Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Strategi Memelihara Kesehatan Mental

5 Strategi Memelihara Kesehatan Mental


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

Bekerja dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore, sangat memungkinkan mengalami tekanan yang membuat kita stres bahkan depresi. Stres yang kita alami akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental. Tentu saja kita harus berinvestasi pada kesehatan mental. Kesehatan mental merupakan elemen penting yang membantu kita menghasilkan kinerja terbaik. Kesehatan mental memengaruhi pola pikir dan seluruh sistem yang kita miliki.
 
Berinvestasi pada kesehatan mental berarti benar-benar memerhatikan kehidupan profesional termasuk kehidupan pribadi dan mengambil langkah untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Inilah 5 strategi memelihara kesehatan mental, khususnya jika kita bekerja di lingkungan yang penuh dengan tekanan. 
 

1. Selalu memiliki waktu untuk beristirahat dan makan siang.

Terkadang kesibukan membuat kita lupa untuk beristirahat dan menghabiskan makan siang di meja kerja. Ini berarti kita harus menghabiskan 9 jam penuh di meja kerja. Inilah yang dapat membuat kita jenuh. Kita akan menjadi lebih efektif, jika meluangkan waktu untuk beristirahat, seperti menghabiskan makan siang di luar kantor juga merupakan pilihan yang baik untuk dicoba. Apabila kita keluar kantor untuk makan siang, itu sama saja dengan mengharuskan kita untuk berjalan kaki, bukan? 
 
Berjalan kaki sangatlah bagus untuk kesehatan. Berjalan kaki dapat meningkatkan kesehatan fisik, membantu memelihara kesehatan mental dan dapat mengatur ulang pikiran kita. Dengan begitu, kita akan merasa lebih segar dan lebih siap untuk kembali menyelesaikan pekerjaan.
 
Nah, jangan lupa menyediakan waktu untuk beristirahat ya rekan pembaca. Jika memungkinkan, cobalah untuk menghabiskan makan siang di luar meja kerja, bahkan di luar kantor. Ini merupakan cara yang baik untuk memelihara kesehatan mental kita.
 

2. Berolahraga secara rutin.

Kesehatan mental juga dipengaruhi oleh kesehatan fisik. Jika kita mengabaikan kesehatan tubuh, itu sama saja kita mengabaikan kesehatan mental.
 
Itulah sebabnya, berolahraga secara rutin harus menjadi prioritas dalam kegiatan sehari-hari. Ya, saya tahu, ini pasti bukanlah hal yang mudah. Pergi ke tempat gym setelah pulang kantor atau berlari-lari di pagi hari merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, tetapi ingatlah, kita harus berinvestasi pada kesehatan mental.
 
Berolahraga membantu kita melepaskan ion-ion negatif dalam tubuh dan juga membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih sehat. Jika tidak berolahraga, kita menempatkan diri dalam bahaya. Nah, jangan malas berolahraga ya rekan pembaca. Luangkan waktu kita sekitar 15-30 menit untuk berolahraga setiap harinya.
 

3. Mengambil hari libur. 

Sama seperti beristirahat dan menghabiskan makan di luar meja kerja, mengambil hari libur juga dapat membantu memelihara kesehatan mental. Saat beristirahat, kita akan dapat mengatur ulang pikiran.
 
Menjalani hari-hari yang menekan, membuat pikiran kita kacau dan berantakan. Kita bahkan menjadi tidak produktif dan tidak dapat menampilkan kinerja terbaik. Oleh karena itu, mengambil hari libur juga cara tepat untuk mengistirahatkan pikiran-pikiran yang kacau. Dengan begitu, kita akan dapat kembali ke kantor dengan pikiran yang lebih jernih dan lebih fokus. Kita bukanlah mesin, yang tidak dapat bekerja dengan optimal secara terus menerus sepanjang tahun tanpa memiliki waktu untuk beristirahat.
 
Nah, mengambil satu hari libur atau bahkan satu minggu untuk dapat menata ulang pikiran kita. Dengan begitu, kita akan kembali bekerja dengan lebih semangat dan produktif.

4. Melepaskan diri dari pekerjaan saat berada di rumah.

Strategi memelihara kesehatan mental yang berikutnya adalah melepaskan diri dari pekerjaan saat berada di rumah. Jika kita selalu terhubung dengan email atau hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan saat di rumah, kapan kita akan memiliki waktu berharga dengan orang-orang yang kita sayangi atau melakukan hal-hal lain yang kita sukai?
 
Sebagai manusia, kita membutuhkan waktu untuk dihabiskan bersama orang yang kita sayangi atau melakukan hobi. Dengan kata lain, kita membutuhkan waktu untuk melakukan hal-hal yang bahagia. Jika kita selalu menenggelamkan diri dalam pekerjaan, kita malah akan menambah tekanan dan mengurangi kebahagiaan. Jadi, pastikan kita tidak melakukan hal ini ya, rekan pembaca. Hal apa yang rekan pembaca sukai? Apakah itu membaca buku, menonton film kesukaan atau hal lainnya? Lakukan dan dapatkan kebahagiaan yang kita butuhkan.
 

5. Mendelegasikan tanggung jawab di tempat kerja.

Dulu, di awal perjalanan karier, saya selalu berpikir bahwa semakin banyak pekerjaan yang dilakukan, akan semakin banyak peluang promosi bahkan kenaikan gaji yang datang. Namun, ternyata saya salah. Saya malah tertekan dan merasa stres.
 
Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa jangan sampai kita melampaui batas kemampuan. Semakin kita mengerjakan banyak hal, semakin menghasilkan kinerja yang buruk. Jadi, kita harus menetapkan batasan yang jelas bagi diri sendiri. Jika terlalu banyak hal yang harus kita kerjakan, bicarakan dan delegasikan kepada rekan kerja lainnya. 
 
Ini mungkin akan terasa sulit, tetapi jangan sampai ambisi justru menguasai kita. Kita tidak bisa mengatur segala hal dengan diri sendiri. Memaksakan dan melewati kemampuan diri hanya akan membuat kita stres dan memperburuk kesehatan mental. Tentu saja, ini malah akan menjauhkan kita dari kesuksesan yang diimpikan.
 
Nah, pastinya tidak ada dong rekan pembaca yang ingin mengalami hal ini. Jadi, jangan memaksa diri untuk mengerjakan lebih dari kekuatan atau kapasitas kita ya, rekan pembaca.
 
Itulah 5 strategi memelihara kesehatan mental, terutama jika kita berada di lingkungan kerja yang penuh dengan tekanan. Menjadi orang yang efektif dan mampu mencapai tujuan berarti kita harus menjadi orang yang bahagia, sehat secara fisik dan juga sehat secara mental.
 
Yuk, mulai lebih peduli lagi dengan kesehatan mental kita. Semoga artikel ini dapat membantu rekan pembaca untuk lebih memelihara kesehatan mental. Salam sukses.