
Self Improvement
5 Cara Tampil Percaya Diri
By STUDiLMU Editor
Halo pembaca Career Advice, bagaimana kabar Anda hari ini? Apakah Anda akan menghadiri sebuah pertemuan atau bertemu dengan seseorang dalam waktu dekat dan Anda ingin tampil lebih percaya diri? Jika ya, artikel ini akan membantu Anda untuk mewujudkannya.
Saat Anda memasuki sebuah ruangan, setiap orang didalamnya akan memiliki kesan tentang Anda. Mereka membuat penilaian cepat tentang Anda. Mereka menerka apakah Anda tipe orang yang dapat dipercaya, tulus, dan cakap. Ini disimpulkan berdasarkan pembawaan Anda.
Jika Anda benar-benar terlihat percaya diri, orang akan lebih cenderung memberi Anda perhatian dan rasa hormat yang layak didapatkan. Jika Anda terlihat tidak nyaman dan tidak aman, di sisi lain, orang mungkin cepat untuk mendiskreditkan Anda. Mengapa demikian? Karena bahasa tubuh adalah bagian integral dari komunikasi, dan bahasa tubuh mengkomunikasikan banyak hal terhadap orang lain daripada hanya kata-kata. Tidak heran jika tindakan kita berbicara lebih daripada kata-kata. Bahasa tubuh yang paling dasar dimulai dari cara meletakkan tangan hingga mengatur bahu dan mengatur nada.
Jadi, bagaimana Anda dapat menghasilkan kata-kata yang positif yang memperkuat kecerdasan dan kemampuan Anda? tentunya, tampil dengan percaya diri adalah kuncinya. Sayangnya, masih banyak orang yang meragukan diri sendiri. Banyak juga yang percaya bahwa jika Anda tidak dilahirkan dengan percaya diri maka Anda kurang beruntung. Tetapi itu bukanlah kebenaran yang mutlak. Percaya diri adalah keterampilan. Ini adalah sesuatu yang bisa Anda pelajari. Anda bahkan dapat melatih gerakan fisik Anda.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang perbaikan cepat yang dapat Anda lakukan agar tampak lebih percaya diri, berikut adalah beberapa tips yang dapat disimak oleh Anda, setiap pembaca Career Advice. Sehingga setiap pembaca Career Advice dapat meningkatkan kepercayaan diri membawa hasil yang lebih maksimal.
1. Mensejajarkan posisi bahu
Langkah pertama untuk membuat Anda tampil percaya diri adalah dengan mengatur posisi bahu, sejajarkan bahu Anda. Jika Anda bungkuk atau menunduk, itu menunjukkan kurangnya kepercayaan diri dan bahkan kurangnya ketulusan. Berdirilah tegak, dorong bahu sedikit ke belakang dan buka dada Anda. Pastikan untuk menjaga bahu Anda sejajar. Ketidakrataan menunjukkan keraguan dalam diri seseorang. Pastikan juga untuk mendekatkan bahu Anda ke arah lawan bicara Anda. Arahkan tubuh ke tempat yang ingin dituju. Jadi, jika Anda berbicara dengan orang lain, tetapi tubuh Anda menghadap ke pintu, itu menunjukkan bahwa Anda ingin keluar dari percakapan, dan orang yang Anda ajak bicara mungkin berpikir Anda tidak sopan atau tidak nyaman. Mengangkat bahu Anda ke arah pasangan Anda menunjukkan rasa menghargai dan kepercayaan diri.
2. Menghilangkan Kegelisahan
Salah satu kesalahan terbesar yang bisa Anda buat adalah kegelisahan. Ini adalah hadiah mati yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Jadi langkah kedua yang dapat membuat Anda tampil lebih percaya diri adalah menghilangkan kegelisahan. Ketika kegelisahan datang, Anda mungkin tanpa sadar melakukan sesuatu yang justru menunjukkan kecemasan Anda.
Anda pasti pernah menonton penyiar berita professional. Mereka tidak pernah menyentuh wajah mereka, menyesuaikan ikatan, menarik pakaian atau bermain dengan perhiasan yang dikenakan. Mereka telah dilatih untuk percaya diri dengan yang mereka katakan, dan jika mereka tampak gugup atau tidak aman saat menyampaikan pesan mereka, setiap orang yang menonton acara pasti tidak akan percaya dengan yang mereka katakan. Jika Anda merasa gelisah, rileks, tetap tenang, lipat tangan Anda di pangkuan Anda atau di atas meja di depan Anda. Hentikan gerakan-gerakan yang menunjukkan kegelisahan Anda seperti bermain dengan kuku, menyentuh rambut atau bagian wajah tertentu.
3. Memiliki Gerakan Tangan yang Tepat
Gerakan tangan yang sederhana dapat membuat Anda tampil lebih percaya diri dan aman. Banyak orang terbiasa dengan apa yang disebut gerakan "daun ara", di mana satu tangan menangkup tangan yang lain dan bersandar di bagian pangkal. Tetapi sebenarnya gerakan tangan ini menunjukkan rasa tidak aman dan kelemahan. Gerakan tangan yang membuat menara tangan yaitu saat jari-jari berkumpul untuk membentuk suatu titik, merupakan cara alternatif yang bagus. Ketika seseorang membuat menara dengan tangannya di area dada, itu berarti ia yakin dengan hal yang dikatakannya. Ketika seseorang membuat menara tangan di pangkuan, itu berarti ia yakin dengan hal yang didengarnya.
4. Membuat Kontak Mata
Jika Anda melakukan percakapan satu lawan satu, tidak ada yang lebih penting daripada kontak mata langsung. Ikuti aturan 80/20, 80% untuk bertemu dengan mata lawan bicara, dan 20% nya mata Anda dapat memandang yang lainnya saat Anda memikirkan hal lain untuk dikatakan. Kontak mata yang baik tidak hanya membuat lawan bicara merasa bahwa Anda tertarik dengan yang mereka katakan saja, mereka juga akan menghargai dan lebih menghormati Anda. Kontak mata yang dibangun dengan baik menggambarkan bahwa Anda adalah individu yang peduli dan percaya diri.
5. Menegaskan Jabatan Tangan
Jabatan tangan yang baik dapat mengatur nada untuk interaksi selanjutnya. Jabatan tangan terbaik dimulai dengan memegang tangan Anda dalam posisi vertikal, dengan jari-jari Anda menyatu dan ibu jari Anda terangkat ke atas. Kemudian, ketika menjabat tangan pasangan Anda, itu haruslah menunjukkan hubungan yang dekat dan tegas. Temukan telapak tangan Anda dengan telapak tangan lawan bicara. Pastikan Anda mendekati tangan mereka secara merata. Ketika tangan seseorang menghadap ke bawah, itu berarti mereka ingin mengendalikan Anda. Dan jika tangan mereka menghadap ke atas, itu menunjukkan bahwa mereka tunduk.
Jika Anda ingin untuk menunjukkan kepercayaan diri, cobalah "jangkar" jabat tangan. Ini berarti menggunakan tangan Anda yang satu lagi untuk menyentuh orang itu dengan lembut di lengan mereka di antara pergelangan tangan dan sikunya. Langkah ini dapat memberi kesan bahwa Anda berkomitmen penuh untuk berbicara dengan orang tersebut. Pastikan untuk tidak menyentuh melebihi siku, karena ini bisa membuat orang tersebut merasa seperti Anda menyerbu ruang pribadi mereka.
Jadi, apakah pembaca Career Advice ingin tampil dengan lebih percaya diri dalam suatu pertemuan? Jangan lupa untuk mengikuti kiat-kiat diatas ya. Semoga sukses dan semoga rasa percaya diri Anda memberikan hasil yang ingin Anda capai ya.
Featured Career Advice
-
Leadership
Perubahan dan Strategi untuk Agile Leadership di Era yang Terus Berubah
-
Leadership
Prinsip-Prinsip Agile Leadership
-
Communication
Microsoft Teams untuk Berkolaborasi Digital
-
Communication
Melakukan Rapat Virtual dengan Microsoft Teams
-
Tips of Management
Tips menjalin relasi dengan banyak orang di LinkedIn Group
-
Tips of Management
Ide Konten yang Menginspirasi untuk Halaman LinkedIn Anda
-
Tips of Management
Tips Membuat Artikel di LinkedIn
-
Tips of Management
Optimalisasi Kinerja Komputer/Laptop dengan Defragment dan Clear Temp Folders
-
Productivity
Strategi yang Tepat untuk Pengambilan Barang (Picking) di Warehouse
-
Productivity
Proses-Proses dalam Warehouse Management
-
Productivity
Mengoptimalkan Fungsi Warehouse
-
Productivity
Mengenal Warehouse Management System
-
Productivity
Jenis-Jenis Warehouse
-
Mindset
Karakteristik Budaya Kerja Jepang
-
Tips of Management
Sukses Berjualan di TikTok Shop
-
Tips of Management
10 Ide Konten TikTok Menarik
-
Marketing & Sales
Jenis-Jenis Struktur Pembelian
-
Tips of Management
Memilih Supplier yang Tepat dalam Manajemen Pembelian
-
Tips of Management
Manajemen Pembelian
-
E-learning
Pelatihan Tatap Muka Vs E-learning: Peran HR yang Makin Krusial di Era Digital
-
E-learning
Mengapa Online Learning merupakan The Future of Education
-
Innovation
Dunia Telah Berubah ke Arah Digital
-
Tips of Management
Memaksimalkan Pengembangan Karyawan Dengan Menggunakan Metode Online
-
Tips of Management
Kunci Sukses dalam Menjalankan Bisnis
-
Self Improvement
Apa itu Ketajaman Bisnis (Business Acumen)?
-
Productivity
Mengoptimalkan Kinerja Laptop Untuk Bekerja Lebih Produktif
-
Marketing & Sales
SPIN Selling sebagai Senjata Penjualan B2B yang Efektif
-
Marketing & Sales
Memilih Metode Penjualan yang Tepat
-
Productivity
Menyajikan Data Secara Visual Agar Lebih Mudah Dipahami
-
Self Improvement
Menerima Umpan Balik (Feedback)
-
Self Improvement
Analisis Persoalan Potensial
-
Self Improvement
Tindakan Pencegahan (Preventive Action)
-
Self Improvement
Rencana Darurat (Contingency Plan)
-
Self Improvement
Pentingnya Membangun Kesan Pertama (First Impression) yang Baik
-
Productivity
Musik Meningkatkan Produktivitas
-
Productivity
Rutinitas Pagi Pekerja Sukses
-
E-learning
Dampak Perkembangan Gadget di Kehidupan Manusia
-
Productivity
Meningkatkan Produktivitas dengan Teknik Pomodoro
-
Tips of Management
Membuat Laporan dengan Efektif Menggunakan Pivot Table
-
E-learning
Tipe-tipe Kecerdasan Manusia
-
E-learning
Meningkatkan Daya Ingat
-
E-learning
Menciptakan Suasana yang Nyaman dalam Belajar
-
E-learning
Meningkatkan Kecepatan Belajar dengan Meningkatkan Fokus
-
E-learning
Musik Memperkuat Konsentrasi dan Fokus
-
E-learning
Pentingnya Mindset untuk Membangun Sukses
-
Tips of Management
Memahami Supply Chain Management
-
Communication
Presentasi Dengan Menggunakan Teknik Storytelling
-
Communication
Fungsi dan Manfaat dari Storytelling dalam Komunikasi
-
Communication
Apa Itu Storytelling
-
E-learning
Mengenal Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015
-
Tips of Management
7 Langkah Mudah Membuat Mind Map
-
Tips of Management
Mengenal Jenis-Jenis Mind Map
-
Tips of Management
Permudah Pekerjaan Anda dengan Mind Map
-
E-learning
Etika di dalam Kegiatan Belajar-mengajar Melalui Zoom yang Harus Anda Ketahui!
-
E-learning
Fitur-fitur Zoom untuk Pembelajaran Menjadi Lebih Menarik!
-
Generation Millenials & Z
Membuat Lingkungan Kerja yang Baik untuk Generasi Millenial dan Gen Z
-
Generation Millenials & Z
Berbagai Generasi di Tempat Kerja
-
Generation Millenials & Z
Menciptakan Keceriaan Lintas Generasi di Tempat Kerja
-
Generation Millenials & Z
Menghadapi Generation Gap di Lingkungan Kerja
-
Emotional Intelligence
Menghadapi Tipe Orang Negatif di Lingkungan Kerja