Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on May 17, 2019

 
Ada perbedaan yang sangat signifikan antara karyawan yang sudah bekerja selama bertahun-tahun di kantor dengan seorang pebisnis pemula yang baru ingin memulai bisnis mereka. Apa itu? Rutinitas penggajian yang akan diterima oleh setiap karyawan setiap akhir bulannya dan pebisnis pemula yang masih meraba-raba keuntungan yang bisa mereka dapatkan. 
 
Bagi para pebisnis pemula, semuanya terasa seperti penuh ketidakjelasan. Dan, perasaan ketidakjelasan ini menimbulkan perasaan yang jauh lebih menakutkan. Apakah itu? Rasa takut yang luar biasa mendalam. Takut bisnisnya tidak laku, takut modalnya tidak balik, takut bisnisnya bangkrut, dan segala ketakutan lainnya. 
 
Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan 10 rasa takut yang dihadapi setiap pebisnis pemula dan bagaimana cara mengatasi setiap ketakutan tersebut. Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 
 
1. Merasa Takut karena Tidak Tahu Harus Mulai dari Mana.
Ada begitu banyak ide-ide cemerlang yang dimiliki oleh seorang wirausahawan di awal bisnis mereka. Sayangnya, mereka merasa kebingungan, tidak tahu harus mulai dari mana. Lebih tepatnya, mereka bingung bagaimana caranya menggerakkan ide-ide cemerlang yang mereka miliki? 
 
Solusinya, mereka perlu mencari seseorang yang bisa membantu mereka untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan di awal, mungkin seorang mentor bisnis adalah seseorang yang tepat untuk membantu membimbing mereka dalam mewujudkan bisnis yang diinginkan. Namun, pastikan bahwa mentor bisnis yang kita miliki benar-benar mengerti ide-ide cemerlang kita ya.
 
2. Merasa Takut karena Belum Menjadi Seorang Ahli. 
Apabila seorang pelanggan akan menanyakan beberapa pertanyaan berkaitan dengan produk dan layanan yang rekan pembaca tawarkan, mungkin rekan pembaca akan merasa sangat percaya diri dan bisa menjelaskannya secara lancar, seperti di luar kepala. Namun, tetap saja akan ada beberapa hal yang mungkin tidak dapat dijelaskan dengan baik oleh rekan pembaca, karena Anda memang belum ahli didalamnya. 
 
Meskipun begitu, bukan berarti rekan pembaca tidak bisa mempelajarinya dengan baik. Solusinya, jangan pernah berhenti belajar segala hal, Tidak perlu merasa malu jika kita baru mempelajari suatu hal, belajar adalah syarat utama untuk mendapatkan pertumbuhan secara berkelanjutan.

3. Merasa Takut Dianggap Gila.
Kebanyakan wirausahawan merasa takut dianggap gila oleh rekan-rekan kerja lainnya. Berhenti kerja di kantor dan menggunakan tabungan untuk modal bisnis. Ditambah lagi, bisnis yang dibangun belum tentu laku di pasaran. Ketakutan dianggap gila membuat kebanyakan orang tetap berdiri di zona nyaman mereka, dengan tidak mengambil risiko dan mendedikasikan waktunya untuk bekerja dengan orang lain selama sisa hidupnya. 
 
Solusinya, kita perlu mengabaikan perkataan orang lain dan berani gila untuk mengambil risiko yang ada di depan mata, atau bahkan risiko-risiko yang tidak terduga sekalipun. Kita perlu menerima bahwa kita memang cukup gila dan hanya orang-orang gila lah yang berani membuat perbedaan di karier mereka. 
 
4. Merasa Takut Tidak Memiliki Modal.
Ini merupakan salah satu ketakutan yang sering dihadapi oleh banyak pebisnis pemula, takut tidak memiliki modal. Ketakutan seperti ini dengan mudah bisa menggagalkan segala impian dan rencana bisnis kita. Dunia bisnis tanpa modal atau investor yang rela menanamkan modal mereka, hanyalah angan-angan belaka. 
 
Solusinya, kita perlu nekat untuk menggunakan tabungan yang ada, atau menjual suatu barang yang mungkin sangat berharga bagi kita, yang mana hasil penjualannya nanti bisa kita gunakan untuk modal bisnis kita. Misalnya, Lola Cimmino, pencipta Chick Sticks, produsen papan selancar papan atas di Oceanside, California, Cimmino pernah menjual papan seluncur pertamanya demi mengambil keuntungan dan menginvestasikannya kembali ke dalam bisnisnya. Hebatnya, Cimmino tidak pernah mengandalkan pinjaman bank atau investor dari manapun.
 
5. Merasa Takut Tidak Dipercaya.
Selain modal uang, kepercayaan adalah modal utama dalam menjalin bisnis dengan pelanggan. Sayangnya, kebanyakan wirausahawan di awal bisnis mereka merasa ketakutan jika mereka tidak mendapat kepercayaan dari para calon pelanggannya. Terutama jika hal itu berkaitan dengan penampilan atau latar belakang seseorang. 
 
Solusinya, kita perlu memiliki etos kerja yang tinggi dan solid. Orang-orang mungkin akan terpengaruh dengan penampilan fisik kita atau hal-hal lainnya yang tidak kita sadari, namun percayalah bahwa tidak ada yang bisa berdebat dengan etos kerja yang solid. Meskipun pada awalnya tidak ada yang percaya dengan kita, namun perlahan-lahan orang lain pasti akan mulai percaya dengan hasil yang kita berikan. 
 
6. Merasa Takut Tidak Dapat Menarik Pelanggan.
“Bagaimana jika nanti tidak ada yang mau membeli produk atau layanan saya ya? Bagaimana dengan masa depan bisnis saya nanti?” ketakutan ini akan sangat menghantui kita dalam berbisnis. Solusinya, kita tidak perlu takut dengan hal seperti ini. Tetaplah konsisten menjalankan rencana bisnis kita seperti di awal. Tidak perlu tergesa-gesa untuk mendapatkan pelanggan yang begitu banyak karena semua bisnis yang sukses pasti dimulai dari titik bawah, dari tidak ada pelanggan satupun sampai memiliki ratusan bahkan ribuan pelanggan. 
 
7. Merasa Takut Tidak Mampu Menangani Kesuksesan.
Ketakutan selanjutnya yang mungkin akan dirasakan adalah takut tidak mampu menangani kesuksesan yang mungkin akan kita dapatkan. Jika bisnis kita berhasil, kita pasti akan merasa sangat senang. Namun disisi lain, menjadi sukses juga akan menjauhkan kita dengan keluarga dan teman-teman terdekat kita. Akibatnya? Kita mungkin akan merasa kesepian dengan segala kesuksesan yang kita miliki. 
 
Solusinya, kita memerlukan manajemen waktu yang baik untuk bisa menyeimbangkan kesibukan karier dengan kehidupan pribadi, sehingga kesuksesan yang kita dapatkan tidak akan menghambat kita untuk tetap bisa menghabiskan waktu dengan pasangan, keluarga dan teman-teman terdekat. 
 
8. Merasa Takut Memiliki Keluarga yang Gagal.
Menempuh jalan bisnis tidak pernah semudah yang kita bayangkan. Perlu persiapan yang sangat matang untuk mengarungi dunia bisnis. Banyak para pebisnis merasa takut di awal karier mereka, takut jika keuntungan bisnis yang diharapkan tidak kunjung didapatkan, sehingga mereka harus mengorbankan banyak biaya untuk keluarga. Misalnya, uang belanja bulanan istri akan berkurang karena digunakan untuk modal bisnis atau uang bayaran sekolah anak menjadi terlambat untuk dilunaskan. 
 
Solusinya, jauh sebelum kita memulai bisnis, kita perlu melakukan persiapan yang matang. Persiapan ini bukan hanya untuk diri kita sendiri, namun untuk keluarga kita juga. Diskusikan hal ini kepada pasangan hidup kita dan memberi pengertian secara perlahan-lahan kepada anak-anak kita, jika memang diperlukan. Sehingga, tidak ada satu anggota keluarga pun yang merasa ‘kaget’ dengan situasi baru mereka, bahwa orang tuanya sedang berusaha menaiki tangga kesuksesan bisnis. 
 
9. Merasa Takut Tidak Bisa Memulihkan Investasi.
Pertanyaan selanjutnya yang dapat membuat kita ketakutan adalah “Bagaimana jika investasi yang saya berikan tidak memberikan keuntungan apapun?” Faktanya, jika kita berinvestasi pada suatu bisnis, kita tidak akan bisa melihat pengembalian secara langsung dan cepat. Inilah mengapa kita perlu tetap bekerja, bekerja dan bekerja. Sampai akhirnya segala upaya keras kita bisa memberikan hasil yang manis. Apabila kita berhenti sebelum mendapatkan keuntungan, maka kita tidak akan pernah mendapatkan keuntungan apapun. Dan, jika kita memutuskan untuk berhenti sebelum mendapatkan untung dari bisnis kita, ingatlah bahwa kita tidak akan pernah meningkatkan modal investasi. Solusinya? Kita tidak boleh menyerah, terus bekerja dan berusaha sampai mendapatkan keuntungan dari investasi kita. 

10. Merasa Takut Mengambil Langkah yang Salah. 
Terbiasa berada di zona nyaman akan membuat kita ketakutan dalam mengambil langkah yang salah. Padahal, semua orang bisa mendapatkan kesuksesan karena mereka berani mengambil risiko. Solusinya, sebelum memulai bisnis, pastikan bahwa kita sudah memiliki mental yang kuat dalam menghadapi tantangan dan berani dalam mengambil risiko. 
 
Itulah 10 ketakutan yang perlu kita atasi saat baru memulai bisnis. Hidup dengan penuh ketakutan hanya akan membawa kita ke dalam lingkaran kecil yang tidak akan pernah membawa kita ke tangga kesuksesan manapun. Jadi, apabila rekan pembaca adalah seorang pemula di dalam bisnis, Yuk sama-sama kita atasi semua ketakutan yang ada. Tetap semangat ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
4 Manfaat Bermain Video Games bagi Kesuksesan

4 Manfaat Bermain Video Games bagi Kesuksesan

5 Cara Mengatasi Iri Hati

5 Cara Mengatasi Iri Hati

Bagaimana Meningkatkan Pola Pikir Hebat bagi Pengusaha Muda?

Bagaimana Meningkatkan Pola Pikir Hebat bagi Pengusaha Muda?

5 Inovasi dan Kreativitas sebagai Cara Menarik Pelanggan Baru

5 Inovasi dan Kreativitas sebagai Cara Menarik Pelanggan Baru

6 Cara Menghadapi Ketakutan di Lingkungan Kerja

6 Cara Menghadapi Ketakutan di Lingkungan Kerja

Tegas

Tegas

7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

6 Cara Menggali Potensi Diri

6 Cara Menggali Potensi Diri

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Inisiatif

Inisiatif

Kunci Utama Produktivitas Kerja

Kunci Utama Produktivitas Kerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

Lingkungan Kerja Multigenerasi

Lingkungan Kerja Multigenerasi