Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 7 Aturan Penggunaan HP di Tempat Kerja

7 Aturan Penggunaan HP di Tempat Kerja


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jun 23, 2019

Halo rekan pembaca Career Advice, adakah di antara kita yang tidak suka berinteraksi dengan HP? HP merupakan teknologi yang memudahkan kita untuk terhubung dengan orang lain kapanpun dan dimanapun. Tentu kita semua suka berinteraksi dengan HP. Kita dapat saling memberikan kabar dan terhubung dengan orang-orang yang disayangi. Ya, ini adalah hal yang baik jika menggunakan HP dengan bijak. Sebaliknya, jika tidak menggunakan HP dengan bijak, HP akan menjadi hal yang sangat mengganggu, apalagi saat kita berada di tempat kerja.. HP dapat membuat kita kehilangan fokus. Dengan begitu, kita akan tergoda untuk melakukan penundaan dan menjalani hari yang tidak produktif. Melarang penggunaan HP di tempat kerja bukanlah sebuah solusi yang tepat. Bagaimanapun, kita memerlukan HP untuk dapat terhubung dengan rekan kerja, klien bahkan calon klien. 
 
Nah, untuk itu sebagai seorang pekerja yang dewasa dan profesional, kita harus memastikan bahwa memiliki aturan yang tepat dalam penggunaan HP di tempat kerja. Kita harus mengetahui waktu yang tepat untuk menggunakan HP. Dengan begitu, kita tidak akan terganggu dan dapat berkonsentrasi penuh dengan pekerjaan. Berikut adalah 7 aturan penggunaan HP di tempat kerja yang pelu kita ketahui.

1. Jauhkan HP.
Intensitas penggunaan HP yang terlalu sering dapat mengganggu produktivitas, sehingga kita perlu memberikan batasan waktu dalam menggunakannya. Agar tidak mudah tergoda, cobalah untuk menempatkan HP di tempat yang jauh dari jangkauan, seperti di dalam laci atau loker kerja. Tentu saja kita dapat memeriksanya sesekali agar tidak ada pesan atau panggilan penting yang terlewatkan. Kita hanya perlu memastikan bahwa tetap fokus pada pekerjaan. Dengan begitu, kita akan tetap produktif dan menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas.
 
2. Matikan nada dering. 
Kita harus memastikan bahwa HP berada dalam keadaan diam. Jika sedang berkomunikasi dengan seseorang akan hal yang penting, setel HP dalam keadaan getar, sehingga kita tidak akan mengganggu rekan kerja yang sedang fokus pada pekerjaan.  
 
Sekarang ini, penggunaan smartwatch juga sangat membantu kita untuk mengetahui siapa saja yang mengirimi pesan dan panggilan yang masuk tanpa harus berinteraksi dengan HP secara langsung. Ini memungkinkan untuk melihat apakah pesan yang masuk adalah hal yang benar-benar penting dan harus segera dijawab atau dapat dijawab nanti.
 
3. Gunakan HP hanya untuk panggilan yang penting saja.
Melakukan obrolan ringan dengan teman atau keluarga di jam kerja, bukanlah sebuah hal yang penting. Kita bisa melakukannya saat istirahat. Jika kita mendapatkan panggilan yang penting, tidak ada salahnya untuk menjawab panggilan tersebut, misalnya pihak sekolah menelpon dan mengatakan bahwa kita harus menjemput anak yang sakit. Ini adalah panggilan yang penting dan harus dijawab dengan segera. Atasan juga akan mengerti situasi yang kita hadapi. Namun, jika sahabat menelpon hanya untuk membicarakan rencana akhir pekan, kita dapat menundanya hingga jam istirahat.
 
4. Gunakan pesan suara untuk menjawab panggilan.
Salah satu cara yang dapat membantu agar kita tidak perlu mengangkat panggilan terus-menerus adalah dengan menggunakan pesan suara. Kita dapat mengatur pesan suara ini untuk menjawab panggilan yang tidak penting. Kita dapat memeriksa pesan suara tersebut dan menghubungi kembali saat memiliki waktu luang.
 
5. Temukan ruangan khusus untuk membuat panggilan.
Sekalipun kita sah-sah saja untuk melakukan panggilan di jam istirahat, ada baiknya jika kita melakukannya di sebuah ruangan khusus. Ya, ruangan yang tidak terdapat rekan kerja lain yang sedang beristirahat. Pastikan bahwa percakapan yang dilakukan juga tidak terdengar oleh siapapun. Dengan begitu, kita tidak akan mengganggu orang lain yang sedang beristirahat. Lagipula, kita tidak ingin orang lain mendengarkan hal-hal pribadi yang sifatnya rahasia, bukan? 

6. Tidak membawa HP ke kamar kecil.
Salah satu etika penggunaan HP di tempat kerja adalah tidak membawa HP ke kamar kecil. Mengapa? Bisakah kita bayangkan jika tiba-tiba klien menelpon dan kita menjawabnya sambil memperdengarkan suara air dari toilet? Ini menunjukkan bahwa kita tidak menghargai orang tersebut. Klien juga mungkin akan berpikir ulang untuk menjalin kerjasama lagi di lain waktu. 
 
7. Tidak menggunakan HP saat rapat.
Mengirim pesan dan melakukan panggilan bisa jadi merupakan bagian dari daftar pekerjaan, tetapi pastikan bahwa kita dapat menahan diri untuk tidak menggunakan HP saat rapat. Jika bisa, jangan membawa HP ke dalam ruangan rapat karena kita selalu ingin mencuri waktu untuk memeriksa pesan masuk, berselancar di media sosial, membuat status bahkan bermain games. 
 
Ini bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Bukankah kita berada dalam rapat tersebut untuk berdiskusi dan terlibat dalam topik pembicaraan? Jadi, hindari membawa HP ke dalam ruang rapat. Jika perlu memblok waktu untuk sebuah acara, bawalah catatan untuk menuliskan hal-hal penting atau mencatat jadwal yang kita miliki. Dengan begitu, kita dapat benar-benar fokus memerhatikan orang yang berbicara di depan dan menyampaikan ide-ide di dalam rapat. Ini menunjukkan bahwa kita dapat menghargai setiap orang yang hadir dalam rapat tersebut. Dengan begitu, rapat dapat berjalan interaktif, produktif dan menghasilkan keputusan yang tepat.
 
Nah, itulah 7 aturan penggunaan HP di tempat kerja. HP memang merupakan teknologi yang memudahkan kita untuk terhubung dengan siapa saja bahkan memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun, pastikan bahwa kita menggunakan HP dengan cara yang bijak dan pintar ya, rekan pembaca. Jangan sampai HP malah mengganggu dan membuat kita menunda-nunda pekerjaan. Jadilah pengguna teknologi yang cerdas dan bijak. Dengan begitu, kita akan tetap dapat fokus dan menghasilkan produktivitas yang tinggi untuk mendapatkan kinerja yang hebat dan hasil yang maksimal.
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis