Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Perbedaan Coaching dan Metode lainnnya

Perbedaan Coaching dan Metode lainnnya


STUDILMU Users
by Susanti Yahya
Posted on Jun 25, 2018

Banyak pendekatan dilakukan perusahaan untuk mengembangkan karyawannya. dan coaching adalah salah satunya. Lantas, coaching itu apa sih? Coaching merupakan salah satu tools efektif yang mampu membuat karyawan dapat mengembangkan potensinya secara lebih maksimal. Dikarenakan coaching bisa membantu untuk mendorong para karyawan dalam memberikan kinerja terbaik mereka, maka coaching adalah salah satu komponen yang sangat vital untuk dimiliki setiap perusahaan.
 
Sebagai karyawan baru di perusahaannya, Rika memang kurang berpengalaman. Untuk itulah atasan Rika berinisiatif mengirimnya mengikuti training tak jauh dari lokasi kantor. Tetapi kendati memberi wawasan lebih luas, Rika merasa training kurang bermanfaat langsung bagi pekerjaannya. Training kebanyakan berupa ceramah tentang pengalaman pembicara yang diselingi tanya jawab. Apalagi ia merasa bahwa dengan berada di kelas training ia mengorbankan waktu produktif di tempat kerjanya, menunda tugas yang memang menumpuk. Jumlah tatap muka selama training sebanyak 8 kali pertemuan, yang berlangsung selama 2 bulan. 
 
Lain lagi dengan penilaian atasannya. Atasan Rika berharap dengan training tersebut kinerja Rika bisa meningkat lebih cepat. Namun sayang, harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Perkembangan penjualan produk-produk yang dihasilkan Rika tidak signifikan. Pekerjaan Rika lebih banyak dihambat oleh relasinya dengan anak buahnya yang merasa terlalu banyak dibebani pekerjaan, sehingga tenggat waktu penyelesaian pekerjaan sering meleset. Di luar itu, persoalan terbesar Rika sebenarnya adalah kurangnya pengenalan produk yang laku di pasaran. 
 
Kecewa dengan kinerja Rika, atasannya pun acap kali menyindir hasil kerja Rika terkait manfaat training berbiaya besar di depan teman-temannya. Hubungan Rika dengan atasannya menjadi kurang harmonis. Rapat-rapat evaluasi yang biasanya menjadi sarana komunikasi yang efektif antara atasan-bawahan menjadi tak ubahnya ajang pengadilan bagi Rika. Rika semakin tertekan dengan tuntutan atasannya dari hari ke hari. 
 
Ada apa dengan training? Apa perbedaannya dengan coaching? Bagaimana coaching bisa saling melengkapi dengan  training? Apa pula perbedaan coaching dengan pendekatan-pendekatan pengembangan kinerja karyawan lainnya, seperti mentoring, konsultasi, dan konseling? Untuk itu mari kita bahas satu per satu.
 
Training
 
Untuk membandingkan coaching dengan training, pertama kita bisa melihatnya berdasarkan materi. Dalam training, materi yang diberikan biasanya seragam. Tanpa membedakan keragaman kebutuhan pesertanya, materi training biasanya sama untuk semua. Seorang trainer akan berperan sentral dalam proses ini dan menitik beratkan pada isi (content) materi yang diajarkannya. Tak mengherankan bila training terkadang tidak bisa menjawab seluruh kebutuhan pesertanya. Berbeda dengan training, pendekatan coaching biasanya bersifat privat dan tidak untuk disebarluaskan. Jika materi training umumnya diberikan sama secara massal, materi coaching biasanya berbeda antara satu kasus dengan lainnya. Dari penjelasan tersebut, kita bisa membayangkan bahwa metode training dan metode coaching adalah dua hal yang sangat berbeda, karena metode coaching adalah metode yang terdiri dari berbagai materi yang sangat bervariasi. Dan, tentunya lebih tepat sasaran pada keahlian apa yang ingin ditingkatkan dari karyawan tersebut.  
 
Perbedaan yang ke dua antara training dan coaching berkaitan dengan metodenya. Training merupakan gabungan mengajar, mendidik dan melatih seseorang untuk mendapatkan knowledge dan skill baru. Umumnya metode yang dikenal peserta dan digunakan dalam training biasanya ceramah satu arah: trainer bicara, peserta mendengarkan. Di sini praktik training sering diidentikkan dengan pengajaran (teaching).
 
Meski seringkali satu arah, pada training dengan peserta dewasa, seharusnya ceramah bisa berlangsung dalam dua arah. Ceramah ditanggapi dengan pengalaman peserta, sehingga trainer menyesuaikan materinya menurut pengalaman peserta. Pada kondisi tertentu di mana materi menuntut praktik, trainer mesti melakukan demonstrasi atau peragaan di depan peserta training, atau memandu peserta untuk mempraktekkan skill yang diharapkan untuk dimiliki peserta. Itu sebabnya seorang trainer seharusnya memiliki lebih banyak pengetahuan dan pengalaman dibandingkan peserta. Selain itu, tugas seorang trainer juga harus cerdas dalam menyampaikan materi training, terutama memastikan para peserta bahwa mereka memahami materi training dengan sangat baik.    
 
Berbeda halnya dengan coaching. Dalam coaching, coach lebih banyak menggunakan pertanyaan, karena Coaching merupakan “The art of asking question”. Coach menggunakan kemampuannya untuk bertanya sehingga coachee mampu menemukan akar permasalahannya dan memunculkan solusinya sendiri. Coachee dianggap sesungguhnya sudah memiliki kemampuan yang memadai, sehingga coach tidak perlu membekalinya dengan pengetahuan teknis tambahan. Masalahnya lebih terkait dengan masalah psikologis seperti motivasi. Coaching jauh lebih personal dibandingkan training. Coaching membutuhkan pembangunan kedekatan dengan coachee, untuk mempermudah prosesnya. Karena itu dalam membangun suasana, coaching umumnya dibuka dengan pertanyaan atau obrolan ringan seputar keseharian coachee. Sedangkan training dapat diberikan oleh trainer yang tidak dikenal peserta sebelumnya. Agar coaching dapat berjalan dengan lancar, para coach dapat menyusun daftar pertanyaan coaching yang akan ditanyakan kepada para coachee sebelum coaching dimulai.
 
Jika ingin menyelenggarakan training Coaching, silakan menghubungi kami di:
021 29578599 (Hunting)
021 29578602 (Hunting)
0821 1199 7750 (Mobile)
0813 8337 7577 (Mobile)
info@studilmu.com
 
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis