Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Cara Mengatasi Iri Hati

5 Cara Mengatasi Iri Hati


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jun 19, 2019

Iri hati adalah salah satu sikap beracun yang dapat menghancurkan kita. Iri hati biasanya dimiliki oleh orang-orang yang suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Perasaan iri hati tidak akan pernah membawa kita pada kesuksesan apapun dan hanya akan menganggap diri semakin buruk. Bayangkan, jika kita memiliki sifat iri hati dalam perjalanan karier. Saat orang lain sukses, kita merasa iri. Saat orang lain berhasil membuat kemajuan, kita juga merasa iri. Jika selalu merasa iri, kita tidak akan pernah bisa belajar dari orang lain dan mengambil sisi positif dari setiap hal yang dihadapi. Tentu saja, ini bukanlah sikap yang harus dipertahankan. Kita harus mampu menghilangkan iri hati dari dalam diri. Jika tidak, kita mungkin saja akan menyabotase dan selalu menyalahkan diri sendiri serta tidak dapat melihat potensi diri.
 
Kita mungkin merasa bahwa hidup ini tidak adil. Kita melihat bahwa orang lain memiliki talenta, kesehatan, kekayaan bahkan reputasi yang lebih dari yang kita miliki. Ditambah dengan kemajuan teknologi saat ini, media sosial menjadi salah satu hal yang dapat meningkatkan iri hati dalam diri kita masing-masing. Nah, untuk mengatasi iri hati, kita harus dapat memahami darimana perasaan tersebut berasal dan berhenti memandang diri sendiri sebagai sebuah kegagalan. Lalu, bagaimana kita dapat mengatasi iri hati yang dimiliki? Berikut adalah 5 cara mengatasi iri hati.
 
1. Meningkatkan kesadaran diri.
Cara mengatasi iri hati yang pertama adalah dengan meningkatkan kesadaran diri. Untuk mengenal diri sendiri, kita harus menerima diri sendiri terlebih dahulu. Kesadaran diri adalah suatu hal yang membantu kita untuk menyadari dan menerima siapa kita. Kesadaran diri juga akan membantu kita untuk dapat memahami diri sendiri tanpa harus menghakimi, mampu untuk menerima kesalahan yang pernah dilakukan dan memaafkan diri atas kesalahan tersebut.
 
Apakah kita merasa iri? Apakah kita suka membandingkan diri dengan orang lain? Cobalah untuk meneliti diri sendiri. Kita mungkin memiliki perasaan tidak nyaman, ketakutan, atau bahkan merasa terancam. Tetapi, tidak apa-apa. Itu adalah hal yang wajar. Dengan kesadaran diri juga memampukan kita untuk mengatasi perasaan- perasaan tersebut. Dengan begitu, kita akan mampu untuk menerima umpan balik dari orang lain. Umpan balik membantu kita untuk menemukan bagian dalam diri yang perlu diperbaiki. Untuk meningkatkan kesadaran diri, kita harus selalu melihat ke dalam diri. Jika memiliki kesadaran diri yang tinggi, kita akan mengenal diri sendiri dengan baik dan memahami pandangan yang dimiliki orang lain terhadap kita.
 
2. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain.
Cara mengatasi iri hati yang kedua adalah berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Kita harus mampu untuk menerima apa yang dimiliki dan yang telah dicapai. Kesuksesan adalah hal yang pribadi, sedangkan kebahagiaan adalah bagaimana kita mendefinisikan kesuksesan tersebut. Jadi, milikilah standar sendiri.
 
Standar yang dimiliki orang lain hanya akan membuat kita stres dan semakin meningkatkan rasa iri hati. Satu-satunya hal yang dapat menjadi perbandingan adalah diri kita di masa lalu. Cobalah untuk membandingkan diri di masa lalu dengan diri kita saat ini. Apa yang masih perlu ditingkatkan? Fokuskan diri kita dengan perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Dengan begitu, kita tidak akan lagi membandingkan diri dengan orang lain. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanyalah sebuah hal yang sia-sia.
 
3. Mencegah berkembangnya rasa iri hati yang dimiliki.
Cara mengatasi iri hati yang ketiga adalah mencegah berkembangnya rasa iri hati yang dimiliki menjadi iri hati yang lebih besar. Biasanya, iri hati timbul dalam sebuah hubungan. Cara awal yang dapat dilakukan untuk mengatasi iri hati adalah dengan bersikap jujur. Dalam sebuah hubungan, baik hubungan pribadi maupun profesional, kita harus selalu membangun kepercayaan. Memang tidaklah mudah untuk membangun rasa percaya, tetapi ketika mampu membangun kepercayaan, kita akan mampu mencegah rasa iri hati bertumbuh semakin besar. Kita memang tidak dapat menghindari rasa iri hati, tetapi dapat mencegahnya sebelum iri hati berkembang menjadi hal yang semakin besar dan membuat kita semakin merasa buruk. Jadi, cobalah untuk selalu membangun kepercayaan dalam setiap hubungan yang kita miliki.

4. Mengikuti jejak kesuksesan orang lain.
Cara mengatasi iri hati yang keempat adalah mengikuti jejak kesuksesan orang lain. Menjadikan orang lain sebagai inspirasi bukanlah hal yang salah. Masalahnya adalah kita selalu berusaha untuk menjadi mereka, misalnya jika mengagumi Bill Gates, kita tidak perlu menjadi sama dengannya, cukup mengikuti jejak kesuksesannya saja. Mengikuti jejak kesuksesan orang lain bukan berarti harus melakukan persis seperti yang mereka lakukan. Setiap orang memiliki kehidupan yang unik. Menyamai proses yang dimiliki orang lain adalah hal yang membosankan. Kita harus memiliki tujuan dan menentukan jalan sendiri. Pastikan bahwa kita tidak mengambil jalan pintas ya, rekan pembaca. 
 
5. Mengalami rasa sakit.
Cara mengatasi iri hati yang kelima adalah mengalami rasa sakit secara langsung. Iri hati tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tetapi juga berbahaya bagi orang-orang di sekitar kita. Iri hati memberikan rasa sakit dan biarkan kita mengalami rasa sakit tersebut. Dengan begitu, kita akan dapat merasakan rasa sakit secara langsung. Mengalami rasa sakit secara langsung, membuat kita tidak ingin menyimpan rasa iri hati yang berkepanjangan. Kita tahu bahwa iri hati itu menyakitkan dan tidak ada gunanya jika membiarkan iri hati berakar dalam diri.
 
Nah, itulah 5 cara mengatasi iri hati. Hidup kita berharga. Jadi, kita harus melakukan hal-hal yang bermakna. Iri hati hanya akan meracuni diri sendiri. Jangan biarkan diri kita dikuasai oleh rasa iri hati ya, rekan pembaca. Segera lakukan cara untuk mengatasinya agar kita memiliki kebahagiaan dalam hidup.
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis