Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Coaching is Leader's Role

Coaching is Leader's Role


STUDILMU Users
by Susanti Yahya
Posted on Mar 02, 2018

Jack Welch, seorang tokoh yang dikenal karena kepemimpinannya saat ia menjabat sebagai Pemimipin dan Ketua Eksekutif dari General Electric (GE) pada periode 1981-2001, mewariskan kalimat bijak bagi para pemimpin. “Before you are a leader, success is all about growing yourself. When you become a leader, success is all about growing others”. Karena nyatanya memang seorang pemimpin akan semakin berkembang dengan membantu anggota timnya berkembang menjadi super team. Bukan dengan bersolo karir sebagai super man.

Tetapi tugas tersebut bukan hal mudah. Pengetahuan, kemampuan, kesibukan, jadwal padat, waktu minim, dan kendala dalam menghadapi banyak individu dengan karakter berbeda dalam tim menjadi tantangan yang datang dalam satu paket besar. Tidak heran jika banyak pemimpin dengan setengah patah arang bertanya, bagaimana lagi harus memasukkan agenda pengembangan karyawan di dalam daftar panjang pekerjaan? Sedangkan momen pengembangan diri pribadi pun disisipkan di sedikit waktu luang yang tersedia. Bagaimana pula bisa menyisipkan waktu bagi pengembangan mereka dengan tugas yang menumpuk dan target kerja terus berjalan?

Nyatanya, agar Sumber Daya Manusia (SDM) di sebuah organisasi dapat mencapai sasaran kerjanya, pemimpin berkewajiban untuk membantu setiap anggota timnya. Cara termudah adalah dengan memberikan coaching. Coaching adalah suatu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan dan kapasitas setiap orang sehingga berhasil mencapai sasaran kerjanya. Coaching dapat dilakukan kapan saja pemimpin merasa perlu, tidak bergantung pada jadwal tertentu. Coaching adalah membantu seseorang dengan cara yang dikehendakinya dan membantunya menuju arah yang dikehendakinya (O’Connor dan Lages, 2004). Coaching mendukung seseorang pada setiap level untuk menjadi apa yang mereka inginkan dan menjadi yang terbaik sejauh kemampuan mereka, tentu saja harus selaras dengan tujuan organisasi.

Dalam pepatah Jawa, prinsip Coaching dapat dikatakan sebagaimana prinsip seorang pemimpin; Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani– Di depan Menjadi Teladan, di tengah Memberikan Bimbingan dan di belakang Memberikan Dorongan. Coaching dilakukan secara periodik demi berlangsungnya proses belajar terus-menerus dan mencapai performa kerja secara progresif.  Proses Coaching adalah bagian aktivitas manajemen yang bersifat strategis.

Dikutip dari artikel bertajuk “2013 Training Top 125: Verizon’s #1 Calling” yang dimuat trainingmag.com, bukti betapa powerfulnya coaching diungkapkan oleh Amy Hirsch, direktur Human Resources dari Verizon. Program yang mereka miliki, VZLeader1 (new front-line leaders) yang termasuk Coaching individual performance, dan aplikasi functional coaching, dan VZLeader2 (tenured front-line leaders) yang menempa Coaching team performance, membuktikan efektifitasnya. Verizon mendata 125% laba investasi (ROI) dan periode pay-back 5,3 bulan. Peserta program juga melaporkan perbaikan bisnis pasca pelatihan yaitu, 65% peningkatan kualitas, 73% peningkatan produktivitas, 80% peningkatan kepuasan karyawan, 53% peningkatan kepuasan pelanggan, dan 30% peningkatan penjualan. Metrix Global - Executive Briefing: Case Study on the Return on Investment of Executive Coaching pada perusahaan telekomunikasi Fortune 500 bahkan menuliskan bahwa ROI Executive Coaching menembus angka fantastis 529%!

Dengan metode coaching yang sederhana, dan beberapa tips yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai karakter karyawan dalam prosesnya, kita juga bisa merasakan manfaat yang sama bagi diri pribadi, tim dan organisasi kita. Langkah-langkah coaching berikut contoh kasus dalam setiap tahap akan memudahkan kita sama-sama bekembang menjadi pemimpin sekaligus good coach bagi anggota tim kita.

Dulu, pemimpin yang berhasil seringkali dicitrakan sebagai satu-satunya orang yang paling hebat di tempatnya. Dia menjadi hebat kalau bisa mengalahkan ketrampilan semua orang di teamnya. Untuk menjadi hebat, dia harus mengalahkan orang lain, menjatuhkan orang lain, sehingga dia makin menonjol. Kehebatannya makin didengar oleh atasan, dan dia makin bersinar. Kalau kita masih berpikir demikian, jangan-jangan kita termasuk orang yang mindsetnya gagal update? Walaupun tubuh kita berada di era sekarang namun pemikiran kita masih berada di jaman sebelum tahun 80-an. Karena jaman sekarang citra pemimpin yang hebat sudah jauh berubah. 

"True leaders don't create followers, they create more leaders." Pemimpin dicitrakan hebat ketika dia mampu mencetak kader-kader yang hebat, bahkan lebih hebat dari dirinya. Pemimpin dicitrakan hebat ketika dia bisa cuti tanpa diganggu, ikut training tanpa dicari-cari,  dan mampu mengerjakan hal-hal yang lebih strategik tanpa terus direpotkan oleh pekerjaan rutin yang bisa ditangani anak buahnya. Pemimpin yang hebat tidak terus menerus bersusah hati karena merasa tidak puas dengan begitu banyak hasil kerja team membernya. Juga tidak selalu dibuat stress oleh pekerjaan, akibat gatal ingin turun tangan sendiri. Semakin dia tidak diganggu anak buahnya, maka orang akan mempersepsikannya telah berhasil mencetak orang-orang hebat di bawahnya yang bisa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan mereka sendiri dengan hebat. Pemimpin seperti ini siap untuk menduduki posisi yang lebih tinggi lagi. Dia mencetak orang-orang hebat dibawahnya yang akan mengangkatnya untuk naik lebih tinggi lagi.

Untuk meningkatkan coaching skills, apakah Anda sudah belajar tentang coaching? Jika belum, silakan Anda belajar secara online dengan mengambil kelas online coaching di Studilmu.

Jika ingin menyelenggarakan training Coaching di dalam kelas, silakan menghubungi kami di:
021 29578599 (Hunting)
021 29578602 (Hunting)
0821 1199 7750 (Mobile)
0813 8337 7577 (Mobile)
info@studilmu.com
Featured Career Advices
3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.