapat Kerja yang Tidak Penting?

Bagaimana Cara Keluar dari Rapat Kerja yang Tidak Penting?

4 Cara Mengatasi Kecanduan Gadget

4 Cara Mengatasi Kecanduan Gadget

6 Tips Merancang Agenda Rapat yang Efektif

6 Tips Merancang Agenda Rapat yang Efektif

CEO adalah Anda

CEO adalah Anda

4 Hal yang Dapat Dilakukan di Lingkungan Kerja Baru

4 Hal yang Dapat Dilakukan di Lingkungan Kerja Baru

9 Rahasia Sukses Memiliki Perjalanan Karier yang Hebat

9 Rahasia Sukses Memiliki Perjalanan Karier yang Hebat

5 Bidang Pekerjaan yang Dibutuhkan Saat Memulai Bisnis

5 Bidang Pekerjaan yang Dibutuhkan Saat Memulai Bisnis

10 Manfaat Kerjasama Tim

10 Manfaat Kerjasama Tim

3 Situasi Komunikasi yang Mengharuskan Kita Tutup Mulut

3 Situasi Komunikasi yang Mengharuskan Kita Tutup Mulut

 Ilmu Berkomunikasi dengan 5 Tipe Orang Menyebalkan

Ilmu Berkomunikasi dengan 5 Tipe Orang Menyebalkan

5 Langkah Membuat Rencana Pemasaran yang Luar Biasa

5 Langkah Membuat Rencana Pemasaran yang Luar Biasa

Perfeksionis Adalah Sifat yang Perlu Dihindari

Perfeksionis Adalah Sifat yang Perlu Dihindari

4 Kemampuan Manajerial yang Harus Dimiliki di Era Digital

4 Kemampuan Manajerial yang Harus Dimiliki di Era Digital

6 Prediksi tentang Lingkungan Kerja di Masa Depan

6 Prediksi tentang Lingkungan Kerja di Masa Depan

10 Fakta Rasa Bahagia dari Seluruh Dunia

10 Fakta Rasa Bahagia dari Seluruh Dunia

Pikirkan 7 Hal Ini Sebelum Membuat Fintech Startups

Pikirkan 7 Hal Ini Sebelum Membuat Fintech Startups

Ruang Co-Living Menjadi Inovasi Terbaru di Indonesia

Ruang Co-Living Menjadi Inovasi Terbaru di Indonesia

Pembahasan Politik di Lingkungan Kerja

Pembahasan Politik di Lingkungan Kerja

6 Cara Menghilangkan Rasa Malu

6 Cara Menghilangkan Rasa Malu

10 Sikap Negatif yang Dapat Mengganggu Kenyamanan Lingkungan Kerja

10 Sikap Negatif yang Dapat Mengganggu Kenyamanan Lingkungan Kerja

Bagaimana Mengubah Proses Pemasaran Produk Menjadi Lebih Baik?

Bagaimana Mengubah Proses Pemasaran Produk Menjadi Lebih Baik?

3 Tips untuk Merenovasi Strategi Bisnis

3 Tips untuk Merenovasi Strategi Bisnis

5 Latihan Kreativitas untuk Mencari Semangat Hidup

5 Latihan Kreativitas untuk Mencari Semangat Hidup

7 Aturan Penggunaan HP di Tempat Kerja

7 Aturan Penggunaan HP di Tempat Kerja

5 Cara Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri

5 Cara Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri

5 Pertanyaan Penting Sebelum Memutuskan Tujuan Karier

5 Pertanyaan Penting Sebelum Memutuskan Tujuan Karier

Kesederhanaan Adalah Sumber Kebahagiaan Hidup

Kesederhanaan Adalah Sumber Kebahagiaan Hidup

3 Cara Meningkatkan Fokus dan Menyegarkan Pikiran

3 Cara Meningkatkan Fokus dan Menyegarkan Pikiran

8 Ciri Tim yang Kreatif dan Inovatif

8 Ciri Tim yang Kreatif dan Inovatif