Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Belajar di Era Informasi

Belajar di Era Informasi


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
Kemajuan teknologi telah menawarkan beribu bahkan berjuta informasi ke dalam kehidupan kita. Era digital seakan memanjakan kita dengan segala kemudahan untuk mendapatkan segala informasi yang kita inginkan. Apakah pembaca Career Advice ingin belajar make up cantik dan simple untuk pergi ke pesta pernikahan? Rekan pembaca bisa membuka YouTube dan menonton tutorialnya. Ingin membaca jurnal-jurnal akademik? Bisa buka Academia.edu, ada ribuan artikel dan jurnal akademik disana. Ingin memposting foto? Bisa unggah di facebook, Instagram atau tweet ke twitter. Begitu banyak pilihan di era digital ini, bukan? 
 
Sayangnya, dengan segala kemudahan yang ada tetap tidak bisa membuat kita lebih pintar. Bahkan, begitu banyaknya paparan data saja tidak menjamin seseorang menjadi pemikir dan pembelajar yang lebih baik dari sebelumnya. Faktanya, kebanyakan orang tidak pernah belajar cara belajar dengan benar. Tahukah pembaca? Ternyata mencari informasi itu tidak sama dengan menginternalisasi dan mengadaptasi pengetahuan.

Perbandingan Cara Belajar di Masa Lalu dan di Era Informasi

Yuk kita sama-sama bayangkan bagaimana metode pembelajaran bagi karyawan dan pelajar pada dua dekade yang lalu. Apakah rekan pembaca merasa ada perbedaan yang signifikan antara keduanya? 
 
Yap, tentu saja ada dong. Coba kita ambil satu skenario ya, saat para karyawan mendapatkan kesempatan pelatihan dari fasilitator. Pada 20 tahun yang lalu, mereka akan sibuk mencatat segala informasi dan teori-teori yang fasilitator berikan di atas kertas atau buku catatan masing-masing. Setelah itu mereka akan mengadakan ujian praktik dan memulai praktik kerja pada waktu yang ditentukan. 
 
Sedangkan, gaya belajar di era informasi ini kita terfokus dengan mencari informasi sendiri dari internet. Jarang sekali ada diskusi bersama antara rekan-rekan kerja lainnya. Bahkan, segala informasi yang dituliskan oleh fasilitator tidak akan dicatat, namun hanya difoto menggunakan ponsel mereka masing-masing. 
 
Dalam kata lain, gaya belajar tradisional sering melibatkan magang atau penerapan keterampilan aktif secara langsung. Sedangkan gaya belajar modern (saat ini) terlalu mengandalkan segala informasi yang tersedia di internet dengan sedikit penerapan. Kejadian ini membuat kualitas pengetahuan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan kuantitas.
 
Terjadi ketidakseimbangan antara pengetahuan yang kita ambil dan informasi yang kita gunakan.  Otak kita bekerja dengan sangat cepat untuk mengirim data dari memori yang bekerja ke memori jangka panjang. Sayangnya, ini tidak bertahan lama. Hanya sedikit informasi yang mudah diakses dan benar-benar dapat kita terapkan di dalam kehidupan kita. 
 

Lantas, Bagaimana Cara Menyerap dan Menerapkan Informasi Secara Realistis? 

Tidak dapat disangkal lagi bahwa sebagai seorang manusia, kita memang tidak dapat menyerap dan menerapkan 100% informasi yang kita dapatkan ke dalam kehidupan sehari-hari kita. Nah, jika kita benar-benar ingin menyerap dan menyimpan informasi untuk jangka panjang, kita harus benar-benar selektif dalam memilih informasi apa yang kita pilih untuk diserap dan dipelajari. Bagaimana kalau kita tidak ingin memilih informasi yang ingin diterapkan secara spesifik? Bukankah jauh lebih baik kalau kita menyerap segala informasi yang ada? Yap, bisa saja kita mencari dan mempelajari semua informasi yang ada. Namun konsekuensinya adalah kita tidak dapat menyerap semua informasi tersebut dengan semaksimal mungkin. Kalau kita analogikan, ini seperti mencoba seluruh makanan yang ada di meja prasmanan dalam satu waktu. Enak tapi kita akan kewalahan untuk memakannya, bukan?

1. Tinggalkan Informasi yang Tidak Bermanfaat bagi Kita

Seperti yang kita ketahui bahwa ada begitu banyak informasi yang disediakan di internet untuk kita. Sangking banyaknya, jumlah informasi yang ada sering melebihi dari kadar informasi yang kita perlukan. Nah, disinilah peranan kita sebagai pengguna internet yang mencari informasi di era serba canggih ini. Kuncinya, kita harus pintar-pintar dalam menyeleksi informasi apa saja yang bermanfaat untuk peningkatan diri kita, dan informasi mana saja yang tidak memiliki dampak positif sedikit pun. Fokuslah pada apa yang perlu kita tingkatkan? apa yang harus kita pelajari untuk menjadi sukses? Nah, dengan mengambil langkah-langkah sederhana seperti ini akan membantu kita untuk melewatkan informasi yang tidak relevan sama sekali. 
 
Sebagai contoh, jika kita ingin meningkatkan keterampilan dalam berbicara di depan umum, maka yang terbaik adalah dengan menyaring sumber informasi yang berkaitan dengan ‘Keterampilan berbicara di depan umum’, bukan ‘Tip dan trik untuk berhasil dalam sesi wawancara’. Meskipun topik yang kedua juga menarik, namun jika itu bukanlah fokus Anda, maka tinggalkanlah untuk sementara waktu. 
 

2. Menerapkan Apa yang Kita Baca 

Semua informasi yang telah kita dapatkan akan menjadi sia-sia jika kita tidak menerapkannya. Memang tidak selalu mudah untuk mengambil informasi dari layar komputer untuk diterapkan  ke dalam dunia nyata. 
 
Tapi, jangan takut untuk menerapkannya, meskipun memang akan terasa sangat sulit di awal. Tidak hanya itu, kita juga akan membuat beberapa kesalahan saat baru pertama kali menerapkan informasi yang kita dapatkan. Coba lihat berapa kali seseorang akan gagal saat mencoba resep masakan yang ada di situs Cookpad untuk pertama kalinya? Bisa saja percobaan yang pertama hasilnya gosong dan percobaan yang kedua hasilnya kurang manis. Namun, percobaan yang ketiga rasanya sudah pas, tidak gosong. Sayangnya, penampilannya masih belum menarik untuk disantap. 
 
Membuat kesalahan adalah bagian potensial dari proses pembelajaran. Berlatih, dapatkan umpan balik, berlatih lagi, dan dapatkan umpan balik kembali, sampai kita benar-benar berhasil menerapkan informasi yang kita dapatkan dengan sangat baik. 
 

3. Cari Tahu Apa yang Harus dipelajari Selanjutnya 

Setelah mendapatkan umpan balik beberapa kali, dan berhasil menerapkan informasi yang didapatkan dengan baik, jangan merasa puas dulu ya. Ilmu pengetahuan dan informasi terus berkembang dari waktu ke waktu. Penting bagi kita untuk tetap mencari tahu keterampilan apa yang selanjutnya perlu kita pelajari demi peningkatan kualitas diri. Jangan pernah cepat merasa puas, ataupun merasa malu untuk terus belajar. Selain itu, hindari membuang-buang waktu yang kita miliki untuk informasi yang sama sekali tidak penting.
 
Yap, itulah tiga cara belajar yang baik dan tepat di era informasi seperti sekarang ini. Banyaknya informasi yang datang, bukan berarti kita harus mempelajari dan mengambil semua informasi yang ada. Selektif, dan terapkan segala informasi yang kita dapatkan demi menjadi lebih bijak dalam melalui proses pembelajaran di era informasi saat ini.