Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 3 Tujuan Kepemimpinan dalam Perjalanan Karier

3 Tujuan Kepemimpinan dalam Perjalanan Karier


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

Mengatakan “Saya ingin sukses” jauh lebih mudah daripada melakukannya. Setiap orang ingin sukses, tetapi tidak semua orang mampu bertahan dalam perjalanan kesuksesan. Untuk itu, sangatlah perlu memiliki tujuan dalam setiap fase yang dihadapi. Tujuan membuat kita mengetahui apa harus dilakukan agar mengalami peningkatan dan kemajuan dalam karier.
 
Untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat, kita harus selalu memiliki tujuan yang jelas dalam perjalanan karier yang ditempuh. Kemampuan kepemimpinan merupakan hal yang harus kita miliki. Tentunya, sebelum memimpin tim, kita harus mampu memimpin diri sendiri dengan baik. Menjadi seorang pemimpin juga berarti terbuka terhadap pengembangan kemampuan dan keterampilan diri. Jika memiliki kemampuan kepemimpinan, kita dapat menyelesaikan setiap tugas dan tanggung jawab yang dimiliki dengan hasil yang memuaskan.
 
Nah, ada tiga fase yang kita lewati dalam perjalanan karier. Dalam setiap fasenya, ada tujuan kepemimpinan yang harus dihadapi. Kali ini kita akan membahas 3 tujuan kepemimpinan yang harus dimiliki dalam setiap fase perjalanan karier yang dilewati untuk membentuk kita menjadi seorang pemimpin yang hebat dan berwawasan luas.

1. Fase Pemula: Membangun hubungan baik dengan karyawan lain.

Di awal perjalanan karier, tujuan yang harus dicapai adalah membangun hubungan baik dengan rekan kerja lain. Saat memulai karier, kita memiliki keinginan yang besar untuk belajar dan bertumbuh. Kita tidak akan keberatan untuk mengerjakan setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Namun, sebagai seorang pemula, kita harus bersedia untuk keluar dari meja kerja dan membangun hubungan baik dengan rekan kerja lainnya. Saat memiliki hubungan dengan rekan kerja, kita akan menciptakan lingkungan kerja yang positif. Selain itu, rekan kerja akan menyukai kita karena bersikap ramah dan terbuka terhadap mereka. 
 
Dengan bersosialisasi, kita juga sedang meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Seperti yang kita ketahui, untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat, kita harus memiliki kemampuan berkomunikasi. Kita harus mampu menulis dengan baik, berbicara dengan jelas dan mendengarkan orang lain dengan seksama. Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi adalah membangun hubungan baik dengan rekan kerja lainnya. Lalu, apa manfaat lain yang didapat jika kita memiliki hubungan baik dengan rekan kerja lainnya?
- Hubungan kerja yang baik merupakan kesempatan bagi kita untuk terhubung dengan rekan kerja dalam setiap aspek kehidupan.
- Hubungan kerja yang baik merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa kita adalah orang yang dapat dipercaya.
- Membangun hubungan yang baik merupakan kesempatan untuk membangun reputasi diri yang baik. 
 

2. Fase Junior: Tentukan visi pribadi.

Tujuan kepemimpinan dalam fase ini adalah menentukan visi bagi diri sendiri. Setelah melewati fase pemula, kita telah memiliki hubungan baik dengan rekan kerja lainnya. Sekarang adalah waktu untuk mengembangkan visi yang dimiliki dengan memaksimalkan keberadaan kita dalam departemen dan organisasi yang ada. Bagaimana kita dapat menentukan visi? Pada dasarnya, visi adalah sesuatu yang jelas, ringkas dan realistis. Cobalah perhatikan nilai-nilai dasar yang kita miliki dalam hidup. Hal atau kepercayaan apa yang kita junjung tinggi dalam hidup? Dengan mengetahui nilai-nilai dasar yang penting dalam kehidupan, kita dapat menentukan visi dan menetapkan tujuan. Visi merupakan panduan dalam mengambil langkah untuk selalu membuat kita bersemangat dan bergairah.  Nantinya, rekan kerja lainnya dapat melihat bahwa kita adalah seorang pemimpin karena mereka melihat bahwa kita selalu memiliki semangat yang tinggi dalam mencapai visi yang dimiliki. Tidak menutup kemungkinan juga bahwa rekan kerja lainnya akan membantu dan mendukung kita mencapai visi tersebut.
 

3. Fase Senior: Tetap belajar dan keluar dari zona nyaman.

Ketika telah mencapai fase senior, kita merasa bahwa hampir mendekati tujuan yang dimiliki. Ini bukan lagi saatnya menunjukkan bahwa kita memiliki kualitas pemimpin yang hebat. Ini adalah kesempatan untuk beristirahat dari usaha pembuktian tersebut. Lalu, tujuan apa yang harus kita miliki? Kita harus memiliki ketangkasan dalam belajar. Kita harus memastikan bahwa selalu bersikap terbuka terhadap proses pembelajaran. Kita harus siap dan bersedia untuk mencoba pendekatan baru, membuat kesalahan dan mendapatkan umpan balik dari anggota tim lainnya. 
 
Kita mungkin tidak selalu mendapatkan hasil yang positif, itu wajar. Jadikanlah pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga. Bukankah pepatah mengatakan bahwa guru terbaik adalah pengalaman yang kita alami sendiri? Jika bersikap terbuka terhadap proses pembelajaran, anggota tim lainnya juga akan menjadikan proses pembelajaran sebagai budaya yang dimiliki oleh tim.
 
Dalam fase senior, kita juga harus keluar dari zona nyaman. Ini merupakan peluang bagi kita untuk mengambil kesempatan baru. Jika kita selalu berkeinginan untuk menerapkan ide-ide baru dalam menyelesaikan suatu hal, ini adalah waktu yang tepat. Keluar dari zona nyaman merupakan tujuan kepemimpinan yang membuat kita dapat mencapai hal-hal yang lebih besar. Kita bahkan akan mendapatkan dukungan moral dari anggota tim lainnya. Untuk itu, sekalipun telah menjadi seorang pemimpin senior, kita harus selalu terbuka terhadap peluang baru dan keluar dari zona nyaman yang dimiliki. 
 
Itulah 3 tujuan kepemimpinan yang harus dicapai dalam setiap fase perjalanan karier. Jika ingin mendapatkan kesuksesan karier dalam kepemimpinan, kita harus selalu terbuka terhadap proses pembelajaran. Kita harus menggali hal-hal baru untuk membentuk pola pikir yang baru juga. Kita bahkan harus meningkakan diri dengan mengembangkan keterampilan-keterampilan baru.
 
Pemimpin yang hebat adalah mereka yang tidak pernah berhenti belajar dan selalu berusaha mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang dimiliki. Kesuksesan dimulai dengan membangun hubungan yang bernilai, mengidentifikasi visi dan terus mendorong diri untuk keluar dari zona nyaman.