Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Apa yang Harus Dilakukan Setelah Menerima Umpan Balik?

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Menerima Umpan Balik?


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on May 08, 2019

 
Umpan balik adalah sesuatu yang sering dijumpai dalam perjalanan karier kita. Ketika kita melakukan sesuatu yang salah atau kurang tepat, akan sangat mungkin kita diperhadapkan dengan umpan balik. Umpan balik yang tepat dapat membuat perjalanan kita mengalami kemajuan. Tetapi, itu tergantung pada si penerima. Jika penerima merespon umpan balik tersebut dengan baik, maka itu akan membuatnya mengalami pertumbuhan karier. Respon kita terhadap umpan balik yang kita terima akan memberikan dampak yang besar. Oleh karena itu, kita harus mampu merespon umpan balik dengan cara yang tepat agar kita mengalami pertumbuhan karier, bukan kemunduran. 
 
Lalu, apa yang harus dilakukan setelah mendapatkan umpan balik agar kita dapat mengalami pertumbuhan karier? Kali ini, kita kan membahas 3 tahapan yang harus dilakukan setelah menerima umpan balik. Sehingga, ketika nantinya kita menerima umpan balik, kita mengetahui jelas apa yang harus dilakukan setelah menerima umpan balik tersebut. Dengan begitu, kita dapat mengalami pertumbuhan karier.
 
Tahap 1: Memikirkan Kembali
Tahap pertama yang harus dilakukan setelah menerima umpan balik adalah memikirkan kembali. Tahap ini bertujuan untuk menyatakan apa yang terjadi dan melakukan brainstorming tentang apa yang harusnya terjadi. Jauhkan diri dari segala tekanan saat kita berada dalam tahap ini. Di tahap ini, kita tidak memasukkan penilaian apapun pada hal-hal yang kita uraikan. Kita bertindak seolah-olah kita adalah orang ketiga yang netral. 
 
Di tahap ini, kita berfokus pada perilaku mendasar yang kita coba kembangkan tanpa memunculkan reaksi emosional yang dapat membuyarkan semuanya. Lalu, kita harus menanyakan beberapa hal terhadap diri sendiri. Pertanyaan yang perlu ditanyakan pada diri sendiri selama tahap ini adalah:
- Apa yang terjadi? Fakta apa yang mendorong terciptanya umpan balik? Mungkin saja kita mengetahui beberapa hal tetapi kita hanya diam. 
- Apa yang saya pikirkan? Hal apa yang saya pikirkan dan pertimbangkan dalam kejadian ini? Mungkin saja kita berpikir terlalu jauh. 
- Bagaimana perasaan saya saat ini? Emosi dan respon fisiologis apa yang muncul ketika saya mengalami kejadian tersebut? Misalnya telapak tangan kita langsung berkeringat atau kita merasa gugup. 
 
Dalam tahap ini yang terpenting adalah menguraikan semuanya tanpa ada yang perlu dimanipulasi. Jangan tambahkan opini atau pendapat pribadi di dalamnya.
 
Tahap 2: Memikirkan saat ini.
Tahap kedua yang harus dilakukan setelah menerima umpan balik adalah memikirkan saat ini. Pada tahap ini, tujuannya adalah mengidentifikasi tindakan ideal yang seharusnya kita lakukan. Perhatikan celah yang terjadi antara tindakan yang kita lakukan saat ini dengan tindakan alternatif yang dapat membantu kita menunjukkan perilaku mendasar yang harus dikembangkan. Pertanyaan yang perlu ditanyakan pada diri sendiri selama tahap ini adalah:
- Apa yang telah saya lakukan? Bagaimana respon yang saya berikan terhadap orang lain? Ini mungkin membuat kita terlihat tidak memiliki keterlibatan karena kita tidak mengatakan apapun.
- Apa yang seharusnya saya lakukan? Perbedaan apa yang dapat saya perbuat? Kita seharusnya dapat membagikan ide yang kita miliki. Walaupun kita merasa ide tersebut tidak masuk akal, opsi lain bisa saja menjadi hal yang sangat berkontribusi. 
- Apa yang menghalangi saya? Temukan faktor apa saja yang membuat kita menahan diri melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan. Ini bisa saja berkaitan dengan perasaan tidak aman, takut atau hal yang lebih sistematis lainya seperti kurangnya struktur rapat yang jelas. 
 
Tahap 3: Memikirkan hari depan.
Tahap ketiga yang harus dilakukan setelah menerima umpan balik adalah memikirkan hari depan. Ini adalah tahap terakhir untuk melakukan refleksi. Pada tahap ini, kita bertujuan untuk memperjelas hal yang akan kita lakukan di kemudian hari saat kita mengalami situasi yang sama. Pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri sendiri dalam tahap ini adalah:
- Apa yang akan saya lakukan di kemudian hari? Cobalah untuk membayangkan situasi yang sama yang kita hadapi di kemudian hari. Apa yang akan kita perbuat? Bayangkan skenario pikiran dan tuliskan reaksi emosi dan proses berpikir yang kita miliki. Ini mungkin akan memunculkan sebuah ide, pertanyaan, atau cara menangani masalah yang sistemik secara proaktif, seperti mengusulkan sebuah pertemuan dan mengirimkan agenda pertemuan terlebih dahulu melalui email. Sehingga, setiap orang memiliki kesempatan untuk mempersiapkan dirinya.
- Apakah saya siap untuk mengelola perasaan dan mengambil tindakan lain yang berbeda dari tindakan saya sebelumnya? Apa yang dapat saya lakukan untuk menyiapkan dan mengolah reaksi, emosi dan respon fisiologis saya nantinya? Kita dapat membuat daftar pertanyaan uang ingin ditanyakan dalam pertemuan berikutnya. Lalu, melatih diri untuk memberikan respon. Ini dapat membantu kita membangun kepercayaan diri dalam berbicara. 
- Bagaimana saya dapat memegang teguh tujuan yang saya miliki? Bagaimana saya dapat menggunakan kekuatan yang saya miliki dan menghadapi rintangan untuk mencapai tujuan tersebut? Kita dapat melatih diri sendiri atau meminta rekan kerja lain, bahkan seorang mentor untuk melatih kita. Pastikan kita meluangkan waktu untuk menuliskan semua ini dan membagikan tujuan tersebut dengan rekan kerja atau mentor kita. Ini akan membuat kita tetap bertanggung jawab dan lebih memungkinkan kita mencapai tujuan yang kita miliki. 
 
Itulah 3 tahap yang harus dilakukan setelah menerima umpan balik. Dengan menerapkan 3 tahap diatas, rekan pembaca akan mampu untuk menerima umpan balik dengan baik dan menggunakan umpan balik tersebut sebagai pemicu pertumbuhan karier yang semakin baik kedepannya. Dan tentunya, ini akan membantu Anda mencapai kesuksesan yang Anda impikan.
Featured Career Advices
5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang