Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Kiat Melamar dengan Nilai IPK Rendah

4 Kiat Melamar dengan Nilai IPK Rendah


STUDILMU Users
by Susanti Yahya
Posted on Jul 23, 2018

Perguruan tinggi terasa seperti hanya sekejap mata dan tanpa terasa anda sudah lulus.  Anda memiliki kesempatan wawancara dan anda  merasa takut karena IPK rendah anda akan menghalangi posisi impian anda. Apa yang bisa anda lakukan?
 
Dalam penelitian terbaru, ditemukan bahwa 67 persen perusahaan menganggap IPK adalah hal yang penting dalam merekrut para lulusan. Jika anda tertarik untuk bekerja di bidang seperti keuangan, hukum, teknik, atau ilmu komputer, IPK luar biasa biasanya diperlukan dalam memperoleh posisi yang anda inginkan. Sering kali manajer pemberi kerja memanfaatkan IPK untuk menilai keterampilan dalam pemecahanan masalah dan memprediksi keberhasilan pelamar.
 
Jika anda bukanlah siswa terbaik di perguruan tinggi, berjuang mempertahankan pekerjaan paruh waktu, atau dikubur di bawah terlalu banyak kegiatan ekstrakurikuler, cobalah menerapkan kiat bermanfaat ini untuk mengatasi siswa senior "GPA Blues."
 
1. Tinggalkan IPK anda.
Jangan sertakan IPK anda kecuali anda memiliki IPK yang luar biasa atau secara khusus ditanyakan oleh pemberi kerja. Secara umum, jika anda membutuhkan IPK tertentu untuk mendaftar, biasanya perekrut mencari pelamar dengan IPK 3,0 atau lebih. Apakah IPK Anda lebih tinggi? Jika ya, masukkan skor itu pada surat lamaran anda.
 
2. Sempurnakan Aplikasi Anda.
Cara mengkompensasi skor IPK rendah anda adalah dengan aplikasi surat lamaran yang bagus. Untuk menarik manajer perekrutan, tunjukkan bahwa Anda adalah mahasiswa yang berpengetahuan luas dengan ambisi, keterampilan, dan kemampuan kepemimpinan!
 
Sesuaikan surat lamaran anda dengan menambahkan kata-kata aksi yang terperinci pada deskripsi pekerjaan. Cantumkan frasa seperti "pemikiran cepat" atau "penyelesaian masalah yang rumit" untuk menunjukkan kemampuan komunikasi dan teknis anda.
 
Buat surat lamaran yang menceritakan pemgalaman anda. Ekspresikan mengapa Anda tertarik dengan perusahaan dan cara anda menyampaikannya..
 
Tambahkan surat rekomendasi kerja (jika diperlukan) ke aplikasi anda dan pastikan anda menghubungkan tautan ke portfolio digital atau situs web pribadi.
 
3. Dapatkan Referensi.
Referensi karyawan adalah cara termudah untuk memisahkan surat lamaran anda dari yang lain. Ini adalah kesempatan anda untuk melatih keterampilan jaringan anda dalam meningkatkan aplikasi Anda, sampai pada akhirnya anda mendapatkan pekerjaan. Carilah jaringan profesional anda melalui rekan atau profesor sebagai sumber daya untuk referensi. Jangan lupa, jika Anda dirujuk ke suatu posisi, sebutkan dalam surat lamaran anda. Ini bertindak sebagai "built in recommendation."
 
4. Fokus pada peluang yang lebih baik yang lebih cocok untuk Anda.
Sayangnya, berbagai perusahaan sangat ketat dalam persyaratan IPK. Jika mereka membutuhkan 2,7, peluang anda mungkin tipis atau bahkan nihil. Carilah pekerjaan yang fleksibel dengan skor IPK, dan cocok dengan kemampuan anda. Jika anda unggul dalam pekerjaan ini, anda mungkin dapat berputar balik di sekitar perusahaan tempat anda pertama kali ingin bekerja. Carilah konselor yang dapat membantu anda mengevaluasi kembali opsi anda. Anda pasti tidak akan menjadi orang pertama yang melenggang ke pusat karir dengan pertanyaan IPK.
 
Pada akhirnya, jika anda tidak puas dengan IPK anda, ubahlah! Bahkan jika anda berada di semester pertama tahun pertama atau semester terakhir tahun terakhir anda, setiap nilai anda diperhitungkan. Capailah IPK Anda dengan serius, tetapi pahamilah bahwa itu bukanlah segalanya ketika mendaftar sebuah pekerjaan tertentu.
 
Apakah IPK yang anda miliki buruk? Atau hampir mendekati buruk? Sekarang banyak perusahaan besar yang berevolusi, yang tidak hanya menilai dari IPK saja. Salah satu perusahaan besar tersebut adalah Google:
 
"Google terkenal dengan meminta semua pelamar untuk menyerahkan  transkrip dan IPK dan juga nilai tes, tetapi saat ini tidak lagi, kecuali jika anda hanya dalam beberapa tahun keluar dari sekolah atau perkuliahan. Kami menemukan bahwa orang-orang tersebut tidak memprediksi apa pun." - Laszlo Bock, Senior Vice President Google untuk Operasi People
Featured Career Advices
Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal