STUDILMU Career Advice - Mengapa Perlu Perencanaan Keuangan?

Mengapa Perlu Perencanaan Keuangan?


by Dr. Alexander Chua
Posted on Mar 15, 2018

Dalam kehidupan kita sehari-hari, sebenarnya kita telah melakukan perencanaan setiap hari. Mulai dari kegiatan yang akan kita lakukan, jalur jalan yang ditempuh ke sebuah tempat hingga makanan yang akan kita makan, semuanya memerlukan perencanaan. Dalam kesempatan ini akan membahas mengenai perencanaan keuangan.

Sebagai ilustrasi, Bayu telah bekerja di sebuah perusahaan besar selama 15 tahun, dengan posisi terakhir sebagai manajer bagian administrasi. Bayu memiliki seorang istri dan 2 orang anak. Setiap bulan penghasilan Bayu dipergunakan untuk membiayai kehidupan keluarganya. Keluarga Bayu memiliki kebiasaan, makan bersama dan melakukan kegiatan di mal setiap akhir pekan.

Sewaktu ketika, orang tua Bayu mengalami sakit keras dan memerlukan biaya pengobatan yang cukup besar. Bayu terpaksa meminjam kepada bank dengan kredit tanpa agunan. Kredit tanpa agunan dikenai bunga yang tinggi. Bayu harus mencicil kewajiban ini selama 2 tahun. Dengan beban cicilan ini, kegiatan rutin keluarga Bayu menjadi berubah.

Sejak saat itu, keluarga Bayu mengubah pola pengeluaran. Mereka hanya makan 1x di mal di akhir pekan. Kegiatan akhir pekan lebih banyak diisi dengan acara rekreasi ke pantai, acara kebersamaan dengan keluarga besar dan kegiatan religius lainnya. Sebagian penghasilan telah disisihkan dan ditabung untuk antisipasi pengeluaran mendadak. Tabungan ini mulai diinvestasikan untuk hal-hal yang produktif.

Ketika anaknya mulai mau masuk kuliah, Bayu telah menyiapkan dananya dari tabungan tersebut. Dimana hal ini, sebelumnya tidak dipikirkan oleh Bayu dan istrinya. Sebelumnya, Bayu selalu memiliki keyakinan bahwa biaya kuliah akan bisa dibiayai dari pekerjaannya sekarang.

Kita memerlukan perencanaan keuangan, karena kita bisa menghadapi beberapa jenis pengeluaran yang mungkin mendadak maupun untuk tujuan jangka panjang, di antaranya :

  1. Biaya pengobatan atau biaya kesehatan keluarga,
  2. Biaya kelahiran, biaya sekolah maupun biaya pernikahan anak ataupun saudara,
  3. Biaya hidup yang semakin meningkat dari waktu ke waktu,
  4. Persiapan pensiun di kemudian hari,
  5. Menyiapkan warisan untuk generasi penerus,
  6. Kebutuhan hidup yang semakin meningkat,
  7. Antisipasi jika tidak memiliki penghasilan


Kebanyakan pengeluaran mendadak tersebut di atas, bisa kita antisipasi, dengan perencanaan keuangan yang baik. Sebagai ilustrasi di kotak di bawah ini :

Pengeluaran

Antisipasi

1. Biaya kesehatan

Biaya kesehatan bisa diantisipasi dengan memberi asuransi. Cicilan asuransi dibiayai dengan menyisihkan sebagian penghasilan bulanan atau tahunan kita.

2. Biaya sekolah dan kelahiran anak

Biaya sekolah anak bisa kita antisipasi dengan memprediksi biaya sekolah dan kuliah sejalan dengan umur anak.

3. Persiapan dana pensiun

Dana pension bisa kita hitung dengan memprediksi dana yang diperlukan pada saat kita pensiun dan menghitung jumlah dana yang perlu kita siapkan selama pensiun.

4. Menyiapkan warisan atau modal untuk anak

Dana yang akan kita sisihkan untuk anak, bisa kita rencanakan dengan membeli aset yang produktif ataupun aset tetap seperti rumah untuk anak kita.

5. Antisipasi tidak ada penghasilan tetap

Hal ini bisa kita antisipasi dengan menabung maupun menyisihkan dana untuk memperoleh penghasilan pasif. Penghasilan pasif seperti memiliki rumah yang kita sewakan dan memperoleh uang sewa.


Semua hal ini memerlukan perencanaan yang baik, dan memikirkan efek jangka panjang. Penghasilan saat ini, ditabung atau diinvestasikan untuk antsipasi kebutuhan jangka panjang.


Penghasilan saat ini bukanlah untuk pengeluaran saat ini saja, tetapi

Penghasilan saat ini merupakan modal untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.


Salam

Dr. Alexander Chua

CEO/Managing Director Perusahaan Financial Besar Tbk dan Dosen Pascasarjana beberapa Universitas Terkemuka.

Tinggalkan Komentar Anda

Featured Career Advices

Cara Menghilangkan Stres Secara Sehat dan Tidak Sehat

7 Alasan Kuat Dalam Meraih Mimpi

Budaya Kerja dan 3 Cara Mendemonstrasikannya

Pengertian Afirmasi dan 10 Afirmasi Positif

5 Cara Tampil Menarik Dalam Wawancara Kerja

3 Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

7 Pertanyaan Interview Kerja

5 Cara Menghargai Diri Sendiri

Sikap Negatif dan Cara Mengubahnya

7 Kunci Kesuksesan dan Kepuasan Kerja

10 Kemampuan Soft Skill Dalam Dunia Kerja

10 Cara Membangun Hubungan Kerja Yang Positif

Cara Mengendalikan Diri

4 Jenis Komunikasi

7 Cara Mengatasi Stres Kerja

Etos Kerja

6 Cara Membangun Kreativitas Tim

Karakteristik Generasi Z

3 Kondisi Kerja yang Menekan dan Cara Menghadapinya

15 Ciri Komunikasi Efektif

Komunikasi Efektif Dalam Pengembangan Karier

Cara Menulis Surat Lamaran Kerja

12 Bahasa Tubuh Yang Dihindari Pada Wawancara Kerja

3 Cara Menjadi Diri Sendiri

Cara Kerja di Perusahaan Baru

3 Tips Merespon Pekerjaan Tambahan

Ingin Hasil Kerja Lebih Baik? Lakukan 8 Hal ini.

Pengalaman Interview Seseorang

4 Cara Negosiasi Yang Efektif

Menjaga Komitmen Kerja