Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Pelayanan Pelanggan

Pelayanan Pelanggan


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Feb 08, 2019

 
Anda mungkin pernah mendengar tentang Kmart. Kmart adalah pengecer terkemuka asal Amerika yang mengkhususkan diri memasok produk ke Wal-Mart, Target, dan Kohl's market. Pada puncaknya pada tahun 1994, Kmart mengoperasikan 2.323 toko diskon dan Super Kmart Center di Amerika Serikat. Setelah menyatakan kebangkrutan pada tahun 2002 dan muncul pada tahun berikutnya, manajemennya membeli Sears sebesar $ 11 miliar pada tahun 2004, dan membentuk sebuah perusahaan baru dengan nama Sears Holdings Corporation. 
 
Namun setelah perjuangan panjang jatuh bangun dan penutupan ratusan cabangnya, Sears Holdings, perusahaan induk Kmart, menyatakan Bab 11 kebangkrutan pada 15 Oktober 2018. Mereka akan menutup 142 toko, termasuk 63 toko Kmart, yang mencakup Kmart terakhir di beberapa negara bagian. Kebangkrutan Sears Holdings juga menandai kebangkrutan kedua Kmart dalam 16 tahun. Pada 8 November 2018, Sears Holdings mengumumkan akan menutup 40 toko tambahan, termasuk 11 toko Kmart. Pada tanggal 23 November 2018, Sears Holdings merilis daftar 505 toko, termasuk 239 toko Kmart, yang dijual dalam proses kebangkrutan, diikuti pengumuman pada akan menutup 80 toko tambahan, termasuk 37 toko Kmart, yang mencakup satu-satunya Kmart yang tersisa di negara bagian lain dan membuat Kmart absen di 13 negara bagian.
 
Mengikuti keruntuhan perusahaan yang memiliki ribuan toko, bagaikan menonton tragedy kehancuran perlahan yang memilukan. Pada 2016, Kmart berada di peringkat ke-12 pada 24/7 Wall St. and Zogby Analytics “Customer Service Wall of Shame”, sebuah daftar ranking perusahaan dengan layanan paling memalukan. Dan praktik layanan dan penjualannya yang kuno menjadi inti masalahnya.
 
Pelanggan mengeluh bahwa register kas yang ketinggalan jaman di toko membuat proses pembelian atau pembayaran menjadi lambat dan membuat frustrasi. Masih ditambah dengan karyawan yang diharuskan untuk mencoba mendaftarkan pelayanan pelanggan (yang sudah kesal karena menunggu antrian) untuk program reward mereka (semacam program database). Sementara menurut para kritikus, program ini adalah proses yang rumit dan tidak banyak menguntungkan pelanggan. 
 
Bagi usaha yang setiap harinya bersentuhan langsung dengan pelayanan pelanggan, service experience menjadi poin krusial untuk menjaga kelangsungan hidup usaha. Bukan kisah baru yang kita dengar bila pelanggan pergi karena layanan yang buruk. Anda memang tidak harus berinvestasi dalam teknologi terbaru untuk membuat pelanggan senang. Tetapi Anda harus memelihara sistem dan proses yang membuatnya efisien bagi pelayanan pelanggan untuk melakukan bisnis dengan Anda. Dan jika ternyata memang dibutuhkan, mengapa tidak? Layanan pelanggan hari ini sulit rasanya dipisahkan dari bantuan teknologi. Namun untuk bisa menemukan tekhnologi macam apa yang Anda butuhkan untuk mendukung pelayanan, haruslah berangkat dari kebutuhan pelanggan. Apa yang mereka alami selama proses layanan.

“You’ve got to start with the CUSTOMER EXPERIENCE and work back toward the technology”
– Steve Jobs 
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis