Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Pengeluaran Tetap dengan Penghasilan Variabel?

Pengeluaran Tetap dengan Penghasilan Variabel?


STUDILMU Users
by Dr. Alexander Chua
Posted on Mar 08, 2018

Apa sih yang membedakan antara seorang karyawan dengan seorang pengusaha? Seorang karyawan memiliki penghasilan tetap setiap bulan atau kita menyebutnya dengan istilah gaji. Sedangkan seorang pengusaha memperoleh penghasilan tergantung pada kegiatan usahanya. Untuk selanjutnya istilah penghasilan tidak tetap, kita sebut dengan penghasilan variabel.

Ada kalanya, seorang karyawan juga memperoleh penghasilan yang tidak tetap. Seseorang yang bekerja di bagian penjualan, biasanya akan memperoleh penghasilan variabel. Penghasilan variabel tergantung pada kemampuannya dalam mencapai target yang diberikan kepada yang bersangkutan oleh perusahaannya. Penghasilan variabel biasanya berupa insentif, bonus maupun tunjangan tidak tetap lainnya.

Anton merupakan seorang karyawan yang bekerja di bagian penjualan. Anton memiliki seorang istri bernama Ayu dan seorang anak bernama Beta. Ayu merupakan seorang ibu rumah tangga. Anton baru pindah kerja ke perusahaan baru dengan kenaikan gaji 10% dari perusahaan sebelumnya. Selama 3 bulan bekerja, Anton berhasil mencapai target dan memperoleh insentif dengan jumlah sekitar 1,5x gaji bulanannya.

Insentifnya telah dipergunakan oleh Anton, dengan membeli beberapa barang elektronik seperti handphone terbaru dengan cicilan kartu kredit selama 12 bulan. Ayu mengusulkan kepada Anton agar membeli mobil baru dengan kredit tetapi dicicil selama 36 bulan. Anton menyetujuinya, mereka memperoleh kredit kepemilikkan mobil dari salah satu bank ternama yang sedang memberikan promosi bunga rendah.

Menjelang penggantian tahun, manajemen perusahaan dimana Anton bekerja, telah mengumumkan target yang baru untuk tahun depan. Pada bulan pertama tahun baru, Anton tidak memperoleh insentif karena kondisi ekonomi lesu. Begitu juga pada bulan kedua dan ketiga. Bank pemberi kredit mulai menagih cicilan Anton. Akhirnya mobil yang dikredit, diambil alih oleh Bank. Kehidupan keluarga Anton menjadi berubah seiring dengan menurunnya penghasilan.

Anton dan Ayu mulai menata kembali pengeluaran keluarganya. Pada akhir tahun, Anton kembali memperoleh insentif. Anton memberikan insentifnya kepada Ayu untuk ditabung. Setelah 6 bulan memperoleh insentif, sebagian dananya dipergunakan oleh Ayu untuk memulai usaha makanan kecil-kecilan di rumah. Masakan Ayu dikenal enak oleh rekan kerja Anton. Mereka mulai menyediakan makan siang untuk rekan kerja Anton. Usaha Ayu mulai berkembang dan menghasilkan keuntungan yang lumayan. Mereka mulai berpikir untuk investasi di aset-aset produktif dengan membeli tanah di sebelah rumah untuk dijadikan kos-kosan dan dapur masakkan Ayu. Usaha Ayu semakin berkembang dan penghasilan Anton juga telah stabil dengan dipromosikan sebagai supervisor sales. Sebagai supervisor, Anton memperoleh tunjangan transport untuk pembelian mobil.

Pengalaman dari keluarga Anton, bisa kita pelajari adalah penghasilan variabel sebaiknya jangan dipergunakan untuk pengeluaran tetap atau pengeluaran yang bersifat konsumtif. Penghasilan variabel sangat tergantung pada kondisi-kondisi tertentu. Penghasilan variabel sebaiknya ditabung dan dipergunakan untuk kegiatan yang produktif.


Dr. Alexander Chua adalah Managing Director/CEO dari salah satu perusahaan financial besar Tbk & dosen pasca sarjana di beberapa universitas terkemuka di Indonesia.

Featured Career Advices
Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri