Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 10 Kiat Sikap Saling Menghargai di Lingkungan Kerja

10 Kiat Sikap Saling Menghargai di Lingkungan Kerja


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 07, 2019

 
Setiap orang pasti ingin merasa dihargai dan dihormati oleh orang-orang di sekitarnya, tidak terkecuali di lingkungan kerja. Coba deh rekan-rekan Career Advice tanyakan kepada kolega lainnya di kantor, kira-kira bentuk penghormatan seperti apa sih yang mereka inginkan di lingkungan kerja? Pasti kebanyakan jawabannya adalah ingin merasa dihargai oleh rekan-rekan kerja dan bosnya. 
 
Sikap saling menghargai akan terwujud saat seseorang diperlakukan secara bermartabat dan hormat oleh orang lain. Rasa hormat ini sendiri akan diberikan kepada seseorang, saat kita merasa kagum pada kepribadian atau kerja keras seseorang. Biasanya, mereka adalah orang-orang yang memiliki kualitas serta kemampuan baik yang mereka bawa ke lingkungan kerja kita. Sehingga, secara tidak langsung orang-orang di sekitarnya menjadikan individu tersebut sebagai panutan yang dihargai. 
 
Nyatanya, sikap saling menghargai ini perlu diterapkan bukan hanya kepada mereka yang layak menjadi panutan. Namun, kita juga perlu menghargai mereka yang mungkin tidak memberikan kontribusi apapun terhadap kita. 
 
Apabila kita telah merasa dihormati oleh orang lain, penting bagi kita untuk menghormati kolega lainnya, seperti yang mereka lakukan kepada kita. Dengan begitu, kita akan menyadari bahwa semua orang memiliki hak, pendapat, keinginan, pengalaman dan kompetensi yang membuat mereka spesial dengan cara mereka masing-masing, dan semua itu layak untuk dihargai dan dihormati. 
 
Apakah rekan-rekan Career Advice masih ingat dengan lagu ‘respect’ atau hormat, yang dinyanyikan oleh Aretha Franklin? Ini menunjukkan bahwa rasa hormat merupakan suatu hal yang menjadi kebutuhan universal di antara manusia.
 
“MENGHORMATI”
“Cari tahu apa artinya itu bagi saya.”
Itu adalah sepenggal lirik dari lagu ‘respect’ yang dibawakan oleh Aretha Franklin. Setiap orang perlu mencari tahu arti ‘hormat’ di dalam hidupnya. Sampai akhirnya mereka menyadari bahwa:
“Semua orang butuh sedikit rasa hormat”, “Semua orang butuh sedikit waktu”, “Semua orang butuh sedikit”, dan yang ‘sedikit’ itulah yang sebenarnya sangat berarti dan terasa sangat banyak. Selain itu, arti lain dari ‘semua orang butuh sedikit rasa hormat’ mengindikasikan bahwa kita perlu tahu, kapan kita harus menghormati seseorang dan kapan untuk tidak melakukannya. Maksudnya, kita tidak bisa menghargai seseorang dengan perasaan yang sangat berlebihan, namun diri kita pasti bisa merasakannya dengan sangat baik saat kita benar-benar menghargai seseorang dan kapan kita tidak menghargai mereka. 
 
Intinya, sikap saling menghargai itu penting, namun tidak berlebihan sampai memperlakukan mereka layaknya seorang ‘dewa’.
 
Lalu, Bagaimana Karyawan dapat Menilai Apakah Mereka Dihormati atau Tidak? 
Mungkin rekan-rekan Career Advice bertanya-tanya di dalam hati tentang bagaimana seorang karyawan dapat menilai dan merasakan, apakah mereka termasuk ke dalam orang-orang yang dihormati dan dihargai oleh kolega dan atasannya atau tidak. 
 
Faktanya, rasa hormat dapat didengar dari nada seseorang saat mereka berbicara kepada kita, entah dalam komunikasi nonverbal atau melalui kata-kata. Mereka juga akan memanggil nama kita dengan sangat baik tanpa ada cemoohan atau nada yang seperti merendahkan. Selain itu, kita juga dapat merasa bahwa seseorang menghargai kita saat mereka mendengarkan apapun yang kita katakan secara mendalam dan penuh kehati-hatian. Dalam kata lain, mereka ingin menjadi pendengar yang baik bagi kita. 
 
Sesekali, mereka juga mengajukan pertanyaan kepada kita yang tentunya berkaitan dengan apa yang kita bicarakan. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka memahami sudut pandang kita, dan tidak berasumsi dengan hanya menggunakan sudut pandang mereka saja. 
 
Kita juga bisa menilai rasa dihargai dan dihormati oleh orang lain di dalam setiap organisasi, institusi atau perusahaan. Bagaimana para tim manajemen, bos, rekan-rekan kerja kita, memperlakukan kita di dalam organisasi tersebut? Apakah mereka ramah kepada kita, atau tidak? Kita bisa menilai dari bagaimana cara mereka menetapkan aturan-aturan dan kebijakan baru, apakah semua itu terfokus untuk kebaikan dan kesejahteraan bersama? Atau, mungkin hanya untuk kepentingan aktor-aktor tertentu saja? 
 
Apabila kebijakan baru yang ditentukan benar-benar untuk kebaikan bersama, bagaimana cara mereka memperkenalkan prosedur baru kepada para karyawan? Dan, bagaimana mereka memberi kompensasi kepada kita yang posisi jabatannya berada di bawah mereka atau setara dengan mereka?
 
Apakah orang lain menghargai pendapat yang kita berikan, meskipun sangat berbeda dengan sudut pandang mereka? Apakah mereka akan meminta pendapat kita saat melakukan sebuah perubahan pekerjaan? Dan lain sebagainya. 
 
Yap, saya tahu memang ada banyak pertanyaan-pertanyaan yang perlu kita tanyakan pada diri sendiri untuk mengenali mereka yang menghargai kita atau tidak. Namun, sekali lagi kami sampaikan bahwa rekan-rekan Career Advice pasti bisa merasakan dan menyadarinya dengan jelas tentang siapa yang menghargai kita dan siapa yang tidak. 
 
Tetapi, apa sih sebenarnya sikap menghargai dan menghormati itu? Dan, bagaimana sikap saling menghargai dapat ditunjukkan di lingkungan kerja? Berikut ini beberapa kiat yang dapat kita terapkan agar dapat saling menghargai antar sesama. 
 
Kiat untuk Saling Menghargai di Kantor
1. Perlakukan orang dengan sopan santun, kesopanan, dan kebaikan.
Sebagai warga Asia yang sangat menomorsatukan sopan santun. Memperlakukan orang lain dengan sopan dan penuh dengan kebaikan adalah sikap yang sangat terpuji. Bukan hanya itu, apabila kita diperlakukan sopan oleh orang lain, ini menandakan bahwa orang tersebut menghargai dan menghormati kita. 
 
2. Dorong rekan-rekan kerja untuk mengekspresikan pendapat dan ide.
Saat seseorang mendorong kita untuk bebas dalam memberikan pendapat yang kita miliki atau menanyakan pendapat kita tentang suatu hal. Tentu saja, secara otomatis kita akan merasa bahwa orang tersebut sangat menghargai kita dengan segala pendapat dan ide yang kita miliki. 

3. Berusaha menjadi pendengar yang baik. 
Kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik sangat diperlukan di lingkungan manapun, terutama lingkungan kerja. Kita perlu mendengarkan apa yang orang lain katakan sebelum kita mengungkapkan sudut pandang yang kita miliki. Belajarlah mendengarkan untuk memahami, bukan hanya sekedar merespon. 

4. Gunakan ide hebat dari rekan kerja dan berikan kredit atas nama mereka.
Apabila rekan pembaca memiliki kolega yang introvert atau pemalu, yang merasa tidak percaya diri untuk menampilkan ide-ide cemerlang mereka. Namun, rekan pembaca tahu dengan pasti bahwa ide mereka sangat baik untuk diterapkan. Nah, salah satu cara untuk menghargai dan menghormati mereka adalah dengan menggunakan ide hebat mereka dan memberikan kredit atas nama mereka. Mereka akan merasa bahagia karena ada seseorang yang menghargai ide-ide mereka. 
 
5. Jangan pernah menghina, menjatuhkan orang atau meremehkan ide-ide mereka.
Demi menciptakan lingkungan kerja yang saling menghargai satu sama lain, maka kita perlu menghindari memanggil nama seseorang dengan panggilan yang buruk, meremehkan, atau bahkan menjatuhkan mereka dengan ide-ide yang mereka miliki. Percayalah, ini bukan ide yang bagus untuk memojokkan seseorang. Tidak akan ada orang yang suka diperlakukan seperti ini. 
 
6. Jangan mengkritik segala hal atau menghakimi.  
Terkadang hal-hal seperti ini terlihat sangat kecil. Namun, tindakan seperti meremehkan, menghakimi, merendahkan atau menggurui, bukanlah hal-hal remeh temeh yang bisa kita abaikan. 
 
7. Hindari nada suara yang tinggi dan keras, serta waspadai bahasa tubuh kita.
Kebanyakan orang-orang akan merasa tersinggung bukan karena konten yang diucapkan, namun pembawaan yang dibawakan oleh pembicara kepada orang tersebut yang sangat menyakitkan. Contohnya, berbicara dengan nada tinggi, namun konten yang disampaikan sebenarnya tidak sensitif sedikitpun. 

8. Perlakukan semua orang dengan cara yang sama.
Tidak peduli apapun suku, ras, agama, jenis kelamin, ukuran, usia, atau negara asal dari seseorang, kita perlu memperlakukan mereka dengan cara yang sopan dan bersikap bahwa semua orang itu sama, tidak ada yang lebih tinggi martabatnya atau yang lebih rendah dari yang lain.  

9. Lebih sering memuji daripada mengkritik. 
Kita perlu mendorong pujian kepada rekan-rekan kerja lainnya, yang mana pujian tersebut memang layak untuk mereka dapatkan. Bagaimana dengan kritik? Ini juga perlu, terutama umpan balik konstruktif. Namun, kita tidak perlu memberikan umpan balik setiap hari, bukan? 
 
10. Sertakan semua rekan kerja dalam rapat, diskusi, pelatihan, dan acara. 
Kita perlu memberi kesempatan yang sama bagi semua karyawan untuk berpartisipasi dalam komite atau menjadi panitia dari setiap acara yang diadakan kantor. Tujuannya, selain memberikan mereka pengalaman baru yang bermakna, ini juga membuat mereka yakin bahwa atasan mereka sangat mempercayai pekerjaan itu kepada mereka, sehingga karyawan akan merasa bahwa “bukan hanya dia, namun saya juga mampu untuk melakukannya”.
 
Itulah beberapa kiat untuk menunjukkan rasa saling menghargai dan menghormati kepada sesama rekan kerja. Jika kiat-kiat di atas diimplementasikan secara konsisten di lingkungan kerja kita, saya yakin tempat kerja rekan pembaca pasti akan semakin menyenangkan dan membahagiakan. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kita terapkan bersama-sama. Semangat terus ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
5 Cara Meningkatkan Harga Diri

5 Cara Meningkatkan Harga Diri

Kebahagiaan adalah Kunci Kesuksesan

Kebahagiaan adalah Kunci Kesuksesan

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal