Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 10 Cara Sukses di Usia Muda dengan Menjadi Jutawan

10 Cara Sukses di Usia Muda dengan Menjadi Jutawan


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 30, 2019

 
Siapa coba yang tidak ingin menjadi sukses dan menjadi seorang jutawan di usia muda? Saya yakin rekan-rekan Career Advice pasti juga mau kan menjadi jutawan yang sukses? Memang sih, menjadi jutawan di usia muda sering menjadi topik yang tabu. Bahkan, kebanyakan orang berpendapat bahwa orang-orang yang layak menjadi jutawan hanyalah mereka yang berusia di atas 30 tahun. Dengan kata lain, sudah memiliki pengalaman kerja selama berpuluh-puluh tahun dan sudah memiliki tabungan yang banyak sebagai modal usaha mereka. 
 
Nyatanya, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini loh! Asal kita benar-benar yakin dan mau berusaha untuk mewujudkannya. Pada artikel ini, kami akan menjelaskan bagaimana cara sukses di usia muda dengan menjadi jutawan. Wih, penasaran kan? Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 
 
1. Pantau Terus Perkembangan Pendapatan dan Pengeluaran. 
Seorang calon jutawan harus sangat teliti dengan uang yang mereka dapatkan (penghasilan), serta jumlah uang yang mereka keluarkan. Kontrol terus pengeluaran dengan seketat mungkin, dan jangan lupa untuk memantau perkembangan pendapatan yang kita miliki setiap bulan.
 
Misalnya, penghasilan saya setiap bulan sebanyak 7 juta rupiah, pantau lagi pendapatan kita selama tiga atau lima tahun kemudian, berapa jumlah pendapatannya? Apakah semakin bertambah? Dan apa yang bisa menambah pendapatan kita? Apakah itu karena bisnis yang kita buat? Jika ya, bagaimana caranya agar bisnis itu semakin maju. Terus pikirkan itu secara matang dan bertahap. 

2. Tidak Perlu Pamer Harta. 
Apabila rekan pembaca ingin menjadi seorang jutawan, kami menyarankan rekan-rekan pembaca untuk tidak membeli barang-barang mewah hanya untuk memamerkan semua itu kepada orang lain. Tidak masalah untuk membeli barang mewah, namun pastikan bisnis Anda sudah berada di titik aman dan pendapatan sudah stabil. 
 
Jangan membeli barang mewah saat kita belum memiliki penghasilan dan tabungan yang stabil, hanya karena ingin terlihat kaya dan memiliki gengsi yang tinggi. Seorang jutawan dapat dipandang baik karena etos kerja yang mereka miliki sehingga bisa mencapai puncak kesuksesan, bukan karena pernak-pernik barang mewah yang mereka beli. 
 
3. Pisahkan Tabungan di Akun Bank yang Aman. 
Kebanyakan dari kita menabung untuk digunakan lagi di kemudian harinya. Maksudnya seperti ini, katakanlah rekan pembaca memiliki pendapatan 8 juta rupiah per bulannya. Kebetulan sekali, bulan ini pengeluaran Anda tidak terlalu banyak. Jadi, rekan pembaca bisa menabung sekitar 2 juta rupiah. Di akhir bulan, karena rekan pembaca tahu betul masih ada tabungan 2 juta rupiah di akun bank, dan pengeluaran semakin banyak, sehingga rekan pembaca terpaksa harus menggunakan uang tabungan tersebut tanpa tersisa. Nah, ini langkah yang salah. 
 
Rekan pembaca perlu menyimpan uang untuk investasi di masa depan, namun jangan pernah untuk mengutak-atik uang tersebut, meskipun rekan pembaca sedang dalam keadaan yang darurat. Tabungan perlu disimpan dalam akun bank yang aman dan sakral (tidak tersentuh sama sekali). 
 
4. Hindari Hutang yang Tidak Meningkatkan Pendapatan.
Hutang itu hanya enak di awal, tapi sengsara di akhir. Kami menyarankan rekan-rekan Career Advice untuk menjauhi hutang sebisa mungkin. Hutang akan menjadi hal yang berguna jika hutang-hutang tersebut dapat meningkatkan pendapatan kita. Misalnya, meminjam uang untuk membeli mobil, yang nantinya mobil tersebut bisa kita gunakan untuk mencari penghasilan tambahan seperti menjadi supir taksi online di akhir pekan, atau berhutang untuk membeli satu unit apartemen yang akan kita sewakan. Orang kaya menggunakan hutang untuk investasi dan meningkatkan pendapatan. Sedangkan, orang miskin menggunakan hutang untuk membeli barang-barang yang membuat para orang kaya menjadi lebih kaya (konsumtif).
 
5. Perlakukan Uang seperti Kekasih Hati yang Suka Cemburu.
Untuk menjadi sukses dan jutawan di usia muda, rekan pembaca perlu memperlakukan ‘uang’ sebagai suatu hal yang benar-benar diprioritaskan. Jangan abaikan uang dengan menghabiskannya begitu saja, namun perlakukan uang seakan-akan sebagai kekasih hati yang tidak rela Anda berikan untuk sesuatu yang tidak terlalu bermanfaat. Jadikan uang sebagai prioritas dan kekasih hati yang suka cemburu. 

6. Kejar Uang Seperti Mengejar Kekasih Idaman. 
Beberapa hal unik dari uang adalah uang tidak mengenal jam, menit, hari, musim, hari libur, hari kerja, dan lain sebagainya. Uang bisa datang tanpa diundang dan pergi tanpa diminta. Uang sangat menyukai orang-orang yang memiliki etos kerja yang tinggi dan kuat. Sebagai contoh, saya memiliki seorang teman dekat yang sekarang sudah berhasil menjadi seorang jutawan. 10 tahun yang lalu, dia bekerja di toko eceran yang harusnya tutup pada jam 7 malam, namun dia rela bekerja sampai jam 11 malam demi mendapatkan penjualan tambahan. 
 
Jadi kita tidak perlu menunggu keberuntungan untuk datang, namun buatlah keberuntungan kita sendiri. Kejarlah uang seperti kita mengejar wanita atau pria idaman kita, maka kita akan menjadi seorang yang sukses, bahkan jutawan di usia muda. 
 
7. Tanamkan Pola Pikir “Saya Tidak ingin Jatuh Miskin!”
Apabila rekan-rekan Career Advice masih memiliki pola pikir “tidak apalah kalau saya miskin” atau “saya tidak masalah dengan hidup secara kekurangan”. Cukup, kami menyarankan rekan pembaca untuk mengubah pola pikir Anda demi kebaikan masa depan rekan pembaca nantinya. 
 
Apabila kita benar-benar ingin menjadi seorang yang sukses dan menjadi jutawan di usia muda, maka perspektif seperti ini harus dihilangkan dari otak kita, karena ini hanya akan membuat kita tidak bersemangat untuk meraih sesuatu yang lebih.
 
8. Memiliki Seorang Mentor yang Jutawan. 
Apabila kita berteman atau dekat dengan seseorang, secara tidak langsung ide-ide dan perspektif mereka akan menular kepada kita. Inilah mengapa penting bagi kita untuk berteman dengan orang-orang yang dapat memberikan kontribusi positif dalam hidup kita. Jika rekan pembaca benar-benar ingin menjadi seorang yang sukses dan jutawan di usia muda, kami menyarankan rekan-rekan untuk memiliki seorang mentor jutawan, yang memang mereka sudah berhasil meraih puncak kesuksesan dari kerja keras mereka sendiri. Pelajari pola pikir dan prinsip mereka, tiru apa yang mereka lakukan, dan terapkan semua itu ke dalam kehidupan kita sehari-hari. 
 
9. Buat Uang Bekerja untuk Kita, bukan sebaliknya. 
Di awal-awal perjuangan, mungkin memang wajar jika kita bekerja keras untuk mendapatkan uang. Namun, kita perlu menabung secara konsisten dan jadikan tabungan itu sebagai modal investasi. Berinvestasi adalah angsa emas untuk menjadi seorang jutawan. Kita perlu menghasilkan banyak uang dari investasi yang kita berikan, bahkan kalau perlu uang yang kita investasikan perlu bekerja keras untuk kita (dalam menghasilkan uang), bukan kita lagi yang harus bekerja keras demi mendapatkan uang. 
 
Jadi mulai dari sekarang, rekan-rekan Career Advice perlu rajin bekerja, rajin menabung, alokasikan tabungan Anda pada investasi yang tepat, dan buat uang bekerja untuk Anda!

10. Lakukan Sembilan Cara Di atas secara Konsisten. 
Tidak ada gunanya jika kita hanya menerapkan cara-cara di atas selama setahun, lalu tahun kedua kita kembali menjadi seorang yang boros. Percayalah, apabila kita tidak konsisten, maka menjadi sukses dan jutawan di usia muda hanyalah khayalan semata. 
 
Untuk menjadi pemuda yang sukses dan jutawan di usia muda, kita tidak perlu menggunakan cara-cara yang kotor, serakah, menipu, apalagi korupsi. Yakin deh, kita tetap bisa menjadi seorang yang sukses tanpa cara-cara yang jahat kok. Kuncinya, kita perlu terus bekerja keras, konsisten, rajin menabung, tidak boros dan mengikuti 10 cara di atas. Dan, jangan lupa kalau sudah sukses dan menjadi jutawan, kita tetap perlu membantu orang lain dan bersikap rendah hati, ya. Salam sukses rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri