Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Yakin Sudah Coaching?

Yakin Sudah Coaching?


STUDILMU Users
by Susanti Yahya
Posted on Apr 16, 2018

Suatu ketika kami sedang membantu dua buah group perusahaan besar melakukan merger. Kami mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa kelompok atasan dan beberapa kelompok bawahan untuk mengetahui culture yang ada di perusahaan masing-masing. Pada group pertama, para atasan, salah satu pertanyaan yang kami ajukan adalah,“Apakah Bapak/Ibu atasan telah melakukan coaching di tempat kerja Bapak/Ibu?, dan hampir semua menjawab “SudahMereka bahkan berkata, “Coaching sudah menjadi budaya dimana kita para atasan sudah sering melakukan coaching kepada anak buah.”. Selesai dari FGD atasan, kami melanjutkan memfasilitasi group bawahannya. Pertanyaan yang sama kami ajukan kepada mereka, “Apakah Bapak/Ibu menerima coaching dari atasan Bapak/Ibu?”. Dan menarik sekali ternyata jawabannya adalah,“Tidak ... kami jarang sekali di coaching oleh atasan kami. Kami hampir tidak pernah coaching dengan atasan. Coaching sama sekali bukan merupakan budaya disini.” Jawaban ini berbeda dengan jawaban yang kami dapatkan dari group para atasan. Karena itu di keesokan harinya pada saat kami berkesempatan bertemu dengan group atasan kembali, maka kami menanyakan,“Menurut Bapak/Ibu atasancoaching sudah sering sekali Anda lakukan di tempat kerja. Tetapi anehnya anak buah Anda tidak merasakannya. Bagaimana bisa demikian?”. Lalu para atasan dengan spontan menjawab, “Bagaimana mungkin mereka merasa belum dicoaching? Setiap hari saya sudah memberikan masukan kepada mereka, menemani mereka kunjungan, memberikan nasihat kepada mereka bahkan mengomeli kalau mereka salah. Dan mereka masih belum merasa di coaching?”.

Banyak atasan merasa coaching identik dengan memberikan nasihat, memberikan masukan dan memarahi anak buahPadahal esensi coaching bukan demikian. Coaching adalah interaksi dua belah pihak. Karena itu apabila coaching dilakukan hanya dengan searah, sudah pasti anak buah tidak merasa sebagai coaching. Pak, itu namanya ngomelin. Bu, itu judulnya nyuruh. Mungkin kurang lebih begitu tanggapan anak buah Anda. Jadi bila Anda merasa sudah sering memberikan coaching kepada anak buah, apakah anak buah Anda merasa sudah menerima coaching? Jawabannya silakan Anda refleksikan sendiri.

Coaching adalah mengenai terhubung dengan orang lain, menginspirasi mereka untuk melakukan yang terbaik, dan membantu mereka untuk berkembang. Coaching adalah mengenai bagaimana memberi mereka tantangan untuk dapat mampu menemukan sendiri jawaban-jawaban dari pertanyaan mereka.

Bagaimana kalau saya tidak memiliki waktu untuk Coaching?

Saya mengerti coaching memang penting, tetapi pekerjaan yang lainnya membuat saya tidak punya waktu untuk coaching.”

Nah! Ini kalimat keramat, nih. Hampir semua atasan pernah mengungkapkan kalimat senada. “Coaching dengan melibatkan anak buah dalam percakapan memakan waktu lebih lama ketimbang langsung memberikan solusi. Dan pekerjaan saya tentunya bukan hanya coaching. Masih banyak pekerjaan penting lainnya yang lebih membutuhkan waktu saya!”Tenang, Anda tidak sendiri. Banyak pemimpin juga memiliki beban pekerjaan yang berat seperti Anda. Tapi, coba bayangkan seperti ini:

Kita tidak memiliki waktu untuk coaching. Apakah anak buah akan mampu bila tidak pernah kita coaching? Tentu kurang. Apabila anak buah kurang mampu, apakah kita akan memberikan trust kepada dia untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan penting? Belum tentu. Akibatnya? Banyak pekerjaan terpaksa kita lakukan sendiri, sehingga ujung-ujungnya kita akan semakin kekurangan waktu bahkan untuk diri kita sendiri.

Bayangkan apabila Anda mencoba untuk memprioritaskan waktu untuk coaching. Walaupun sepertinya waktu Anda sangat terbatas, tetapi Anda mencoba untuk memprioritaskannya di tengah kesibukan Anda. Ya, mungkin ada hari-hari dimana Anda terpaksa makan siang sambil coaching, atau ada hari-hari dimana Anda terpaksa menambah jam kerja Anda untuk lembur menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang lainnya karena Anda menyelipkan coaching di jam kerja Anda siangnya. Sekalipun sepertinya tiada waktu, tetapi bila kita hendak memprioritaskan sesuatu, pasti menjadi ada waktunya. Masih ingatkan pada saat kita pacaran? Walaupun kegiatan banyak tetapi sepertinya selalu ada waktu untuk bertemu sang pacar. Betul? Jadi, kemana prioritas Anda, di situlah waktu Anda akan mengalir.

Apabila kita memprioritaskan diri untuk coaching, maka anak buah kita tentunya akan lebih mampu. Apabila anak buah kita mampu, apakah kita akan percaya dengan dia? Tentu. Dengan demikian kita akan mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan lebih banyak kepadanya. Dan bila pekerjaan sudah dapat kita delegasikan, maka kita menjadi memiliki waktu untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang lebih strategis lagi. Karena itu,kalau pada awalnya kita tidak hendak memprioritaskan waktu untuk coaching, maka pada akhirnya ternyata kita justru akan kekurangan waktu, bahkan untuk diri sendiri. Tetapi mereka yang berani mencoba memprioritaskan waktu untuk coaching pada akhirnya justru akan dapat menikmati waktu lebih untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang lebih strategis dan mempersiapkan diri untuk jenjang yang lebih tinggi lagi dalam organisasi. Jadi sesungguhnya manfaat coaching bukan untuk orang lain, tetapi untuk diri kita sendiri. 

Jika ingin menyelenggarakan training Coaching, silakan menghubungi kami di:
021 29578599 (Hunting)
021 29578602 (Hunting)
0821 1199 7750 (Mobile)
0813 8337 7577 (Mobile)

 

info@studilmu.com
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis