Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Cara Menghilangkan Pikiran Negatif

Cara Menghilangkan Pikiran Negatif


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
Pikiran negatif dan positif setiap harinya berjuang mendapatkan ‘tempat spesial’ di otak kita. Namun, semuanya kembali lagi kepada diri kita sendiri, apakah akan membiarkan pikiran negatif atau positif yang mendominasi pikiran kita? Pikiran negatif adalah segala hal yang negatif atau menakutkan yang dipikirkan oleh otak kita, sehingga membuat diri kita menjadi tidak semangat, ketakutan, penuh kekhawatiran atau berasumsi negatif kepada orang lain. Bagaimana dengan pikiran negatif? 
 
Untuk lebih jelasnya, coba sekarang kita beralih ke dua skenario yang dapat menghilangkan pikiran negatif. Skenario pertama adalah sebagai berikut:
 
Rekan pembaca sedang berusaha mencari pekerjaan, sudah 20 perusahaan lebih selama 3 bulan yang Anda lamar dan mendapatkan 15 tawaran wawancara kerja. Namun, semua hasil wawancara menyatakan bahwa Anda ditolak di perusahaan mereka. Penolakan ini terus terjadi sampai Anda melabelkan diri Anda sebagai orang yang gagal. Tidak hanya itu, rekan pembaca menganggap diri Anda sebagai pecundang dan berhenti mencari pekerjaan. 
 
Skenario kedua adalah, rekan pembaca mengalami putus cinta setahun yang lalu. Ini sangat mengganggu karier Anda dan membuat rekan pembaca tidak percaya lagi dengan cinta. Bahkan, Anda mungkin tidak tahu bisa percaya dengan orang lain lagi atau tidak. Semua orang yang datang ke dalam kehidupan Anda tidak bisa mendapatkan kepercayaan dari Anda. Dua skenario di atas disebut sebagai pikiran negatif otomatis atau automatic negative thoughts (ANTs). 
 
Menurut penelitian yang berkembang, ketika kita memiliki pikiran negatif, otak akan melepaskan sinyal kimia dan listrik yang mengaktifkan sistem limbik. Seiring waktu, surplus pikiran negatif membebani sistem limbik yang menyebabkan transmisi kimia dan masuk ke jalur saraf di otak. Nah ketika ini terjadi, kita pasti akan mengalami kemurungan, cepat marah, cemas, bahkan depresi.
 
Di sisi lain, pikiran negatif juga baik untuk kehidupan kita. Pikiran ini mengembangkan struktur di dalam otak yang dapat melindungi kita dari perasaan terluka dan patah hati. Pikiran negatif ini merupakan bentuk pikiran yang dapat melindungi kita dari bahaya sebelum itu benar-benar terjadi. 
 
Meskipun pikiran negatif juga memiliki dampak positif, namun jika pikiran ini terlalu mendominasi pikiran kita, maka ini akan membuat hidup kita menjadi tidak tenang. Namun, rekan pembaca tidak perlu khawatir, karena pada artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana cara menghilangkan pikiran negatif.  
 
Untuk cara menghilangkan pikiran negatif ini, kita perlu mengenali beberapa jenis pikiran negatif. Berikut adalah 6 jenis pikiran negatif. 
 
1. Semua atau Tidak Sama Sekali Berpikir
Jenis pikiran negatif ini terjadi jika kita selalu memiliki pemikiran yang ekstrem dan selalu melihat segala sesuatu sebagai hal yang negatif. Dalam kata lain, saat kita memandang suatu hal, tidak ada sedikitpun sisi positif yang ada di dalamnya. Contoh pemikiran dari jenis pikiran negatif ini adalah, “Saya tidak akan bisa lolos dalam wawancara kerja ini. Saya gagal tes psikotes dan wawancara kerja yang saya lakukan kemarin. Saya sangat bodoh dan tidak bisa bersaing dengan yang lain”. Dan, maksud dari “semua atau tidak sama sekali berpikir” adalah kita memandang semua hal menjadi negatif, dan tidak sama sekali berpikir bahwa ada kebaikan di dalam hal tersebut. 
 
2. Terlalu Berpikir dengan Perasaan 
Pikiran negatif ini menjadi pemikiran umum yang memberikan kesan bahwa apa yang kita pikirkan adalah sebuah kebenaran yang mutlak. Masalahnya, otak kita tidak mempertanyakan apa alasan yang kuat dari pikiran negatif yang kita miliki, melainkan ini menjadi pikiran otomatis yang menjadi dasar dari tindakan kita. Pikiran negatif ini muncul dengan membuat kesimpulan negatif tentang kebiasaan, perilaku atau sebuah tujuan. Contoh pernyataan dari jenis pikiran negatif ini, “Saya merasa seperti orang yang gagal dan bodoh”.
 
Dari pernyataan tersebut, kita tidak mencoba mencari tahu, mengapa kita berpikir seperti itu? Tapi, pikiran negatif ini sudah diyakini sebagai sebuah kebenaran. 
 
3. Permainan Menyalahkan
Jenis ketiga dari pikiran negatif ini adalah pemikiran negatif yang cenderung mengalihkan tanggung jawab pribadi atas tindakan mereka pada orang lain. Mereka menganggap bahwa sesuatu hal yang menjadi masalah bukan berasal dari tindakan mereka, namun karena faktor lain. Dalam hal ini, mereka selalu menyalahkan orang lain atau bergantung pada seseorang atau sesuatu yang tidak pernah bisa mengendalikan hidup mereka. Sebagai contoh, “Karena kesalahan yang dia perbuat, saya jadi tidak mendapatkan promosi” atau “Dia adalah penyebab dari rasa sakit yang saya rasakan sekarang” dan perasaan menyalahkan lainnya. 
 
4. Pelabelan yang Buruk
Rekan pembaca ingat kan contoh skenario pertama di atas, tentang seseorang yang menyerah dengan banyaknya penolakan kerja yang dia terima? Nah, jenis pikiran negatif yang keempat ini adalah melabelkan diri kita menjadi seorang yang buruk atau benar-benar negatif. Contohnya, “Saya sangat pecundang”, “Saya telah gagal” atau “Saya adalah orang yang bodoh”. 
 
5. Memprediksi Hasil yang Buruk
Pada jenis yang kelima ini, pikiran negatif yang sudah mendominasi otak kita membuat kita memprediksi hal-hal yang buruk akan terjadi di masa depan. Bahkan yang lebih menyedihkannya lagi adalah kita menganggap bahwa sebuah keberuntungan hanyalah sebuah angan-angan belaka. Sebagai contoh, “Saya sepertinya tidak akan pernah bisa bekerja di perusahaan bonafit seperti itu, sudahlah tidak ada gunanya semua usaha yang saya lakukan ini”. 
 
6. Berpikir Negatif Terhadap Orang Lain
Jenis pikiran negatif otomatis ini membuat kita cenderung berpikir bahwa orang lain tidak menyukai kita atau orang lain memiliki sifat yang buruk, tidak seperti kita. Pikiran ini menyimpulkan bahwa tidak ada orang yang bersikap baik kepada kita. Contoh pernyataan dari jenis pikiran negatif ini adalah, “Bos saya sangat membenci saya, karena dia selalu berpikiran negatif tentang saya”, “Rekan-rekan kerja saya tidak menghormati saya sebagai pemimpin mereka, mungkin mereka iri dengan posisi saya sekarang”. 
 
Nah rekan-rekan Career Advice, keenam jenis pikiran negatif di atas jika dibiarkan begitu saja dapat melumpuhkan hubungan interpersonal dan kehidupan profesional kita loh! Hmm sangat bahaya, bukan? Tapi, tenang saja. Untungnya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan pikiran negatif tersebut. Berikut adalah solusinya. 
 
1. Coba Identifikasi Jenis Pikiran Negatif Otomatis yang Kita Hadapi
Langkah pertama yang perlu kita ambil adalah mengidentifikasi jenis pikiran negatif otomatis yang kita hadapi dari enam jenis pikiran negatif di atas. Coba tanyakan beberapa pertanyaan kepada diri Anda, “Apakah saya terus menyalahkan orang lain?” “Apakah saya memberikan label negatif pada diri saya sendiri?” dan seterusnya. 
 
2. Hadapi Pikiran Negatif dengan Pikiran Positif
Lawan pikiran negatif yang kita miliki dengan ratusan pikiran yang positif. Coba ambil selembar kertas kosong, tulis pikiran negatif otomatis yang terus-menerus mengganggu kita di dalam satu kolom. Dan di kolom sebelahnya, tuliskan beberapa peristiwa yang menjadi penyebab pikiran negatif tersebut. Kemudian di kolom ketiga, coba rekonstruksi pikiran-pikiran negatif ini menjadi pikiran yang positif. Sebagai contoh:
 
Pikiran lama: “Sepertinya, saya tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan. Tidak ada gunanya saya berusaha dengan keras”
Pikiran baru: “Untuk mendapatkan karier impian, saya membutuhkan usaha dan strategi yang maksimal. Oleh karena itu, saya akan terus bekerja keras”.
 
3. Bertenang dan Meditasi
Jika pikiran negatif selalu menghinggapi pikiran kita, mungkin kita terlalu sibuk dengan banyak hal. Kesibukan yang tiada henti akan memudahkan pikiran negatif datang kepada kita. Jadi, cobalah untuk membuat diri kita tenang atau melakukan meditasi agar pikiran positif mendominasi otak kita. 
 
4. Mencari Bantuan Profesional
Solusi lainnya adalah mencari bantuan profesional seperti meminta bantuan dan dukungan dari para mentor. Jika semua cara sudah dilakukan namun pikiran negatif tetap mendominasi kita, langkah ini bisa menjadi solusi yang tepat. 
 
Nah, itu dia enam jenis pikiran negatif otomatis dan cara ampuh dalam menghilangkan pikiran negatif. Apabila hal ini masih terjadi pada rekan-rekan Career Advice, yuk sama-sama kita menghilangkan pikiran negatif yang merugikan ini. Semangat terus ya, rekan-rekan Career Advice. 
Featured Career Advice
Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

Entrepreneurship

Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Marketing & Sales

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

Self Improvement

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

Self Improvement

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Motivation

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

Happiness

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

Entrepreneurship

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Self Improvement

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

Innovation

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

Leadership

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

Generation Millennials & Z

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

Resume & Interviewing

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

Self Improvement

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

Entrepreneurship

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

Leadership

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

Entrepreneurship

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

Entrepreneurship

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

Productivity

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

Customer Service

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

Innovation

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

Emotional Intelligence

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

Marketing & Sales

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

Happiness

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

Self Improvement

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

Self Improvement

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

Self Improvement

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

Self Improvement

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

Generation Millennials & Z

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

Innovation

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

Generation Millennials & Z

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z