STUDILMU Career Advice - 4 Persiapan Menghadapi Wawancara

4 Persiapan Menghadapi Wawancara


by Studilmu Editor
Posted on Jan 07, 2019

 
Dalam posisi pekerjaan apapun, sesi wawancara memiliki dua arah yaitu, pewawancara akan mencari tahu apakah Anda adalah orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut? atau Anda mencoba untuk mencari tahu apakah Anda ingin menghabiskan waktu kurang lebih 40 jam setiap minggunya untuk bekerja di dalam perusahaan tersebut?
 
Sebenarnya kedua pandangan tersebut sah-sah saja, bahkan dapat dibilang sangat normal. Perekrut berhak untuk berpikir apakah Anda dapat berkontribusi dalam jangka waktu yang panjang atau tidak, apakah Anda akan cocok bergabung dengan tim yang lain dan membentuk kerjasama yang kompak atau tidak. Disisi lain, Anda juga berhak untuk berpikir apakah Anda rela untuk menghabiskan waktu berjam-jam bekerja untuk gaji yang mereka tawarkan dan apakah Anda yakin jika Anda bergabung dengan mereka, perusahaan akan menjadi lebih maju. Ya, tentunya ada banyak hal-hal yang akan Anda dan perusahaan yang bersangkutan pikirkan saat sesi wawancara berlangsung. Mari kesampingkan dulu tentang dua pandangan tersebut, karena pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang beberapa hal yang sangat dianjurkan untuk Anda lakukan saat akan menghadiri sesi wawancara dengan perusahaan Start-up. 
 
Kiat-kiat yang akan kita bahas di dalam artikel ini akan membantu Anda memberi kesan kepada pewawancara bahwa Anda adalah kandidat yang tepat dan Anda benar-benar menginginkan pekerjaan itu. 

1. Gunakan Produk atau Jasa yang Dimiliki oleh Perusahaan
Tidak peduli posisi apa yang sedang Anda wawancarai, Anda harus menggunakan produk atau jasa yang perusahaan tersebut tawarkan. Minimalnya, mengenal produk mereka terlebih dahulu jika memang belum siap untuk menggunakannya. Jika itu adalah perusahaan start-up, kami menyarankan Anda untuk mengunduh aplikasi yang mereka miliki dan pelajari produk atau jasa yang mereka tawarkan. Jika Anda sendiri tidak mengerti atau tidak mengenal produk dan jasa yang mereka tawarkan, bagaimana Anda bisa yakin bahwa Anda adalah kandidat yang tepat untuk posisi tersebut?
 
2. Berikan Ide Terbaik Anda
Sekarang setelah Anda mengenal produk tersebut, persiapkan ide-ide cemerlang Anda tentang bagaimana Anda ingin berkontribusi pada perusahaan start-up tersebut. 
 
Fitur baru apa yang paling membuat Anda bersemangat? Bagaimana Anda akan melibatkan pengguna untuk tertarik dengan fitur yang ditawarkan?.
 
Anda tidak perlu memiliki strategi seperti orang yang memiliki pengalaman bertahun-tahun lamanya, tetapi cobalah untuk berpikir sekreatif mungkin. Ide yang baik dan cemerlang, apalagi jika Anda adalah orang yang langsung mengeksekusi ide tersebut, hasilnya pasti akan sangat baik. 
 
Ingat, tidak ada orang yang dapat mengeksekusi ide dengan sangat baik, selain orang yang memiliki ide tersebut.
Perusahaan start-up benar-benar mencari orang-orang yang dapat terjun langsung ke dalam pengaplikasian kerja. Jadi, siapkanlah diri Anda untuk hal tersebut. 
 
3. Bersiaplah untuk Melakukan Sesi Wawancara Kedua
Kebanyakan pewawancara bertanya kembali kepada kandidat, “apakah Anda memiliki pertanyaan lain?” Nah, ini adalah kesempatan bagus bagi Anda, jangan sia-siakan!.
 
Tanyakan hal-hal yang menurut Anda perlu dipertimbangkan, meskipun Anda sangat tertarik untuk bergabung dengan perusahaan start-up tersebut, namun ingat kembali bahwa Anda juga harus mempertimbangkan apakah Anda akan merasa benar-benar cocok dengan visi, misi, produk atau jasa yang dimiliki perusahaan tersebut. Demi memiliki kehidupan karier yang lebih baik, Anda tidak boleh salah dalam mengambil keputusan tentang pekerjaan yang Anda geluti. 
 
Selain itu, pertanyaan-pertanyaan yang Anda ajukan di akhir sesi wawancara juga bukan hanya memberikan informasi yang bermanfaat untuk dipertimbangkan, jika Anda mendapatkan tawaran, namun itu juga menunjukkan kepada pewawancara bahwa Anda benar-benar mengevaluasi perusahaan itu sendiri. Dalam kata lain, Anda benar-benar tertarik dengan posisi dan perusahaan tersebut. 

4. Sampaikan Rasa Terima Kasih
Hal ini mungkin masih jarang dilakukan oleh para kawula muda yang baru awal-awal mencari pekerjaan. Mengucapkan rasa terima kasih itu sangatlah baik untuk dilakukan. Kami menyarankan Anda untuk mengucapkan rasa terima kasih saat di akhir sesi wawancara dengan pewawancara dan juga mengirim email ucapan terima kasih kepada perekrut atau siapapun pihak perusahaan yang mengirimkan Anda email untuk sesi wawancara sebelumnya.
 
Katakan bahwa Anda benar-benar merasa senang telah diberikan kesempatan untuk melakukan sesi wawancara dengan perusahaan tersebut. Hal ini mungkin sederhana, namun sebenarnya memiliki dampak yang sangat baik. 
 
Ya, itu dia kiat-kiat yang sangat disarankan untuk Anda lakukan saat Anda akan memiliki sesi wawancara dengan perusahaan start-up. Persiapkan diri Anda dan dapatkan pekerjaan itu. Selamat Mencoba!
Featured Career Advices

Magang adalah Peluang Karier yang Berharga

8 Manfaat Media Sosial

4 Cara Menjadi Pengusaha Sukses

7 Karakter Unik yang Membawa Kebahagiaan Sejati dan Kesuksesan

3 Kunci Kesuksesan Tim

3 Cara Mempertahankan Hubungan Profesional

11 Karakter Orang Baik yang Membawa Perkembangan Karier

10 Cara Orang Sukses untuk Tetap Tenang

6 Cara Bersosialisasi Ala Kaum Milenial

3 Cara Menghadapi Masalah: Ketidakpuasan Kerja

4 Cara Menangani Korupsi Waktu yang dilakukan Karyawan

10 Tips Ampuh Meningkatkan Kualitas Rapat Kerja

6 Cara Transfer Pelatihan Kerja ke Praktek Kerja Lapangan

4 Cara Menghilangkan Stres dengan Terapi EFT

10 Ciri Orang Sukses

8 Cara Memaksimalkan Akhir Pekan

3 Keterampilan Abad 21

4 Cara Menjaga Nama Baik Perusahaan secara Online

6 Makanan Sehat Penambah Produktivitas Kerja

5 Nilai Positif dari Aplikasi Permainan Anak: Candy Crush

5 Cara Manajemen Krisis ala Pemimpin Hebat

3 Cara Meningkatkan Semangat Pagi

5 Tips Kepercayaan Diri Para Pengusaha Sukses

4 Cara Memperbaiki Diri dan Mendapatkan Promosi

10 Cara Mengembangkan Usaha melalui Persaingan Bisnis

10 Resolusi Konflik di Tempat Kerja

3 Cara Mendapatkan Teman Banyak dan Mempengaruhi Orang Lain

4 Cara Menghadapi Kompetitor dengan Cara Pintar

Simpati dan Empati, Mana yang Terbaik?

Keteguhan Hati