Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Negosiasi Bisnis yang Tepat dengan Orang Narsis

Negosiasi Bisnis yang Tepat dengan Orang Narsis


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

Definisi Negosiasi Bisnis

Negosiasi bisnis adalah suatu pertemuan secara langsung (tatap muka) yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, dan biasanya dihadiri oleh para kelompok pengusaha yang bertujuan untuk menerapkan proses tawar-menawar terkait perniagaan yang dilakukan oleh pihak-pihak tersebut. Negosiasi bisnis bertujuan untuk mencapai kesepakatan yang dituangkan ke dalam suatu kontrak dagang atau perjanjian tertentu. 
 
Definisi lain dari negosiasi bisnis adalah suatu transaksi bisnis dimana kedua belah pihak mempunyai motivasi, kebutuhan dan hak atas hasil akhir yang berbeda dan mencoba untuk melakukan kesepakatan tentang suatu hal demi kepentingan bersama. 

Bagaimana Cara Menerapkan Negosiasi Bisnis dengan Orang Narsis?

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan orang narsis? Pertama-tama kita harus tahu darimana kata “narsis” itu berasal. Mulanya ini berasal dari kata “Narsisme”, narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang-orang yang mengalami gejala ini dapat disebut sebagai narsisis (narcissist).
 
Orang-orang narsis memiliki sifat yang sangat suka membanggakan diri sendiri secara berlebihan atas segala hal yang dimilikinya, baik itu berupa fisik, pola pikir atau pencapaian yang ada pada dirinya. Pengertian “Narsis” itu sendiri adalah orang-orang yang hanya memperdulikan kepentingan diri sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain. Narsis juga bisa didefinisikan sebagai orang-orang yang memiliki kebutuhan dan keinginan besar untuk dilaksanakan oleh orang banyak. Orang narsis cenderung memiliki sifat yang kurang empati dan tidak memiliki sifat emosional yang baik dan lembut terhadap orang lain. Dengan kata lain, para narsis adalah orang-orang yang selalu memperdulikan diri sendiri, sombong, suka menuntut dan mereka sangat membenci kritikan. 
 
Bisa ga rekan-rekan Career Advice bayangkan ketika harus bernegosiasi bisnis dengan para narsis? Pastinya sangat menyulitkan, bukan? Setiap negosiasi bisnis yang dilakukan dengan orang narsis pasti akan sulit mendapatkan kesepakatan. Mengapa? Karena mereka hanya mementingkan diri sendiri atau kepentingan kelompok mereka saja. 
 
Sedangkan, dasar nilai dari negosiasi bisnis adalah mencari jalan tengah yang dapat menguntungkan semua pihak yang terlibat, sehingga kesepakatan dapat diraih. Dengan kata lain, negosiasi bisnis diadakan untuk meraih win-win situation. Pihak kami menang dan pihak Anda juga menang. Keduanya sama-sama mendapatkan keuntungan, tanpa terkecuali. 
 
Realitanya, kita hidup di zaman yang mana orang-orang narsis semakin banyak. Individualistik dan keegoisan semakin meningkat, sehingga kita akan jarang sekali menemukan orang-orang yang masih mau memikirkan kebaikan orang lain. Kemungkinan besar, kita akan sering bertemu dengan para narsis di bidang bisnis dan politik. Ini mengindikasikan bahwa kita harus memiliki keterampilan pada negosiasi bisnis yang tepat dengan para narsis. Karena mau tidak mau, kita pasti akan bertemu satu atau dua orang yang bersikap narsisme seperti ini dimanapun kita berada. 
 
Eits! Tapi rekan pembaca tidak perlu khawatir, karena pada artikel kali ini kita akan membahas tentang negosiasi bisnis yang tepat dengan para narsis yang sudah kami rangkum dari website entrepreneur. Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 
 

Cara Menemukan Narsisme pada Diri Seseorang

Tugas pertama yang perlu kita lakukan adalah menemukan para narsis dengan tepat. Jangan sampai salah orang ya. Mendeteksi orang narsis itu mudah kok, rekan-rekan. Ketika kita mencoba untuk berdiskusi dengan mereka, mereka akan selalu berputar-putar pada topik yang membahas tentang dirinya saja. Mereka berusaha untuk memproyeksikan citra kepercayaan diri tertinggi yang dimilikinya dan cenderung melihat diri mereka sebagai seseorang yang sangat cerdas, menarik dan mampu melakukan banyak hal. Dengan segala kelebihan yang ada pada dirinya, mereka percaya dan sangat yakin bahwa dirinya layak menerima perlakuan yang istimewa dari orang lain. 
 
Seringkali, para narsis mendorong segala hal yang mereka inginkan untuk dilakukan atau dipatuhi oleh orang lain. Tidak peduli sekecil atau seremeh apapun hal tersebut, mereka adalah tipe orang yang sangat suka memaksa kehendak orang lain. Ketika ada orang lain yang mungkin ingin melakukan pembalasan dendam kepada para narsis, mereka dengan lihai dan sigap memanipulasi emosi seperti rasa bersalah, ketakutan, bahkan kecemasan. Dalam hal ini, orang narsis sangat pintar menjadikan orang lain bersalah, padahal apa yang dilakukan orang lain terhadapnya disebabkan oleh keburukan diri mereka sendiri. Celakanya, para narsis biasanya adalah orang-orang yang bisa tampil luar biasa dan menawan di hadapan banyak orang. Jadi, jangan kaget kalau mereka merupakan para individu yang sangat karismatik.
 
Jika dapat dianalogikan, orang-orang di sekitar para narsis adalah potongan-potongan di papan catur. Potongan-potongan tersebut akan berusaha melayani tujuan sang Raja (narsisme) dan hanya sang Raja lah yang paling istimewa, serta patut untuk dilindungi. 
 

Hadapi Kenyataan bahwa Kita Berurusan dengan Orang Narsis atau Narsisme

Seperti yang sudah kami sampaikan di awal bahwa di era modern seperti sekarang ini, populasi orang narsis semakin meningkat dan semakin meluas. Bahkan, kita bisa menemukan banyak orang narsis dimanapun, bukan hanya di tempat kerja. Ketika kita harus berhadapan dengan mitra bisnis yang bersikap narsisme, mungkin kita akan merasa sedang berada di situasi yang sangat sulit dan menyebalkan. Bahkan, ketika melakukan negosiasi bisnis dengan orang-orang narsis, kita akan berpikir bahwa hampir mustahil untuk meraih kesepakatan dengan mereka. Yap! mustahil sekali orang-orang narsisme melakukan negosiasi bisnis dengan itikad baik bersama pihak lain. Malahan, yang sering terjadi adalah kita akan merasa frustasi saat bernegosiasi bisnis dengan mereka. 
 
Lantas, apa yang harus kita lakukan ketika situasi memaksa kita untuk bernegosiasi bisnis dengan para individu yang narsis? Hal utama yang harus kita lakukan dalam hal ini adalah memahami psikologi orang-orang narsis terlebih dahulu. Kita perlu memahami psikologi mereka dengan sangat baik dan jelas. 
 
Selain itu, kita juga perlu menerima bahwa psikologi mereka telah menggambarkan siapa diri mereka. Kita juga perlu menyadari bahwa orang narsis memang tidak akan pernah berubah, karena kondisi psikologi mereka memanglah seperti itu. Dengan menerima kenyataan ini, kita akan menempatkan diri kita pada posisi yang lebih kuat secara mental dan psikologi untuk secara efektif bernegosiasi dengan orang-orang narsis. 
 

Seni Bernegosiasi Bisnis dengan Orang Narsis

Apapun jenis negosiasi yang kita lakukan, kita harus tetap fokus dengan tujuan kita dalam bernegosiasi. Negosiasi bisnis memberikan banyak seni kehidupan kepada kita. Misalnya, dengan bernegosiasi bisnis kita akan berusaha untuk mencari tahu “apa sih yang benar-benar dibutuhkan oleh orang lain?” dan “apa hasil yang mereka inginkan dari proses negosiasi ini?” Apapun keperluan darurat yang dimiliki oleh pihak lain, kita harus tetap memberikan peluang bagi mereka untuk bernegosiasi, jika kita menginginkan sebuah kesepakatan di akhir proses negosiasi. 
 
Ketika kita melakukan proses negosiasi bisnis dengan orang narsis, jadikanlah kebutuhan kritis mereka seperti kebutuhan esensial kita. Yap! tindakan ini akan membuat orang narsis merasa terpuji di mata pihak lain. Ini juga akan membuat mereka merasa berharga, hebat dan istimewa. Ups! Jangan emosi ya bacanya, ingat poin sebelumnya bahwa kita harus memahami psikologi orang-orang narsis itu sendiri dan mereka memang tidak akan berubah. 
 
Dengan melakukan hal ini, posisi kita akan semakin aman, bahkan para narsis juga akan luluh sedikit demi sedikit untuk menyeimbangkan keinginan mereka dengan keinginan kita. Fakta lain yang harus kita ketahui dari orang-orang narsis adalah jauh di lubuk hati mereka, para individu narsis adalah orang-orang yang merasa tidak aman, takut dan sering merasa khawatir. Oleh karena itu, kita harus membuat mereka merasa hebat dan kuat. 
 
Semakin kita mengistimewakan orang-orang narsis, maka semakin besar kemungkinan kita akan bekerjasama dengan mereka dan menyelesaikan segala transaksi bisnis yang diperlukan. 
 

Ingat Tujuan Utama Negosiasi Bisnis Kita. 

Pada akhirnya, dalam menerapkan jenis negosiasi apapun, kita perlu ingat bahwa bernegosiasi secara efektif dengan hampir semua orang adalah berpusat pada pemenuhan kebutuhan masing-masing pihak. 
 
Ketika bernegosiasi dengan orang narsis, kebutuhan terpenting yang perlu kita penuhi adalah meyakini dan mendukung pandangan orang narsis terhadap diri mereka sendiri, dan lakukan ini secara berulang-ulang sampai mereka yakin bahwa semua orang di dalam ruangan meeting memandang dirinya sebagai seorang yang sangat istimewa. Jika rekan pembaca pernah bernegosiasi dengan orang narsis, pastikan untuk memberi mereka perhatian yang diinginkan jika rekan pembaca ingin memenangkan negosiasi bisnis ini. 
 
Setelah membaca artikel ini, kami berharap bahwa rekan-rekan pembaca bisa semakin ahli dalam bernegosiasi bisnis dengan para narsis. Semangat terus ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advice
Mengenal Fungsi Komunikasi dan 4 Contohnya dalam Bisnis

Communication

Mengenal Fungsi Komunikasi dan 4 Contohnya dalam Bisnis

Pengertian Kepemimpinan secara Umum dan 6 Jenis Kepemimpinan

Leadership

Pengertian Kepemimpinan secara Umum dan 6 Jenis Kepemimpinan

Mengenal Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi dan 5 Keutamaannya

Leadership

Mengenal Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi dan 5 Keutamaannya

Apa Itu Keterampilan Sosial dalam Kerjasama Tim?

Teamwork & Collaboration

Apa Itu Keterampilan Sosial dalam Kerjasama Tim?

Apa Itu Kerjasama Tim? dan Bagaimana Perusahaan Mendorongnya?

Teamwork & Collaboration

Apa Itu Kerjasama Tim? dan Bagaimana Perusahaan Mendorongnya?

Apa itu Etika Bisnis? dan 6 Cara Menulis Kode Etik untuk Bisnis

Leadership

Apa itu Etika Bisnis? dan 6 Cara Menulis Kode Etik untuk Bisnis

3 Alasan Mengapa Millennial Fokus Pada Kecerdasan Emosional

Emotional Intelligence

3 Alasan Mengapa Millennial Fokus Pada Kecerdasan Emosional

5 Risiko Human Resources Paling Teratas dan Cara Menanganinya

Leadership

5 Risiko Human Resources Paling Teratas dan Cara Menanganinya

5 Rahasia Hebat Untuk Memecahkan Krisis Employee Engagement

Leadership

5 Rahasia Hebat Untuk Memecahkan Krisis Employee Engagement

8 Kebahagiaan bagi Generasi Millennial di Tempat Kerja

Happiness

8 Kebahagiaan bagi Generasi Millennial di Tempat Kerja

3 Alasan Mengapa Motivasi Saja Tidak akan Cukup untuk Kesuksesan

Motivation

3 Alasan Mengapa Motivasi Saja Tidak akan Cukup untuk Kesuksesan

5 Kualitas yang Perlu Diterapkan untuk Menjadi Orang yang Optimis

Self Improvement

5 Kualitas yang Perlu Diterapkan untuk Menjadi Orang yang Optimis

10 Tanda Anda Berada di Jalan yang Benar dalam Kehidupan

Self Improvement

10 Tanda Anda Berada di Jalan yang Benar dalam Kehidupan

4 Cara Tetap Bahagia Meskipun Menghadapi Banyak Hambatan

Happiness

4 Cara Tetap Bahagia Meskipun Menghadapi Banyak Hambatan

Sebelum Waktu Tidur, Tanyakan 5 Pertanyaan Ini pada Diri Sendiri