Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Pengeluaran Tetap dengan Penghasilan Variabel?

Pengeluaran Tetap dengan Penghasilan Variabel?


STUDILMU Users
by Dr. Alexander Chua

Apa sih yang membedakan antara seorang karyawan dengan seorang pengusaha? Seorang karyawan memiliki penghasilan tetap setiap bulan atau kita menyebutnya dengan istilah gaji. Sedangkan seorang pengusaha memperoleh penghasilan tergantung pada kegiatan usahanya. Untuk selanjutnya istilah penghasilan tidak tetap, kita sebut dengan penghasilan variabel.

Ada kalanya, seorang karyawan juga memperoleh penghasilan yang tidak tetap. Seseorang yang bekerja di bagian penjualan, biasanya akan memperoleh penghasilan variabel. Penghasilan variabel tergantung pada kemampuannya dalam mencapai target yang diberikan kepada yang bersangkutan oleh perusahaannya. Penghasilan variabel biasanya berupa insentif, bonus maupun tunjangan tidak tetap lainnya.

Anton merupakan seorang karyawan yang bekerja di bagian penjualan. Anton memiliki seorang istri bernama Ayu dan seorang anak bernama Beta. Ayu merupakan seorang ibu rumah tangga. Anton baru pindah kerja ke perusahaan baru dengan kenaikan gaji 10% dari perusahaan sebelumnya. Selama 3 bulan bekerja, Anton berhasil mencapai target dan memperoleh insentif dengan jumlah sekitar 1,5x gaji bulanannya.

Insentifnya telah dipergunakan oleh Anton, dengan membeli beberapa barang elektronik seperti handphone terbaru dengan cicilan kartu kredit selama 12 bulan. Ayu mengusulkan kepada Anton agar membeli mobil baru dengan kredit tetapi dicicil selama 36 bulan. Anton menyetujuinya, mereka memperoleh kredit kepemilikkan mobil dari salah satu bank ternama yang sedang memberikan promosi bunga rendah.

Menjelang penggantian tahun, manajemen perusahaan dimana Anton bekerja, telah mengumumkan target yang baru untuk tahun depan. Pada bulan pertama tahun baru, Anton tidak memperoleh insentif karena kondisi ekonomi lesu. Begitu juga pada bulan kedua dan ketiga. Bank pemberi kredit mulai menagih cicilan Anton. Akhirnya mobil yang dikredit, diambil alih oleh Bank. Kehidupan keluarga Anton menjadi berubah seiring dengan menurunnya penghasilan.

Anton dan Ayu mulai menata kembali pengeluaran keluarganya. Pada akhir tahun, Anton kembali memperoleh insentif. Anton memberikan insentifnya kepada Ayu untuk ditabung. Setelah 6 bulan memperoleh insentif, sebagian dananya dipergunakan oleh Ayu untuk memulai usaha makanan kecil-kecilan di rumah. Masakan Ayu dikenal enak oleh rekan kerja Anton. Mereka mulai menyediakan makan siang untuk rekan kerja Anton. Usaha Ayu mulai berkembang dan menghasilkan keuntungan yang lumayan. Mereka mulai berpikir untuk investasi di aset-aset produktif dengan membeli tanah di sebelah rumah untuk dijadikan kos-kosan dan dapur masakkan Ayu. Usaha Ayu semakin berkembang dan penghasilan Anton juga telah stabil dengan dipromosikan sebagai supervisor sales. Sebagai supervisor, Anton memperoleh tunjangan transport untuk pembelian mobil.

Pengalaman dari keluarga Anton, bisa kita pelajari adalah penghasilan variabel sebaiknya jangan dipergunakan untuk pengeluaran tetap atau pengeluaran yang bersifat konsumtif. Penghasilan variabel sangat tergantung pada kondisi-kondisi tertentu. Penghasilan variabel sebaiknya ditabung dan dipergunakan untuk kegiatan yang produktif.


Dr. Alexander Chua adalah Managing Director/CEO dari salah satu perusahaan financial besar Tbk & dosen pasca sarjana di beberapa universitas terkemuka di Indonesia.

Featured Career Advice
Pengertian Tidur, Manfaat Tidur, Serta Hubungan Antara Tidur dan Kinerja

Self Improvement