Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Kemampuan Kognitif untuk Belajar dengan Cepat

5 Kemampuan Kognitif untuk Belajar dengan Cepat


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 04, 2019

 
Tidak dapat disangkal lagi bahwa semua orang di dunia ini memiliki teknik belajar yang berbeda-beda. Secara umum, ada empat tipe pembelajaran yaitu, secara visual, auditori, membaca atau menulis, dan kinestetik. Pada dasarnya, setiap orang mendominasi satu atau lebih dari tipe pembelajaran tersebut. Sebelum rekan-rekan Career Advice membaca artikel ini lebih jauh, mari kita simak definisi dari kemampuan kognitif terlebih dahulu. Kemampuan kognitif adalah konstruksi proses berpikir, termasuk mengingat, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Proses ini sudah terjadi semenjak kita kecil, menuju remaja dan hingga dewasa. 
 
Proses belajar memang tidak pernah mengenal usia, meskipun sekarang kita sudah menjadi karyawan, manajer atau pengusaha sukses sekalipun, proses belajar di dalam hidup akan terus berlanjut. Dari empat tipe pembelajaran yang sudah kita bahas di awal, tentunya masing-masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 
 
Pertama, pembelajar visual. Orang-orang yang mendominasi tipe belajar ini akan belajar dengan lebih baik di lingkungan yang memiliki banyak rangsangan visual. Mereka sering disebut sebagai “kenangan fotografi” yang mana mereka dapat menghafal gambar, halaman teks dan isyarat visual apapun yang mereka lihat.
 
Kedua, pembelajar auditori. Jika pembelajar visual sangat hebat untuk menghafal tulisan, maka pembelajar auditori adalah orang-orang yang sangat hebat dengan mendengarkan subjek yang sedang mereka pelajari.
 
Ketiga, menggunakan metode membaca atau menulis, yang mana mereka menemukan kedua cara ini (membaca dan menulis) sebagai metode pengingat yang baik untuk belajar dengan cepat. Sebagai contoh, karyawan A membaca buku pelatihan yang diberikan oleh manajernya. Setelah membaca buku tersebut, karyawan mencoba menulis poin-poin penting ke dalam buku catatannya. 
 
Keempat, pelajar kinestetik. Mereka yang mengadopsi metode belajar ini sama sekali tidak ampuh dengan buku-buku teks yang diberikan. Mereka perlu melakukan apapun yang mereka pelajari sebelumnya. Dalam kata lain, mereka lebih menyukai praktik secara langsung daripada hanya teori, teori dan teori. 
 
Sampai sini, apakah rekan-rekan Career Advice sudah memiliki gambaran yang jelas bahwa rekan pembaca masuk ke dalam tipe pembelajar yang mana?
 
Selain tipe pembelajaran, ternyata kemampuan kognitif juga memiliki keterkaitan yang kuat dengan otak kita dalam memproses informasi loh. Ada 5 keterampilan kognitif yang paling utama, yaitu: membaca, belajar, mengingat, penalaran logis, dan memperhatikan. Hebatnya lagi, masing-masing cara di atas dapat kita maksimalkan untuk membantu mempelajari keterampilan baru dan mengembangkan diri kita sendiri. 
 
Kemampuan kognitif ini dapat membantu kita mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan yang kita miliki pada proses pembelajaran. Sebagai contoh, saat saya mengikuti seminar dengan rekan-rekan kerja lainnya, saya harus segera mempraktikkan atau menulis ulang laporan tentang informasi penting apa yang saya dapatkan dari seminar tersebut, jika tidak? Saya benar-benar akan lupa tentang semua materi yang disampaikan tadi. Ini mengindikasikan bahwa kemampuan kognitif pada kekuatan mengingat saya tidak terlalu kuat.   
 
Metode pembelajaran yang kita miliki saat ini jauh lebih mudah dan murah, apabila dibandingkan dengan para leluhur kita. Di era digital seperti sekarang ini, kita bisa mengakses informasi dan belajar berbagai keterampilan baru hanya dengan ketikan jari kita dan ponsel. Situs web seperti YouTube, Google dan Studilmu.com dapat membantu kita mengakses ilmu dan informasi baru secara online dengan harga terjangkau. 
 
Nah, sekarang rekan pembaca sudah tahu apa saja yang termasuk dari kemampuan kognitif dan empat tipe pembelajaran utama. Ini menandakan bahwa saya dan semua rekan-rekan Career Advice dapat mempelajari apapun yang kita inginkan tanpa batasan apapun. Namun, proses belajar yang kita lakukan tidak bisa berjalan secara efektif, jika kita tidak tahu dan mengerti “tipe pelajar seperti apakah kita?”
 
Jadi, untuk membantu semua pembaca Career Advice meraih keefektifitasan dalam belajar, berikut adalah lima cara yang dapat menggunakan tipe pembelajaran alami dengan kemampuan kognitif yang kita miliki. Yuk, kita simak penjelasannya di bawah ini. 
 
1. Temukan Gaya Belajar Dominan Anda
Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, bahwa mengetahui tipe pembelajaran yang kita dominasi adalah langkah utama yang harus kita lakukan. Coba tanyakan diri kita sendiri, “Apakah saya suka belajar dengan melihat gambar atau grafik? Apakah saya lebih mudah mengerti dengan metode pembelajaran melalui pendengaran podcast atau sekedar mendengarkan mentor? Apakah saya adalah tipe pembelajar yang suka membaca buku dan menulisnya kembali di buku catatan? Atau, apakah saya adalah seseorang yang tidak suka membaca buku teks dan lebih menyukai praktik? 
 
Semua itu hanya bisa dijawab dari diri kita sendiri, tanyakan pertanyaan tersebut, jawab secara jujur dan temukanlah gaya belajar dominan kita.
 
2. Mencoba Berbagai Metode Pembelajaran
Apabila rekan-rekan Career Advice sudah menanyakan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri untuk menemukan gaya belajar dominan Anda, namun masih belum menemukannya juga, jangan khawatir! Kita masih bisa mencoba cara lain, bukan? 
 
Rekan pembaca bisa mulai bereksperimen dengan mencoba berbagai metode pembelajaran yang ada. Misalnya, rekan pembaca memilih subjek yang ingin dipelajari dan mulailah dengan membaca informasi-informasi penting dari subjek tersebut. Kemudian, coba untuk menonton video yang berkaitan dengan subjek tersebut. Setelah itu, mulai terapkan pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya dari bacaan dan tontonan subjek tersebut.
 
Contoh subjek yang kita ingin pelajari bisa seperti “meningkatkan keterampilan presentasi di depan publik”, rekan-rekan pembaca bisa melakukan pencarian di Google atau STUDILMU Career Advice dengan mengetik “cara presentasi yang baik” dan bacalah artikel-artikel yang terkait lainnya. Setelah itu, lakukan pencarian serupa di YouTube dan tontonlah video-video yang berkaitan dengan presentasi di depan publik. 
 
Setelah rekan pembaca membaca artikel di Career Advice dan menonton video di YouTube, coba terapkan pengetahuan baru Anda ke dalam presentasi yang Anda lakukan di kantor. Dengan begitu, kita sedang memperkuat pengetahuan yang kita pelajari dan menginternalisasi keterampilan baru tersebut, serta menemukan poin pembelajaran mana yang benar-benar kita ingat dengan lebih mudah.

3. Tingkatkan Fokus Kerja
Media sosial memang memudahkan kita dalam belajar dan mendapatkan informasi baru yang penting. Namun, ini juga menjadi penghambat fokus yang sangat signifikan bagi kita. Nyatanya, salah satu kemampuan kognitif terlemah bagi kebanyakan orang adalah kemampuan untuk memperhatikan atau fokus terhadap sesuatu. 
 
Nah, agar kita bisa memiliki proses belajar yang cepat dengan menggunakan kemampuan kognitif yang kita punya, maka salah satu cara ampuh yang bisa kita lakukan adalah dengan menonaktifkan notifikasi media sosial dan email yang ada di ponsel dan laptop kita. Ini bertujuan agar kita bisa memiliki fokus kerja yang lebih. Sehingga, apapun prosesnya, entah itu proses belajar atau kerja, nalar kita akan berjalan lebih baik dan lancar. 
 
Eits, tapi kita tidak perlu mematikan notifikasi selama seharian penuh loh, mungkin kita bisa membatasi waktunya sampai pekerjaan kita selesai, lalu nyalakan notifikasinya.

4. Lakukan Peninjauan 
Apabila pembaca Career Advice masih mengalami kesulitan dalam metode pembelajaran yang telah dipilih dan merasa mengapa proses belajar yang telah diterapkan seperti belum menghasilkan apapun, maka lakukanlah peninjauan. 
 
Meskipun kita semua memiliki gaya belajar yang disukai, namun akankah lebih baik jika kita juga menggunakan metode belajar lainnya yang mungkin kurang dominan dengan cara yang kita sukai. Semakin banyak cara yang kita gunakan untuk mempelajari keterampilan baru, maka akan semakin cepat kita dapat menginternalisasi keterampilan itu sendiri.

5. Praktikkan Keterampilan Baru yang Kita Pelajari Secepat Mungkin
Sebagian besar orang akan lupa terhadap apa yang telah mereka pelajari, jika tidak dipraktikkan secara langsung dan secepat mungkin. Dengan mempraktikkan keterampilan baru yang kita pelajari secara langsung, ini akan mempermudah proses internalisasi kita terhadap keterampilan tersebut. 
 
Nah, setelah mengetahui empat tipe pembelajaran dan lima keterampilan kognitif, kira-kira keterampilan baru apa nih yang rekan-rekan pembaca ingin pelajari lebih lanjut? Jangan pernah lelah dalam belajar ya, semangat terus rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

7 Cara Mendapatkan Investor untuk Bisnis Startup

7 Cara Mendapatkan Investor untuk Bisnis Startup

9 Pelajaran Hidup yang Tidak Didapatkan dari Sekolah Bisnis

9 Pelajaran Hidup yang Tidak Didapatkan dari Sekolah Bisnis

10 Cara Orang Sukses Menjadi Semakin Kaya

10 Cara Orang Sukses Menjadi Semakin Kaya