Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Tips Pergaulan Sehat dalam Bisnis Tanpa Rasa Stres

5 Tips Pergaulan Sehat dalam Bisnis Tanpa Rasa Stres


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jun 10, 2019

Siapa yang suka pergi ke seminar atau konferensi untuk memperluas koneksi bisnis? Yap! saya yakin hampir semua dari kita pasti suka melakukannya. Terutama bagi para pebisnis, mereka sangat paham bahwa memperluas koneksi adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan di dalam bisnis. Koneksi yang luas akan membuat bisnis kita semakin berkembang dari waktu ke waktu. Kita akan bertemu dengan mitra bisnis atau klien baru yang tentunya sangat potensial. 
 
Namun, seringkali rasa stres menghantui kita dalam melakukan networking atau perluasan koneksi. Misalnya, kita takut bahwa kenalan bisnis kita ini adalah orang yang agresif, kita belum sempat berpikir secara matang tentang rencana kerjasama kita dengan mereka, namun mereka sudah menanyakannya berkali-kali. Ugh, itu kondisi yang sangat tidak nyaman!
 
Pada artikel kali ini, kami akan memberikan 5 tips spesial untuk rekan-rekan Career Advice tentang bagaimana membentuk pergaulan sehat di dalam bisnis, tanpa menghadapi rasa stres, ketakutan atau rasa was-was. 
 
Pergaulan yang sehat di dalam bisnis akan membawa kita pada hubungan kerjasama yang berlaku untuk jangka panjang, saling menguntungkan dan saling melengkapi antara satu mitra bisnis dengan mitra yang lainnya. Langsung saja yuk kita intip 5 tips yang sangat bermanfaat ini. 
 
1. Memberi tanpa Mengharap Sesuatu sebagai Imbalan.
Tip pertama yang sangat penting untuk kita terapkan di dalam bisnis adalah memberi tanpa mengharapkan imbalan. Ini tidak hanya berlaku di dalam bisnis loh. Nyatanya dalam setiap pergaulan sehat yang kita miliki, tidak mengharapkan imbalan apapun akan mengurangi rasa kekecewaan yang akan kita dapatkan. 
 
Kita selalu berusaha untuk menjadi orang yang dermawan dan mau membantu orang lain, tanpa berpikir mereka akan menolong kita kembali di kemudian hari. Ini membuat kita menjadi seorang partner bisnis yang tulus terhadap partner bisnis lainnya. 
 
Sebagai contoh, ketika salah satu rekan bisnis Anda memerlukan seorang pelukis handal untuk bisnis yang sedang didirikannya, rekan pembaca ingat bahwa ada salah satu kenalan pelukis hebat di dalam urutan koneksi Anda. 
 
Dengan tulus, rekan pembaca memberikan nomor pelukis tersebut, tanpa berpikir bahwa rekan bisnis Anda akan melakukan hal yang sama ketika rekan pembaca memerlukan bantuannya. Sederhana memang, namun sikap ini perlu kita bangun untuk memiliki pergaulan yang sehat di dalam bisnis. 
 
2. Berkoneksi dengan Satu Orang dalam Satu Waktu. 
Seringkali kita terlalu ‘tamak’ ketika datang ke dalam suatu konferensi dan memulai diri untuk berkenalan dengan orang-orang penting di dalam konferensi tersebut. Semakin banyak kenalan yang kita dapatkan, maka itu akan semakin baik. Semakin banyak kartu nama yang kita dapatkan (atau kartu nama yang kita sebarkan), itu akan semakin kece!
 
Padahal, pergaulan yang sehat di dalam bisnis tidak menuntut kita seperti itu loh. Buat apa menyebar banyak kartu nama, kalau pada akhirnya mereka tidak mengenal kita lebih dalam. Padahal, waktu untuk networking adalah saat yang sangat tepat untuk mengenal seorang klien atau mitra bisnis secara lebih dalam. Sebaliknya, mereka juga perlu mengenal kita lebih dalam agar sebuah kepercayaan dapat tercipta diantara keduanya, dan kerjasama bisa dilanjutkan. 
 
Untuk memiliki pergaulan sehat di dalam bisnis, kami menyarankan rekan pembaca untuk berkoneksi dengan satu orang dalam satu waktu. Meskipun hanya satu koneksi namun sangat potensial, kenapa tidak? 
 
3. Berkoneksi dengan Orang-orang di Luar Bidang Kita.
Memang seru sih jika kita berbicara dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama dengan diri kita. Rasanya waktu tidak akan cukup untuk membicarakan hal yang kita suka dengan orang-orang yang memiliki kesukaan yang sama dengan kita. Sayangnya, terlalu sering berkoneksi dengan orang-orang yang berada di bidang yang sama dengan kita hanya akan membuat kita berada di ‘posisi yang sama’ saja. Maksudnya, tidak berkembang atau tumbuh kemana-mana. 
 
Coba deh bayangkan kalau saya adalah seorang yang ahli di bidang ekonomi, lalu saya mencoba berkoneksi dengan seseorang di bidang seni. Memang sih tidak nyambung, namun selalu ada hal yang bisa kita pelajari satu sama lain. Ini baru namanya pergaulan sehat di dalam bisnis, saling bertukar pikiran dan berani mengenal, serta memahami bidang lain di luar keahlian kita. 

4. Membagikan Satu atau Dua Kisah Pribadi. 
Ketika berkoneksi dengan seseorang, seringkali kita terlalu terburu-buru dalam membicarakan bisnis kita kepada mereka. Nyatanya pergaulan sehat di dalam bisnis tidak menawarkan langkah-langkah seperti ini. Kita perlu mencairkan suasana antara kita dengan mereka terlebih dahulu. Jangan sampai kegiatan networking hanya sekedar seperti mempromosikan bisnis dan mengejar uang semata. 
 
Buatlah networking menjadi suatu hal yang lebih intim dan tulus, bahwasannya kita benar-benar ingin membangun hubungan baik dengan koneksi kita. Dalam hal ini, kita bisa memulainya dengan menceritakan satu atau dua kisah pribadi kita kepada koneksi kita. Tidak perlu menceritakan semua rincian kisah yang cukup pribadi, menceritakannya secara umum juga sudah OK. 
 
Misalnya, rekan pembaca menceritakan kisah yang membuat rekan pembaca pada akhirnya memulai bisnis Anda yang sekarang, apa yang telah memotivasi rekan pembaca dan apa yang membuat bisnis rekan-rekan masih bertahan dengan baik sampai sekarang. Akankah sangat menarik jika kita bisa saling bertukar cerita dan saling menginspirasi dengan koneksi bisnis kita, bukan? 
 
5. Mendengarkan Lebih Banyak dan Sedikit Bicara. 
Ada hikmah dibalik penciptaan manusia yang memiliki dua daun telinga dan satu mulut. Ini menandakan bahwa kita perlu banyak mendengarkan orang lain, dibandingkan berbicara secara berlebihan. Ini merupakan tip yang perlu kita terapkan untuk membangun pergaulan sehat di dalam bisnis. Hindari berbicara secara berlebihan ketika sedang berbincang dengan koneksi kita, karena itu hanya akan membuat mereka jengkel dan memberikan kesan yang buruk pada diri kita. 
 
Jadi, bagaimana? Apakah rekan-rekan pembaca sudah siap untuk membentuk pergaulan yang sehat di dalam bisnis? Jangan lupa terapkan 5 tips bermanfaat di atas ya ketika rekan pembaca akan pergi ke suatu konferensi atau seminar. Kami harap 5 tips di atas benar-benar sangat bermanfaat bagi rekan-rekan Career Advice. Selamat mencoba, ya!
Featured Career Advices
4 Manfaat Bermain Video Games bagi Kesuksesan

4 Manfaat Bermain Video Games bagi Kesuksesan

5 Cara Mengatasi Iri Hati

5 Cara Mengatasi Iri Hati

Bagaimana Meningkatkan Pola Pikir Hebat bagi Pengusaha Muda?

Bagaimana Meningkatkan Pola Pikir Hebat bagi Pengusaha Muda?

5 Inovasi dan Kreativitas sebagai Cara Menarik Pelanggan Baru

5 Inovasi dan Kreativitas sebagai Cara Menarik Pelanggan Baru

6 Cara Menghadapi Ketakutan di Lingkungan Kerja

6 Cara Menghadapi Ketakutan di Lingkungan Kerja

Tegas

Tegas

7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

6 Cara Menggali Potensi Diri

6 Cara Menggali Potensi Diri

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Inisiatif

Inisiatif

Kunci Utama Produktivitas Kerja

Kunci Utama Produktivitas Kerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

Lingkungan Kerja Multigenerasi

Lingkungan Kerja Multigenerasi