Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Memahami Ancaman Kinerja di Era VUCA

Memahami Ancaman Kinerja di Era VUCA


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Oct 11, 2018

Apa itu VUCA? Vuca adalah sebuah akronim yang sangat melekat dengan teori-teori kepemimpinan yang terjadi pada zaman sekarang. 

VUCA adalah akronim yang popular hari-hari ini di dunia bisnis. VUCA yang mengacu pada - volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity - adalah kata-kata yang banyak digunakan untuk menggambarkan lingkungan yang menantang kepercayaan diri dan membingungkan para eksekutif. Dalam dunia VUCA, baik pakar maupun eksekutif mengatakan, kegiatan mendasar yang penting untuk mendorong kinerja organisasi - seperti perencanaan strategis - dipandang sebagai latihan yang sia-sia.
 
Kondisi VUCA membuat upaya untuk memahami masa depan dan merencanakan respon yang perlu dilakukan menjadi tidak berguna. Ketika para pemimpin dibiarkan dengan melakukan sedikit tindakan, kinerja organisasi dengan cepat jatuh pada risiko. Dalam aspek kinerja organisasi, hal ini menunjukkan bahwa dengan mengabaikan perbedaan-perbedaan penting dalam kondisi-kondisi yang mudah berubah, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas, akan melemahkan para pemimpin. Tulisan ini menunjukkan bagaimana para pemimpin dapat menghargai perbedaan di antara masing-masing situasi yang menantang ini untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas dengan baik untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja organisasi.
 
Ada tiga masalah penting bagaimana para pemimpin menggunakan istilah VUCA ini. Pertama, penggunaannya yang berlebihan: VUCA telah menjadi istilah yang unik dan trendi untuk mengatakan 'perubahan yang tak terduga'. Jika dilakukan eksperimen dengan penelusuran web untuk dua dari empat kata yang menyusun istilah VUCA, Anda mungkin akan menyadari dua hal: keempat kata tersebut biasanya digunakan dalam wawancara eksekutif, blog konsultan, dan pers bisnis, dan mereka diperlakukan sebagai sinonim. Meskipun kata-kata tersebut memiliki arti yang terkait, namun perbedaan antar kata tersebut adalah hal yang paling berharga bagi para pemimpin untuk dipahami. Istilah VUCA merupakan paduan yang berbahaya dan berkonsekuensi. Keempat komponen akronim VUCA memiliki makna unik yang dapat memandu para pemimpin; namun nyatanya, perbedaan esensial antara istilah-istilah itu malah dipoles dan makna mereka menjadi hilang.
 
Kedua, bahkan ketika para pakar dan pemimpin peka terhadap perbedaan makna dari keempat istilah ini, kurangnya informasi mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh para pemimpin untuk menghadapi kondisi-kondisi ini. Para eksekutif sering menyebutkan dalam wawancara dan pers mengenai kesulitan "melakukan bisnis di dunia VUCA," tetapi dengan cepat beralih ke topik yang lebih sederhana tanpa membahas secara tepat bagaimana sebuah perusahaan dapat memposisikan dirinya dalam lingkungan seperti itu. Mereka  yang sedikit  mempertimbangkan bagaimana menangani VUCA biasanya menawarkan satu solusi yang sangat umum untuk keempat komponennya, seperti “berinovasi”, “menjadi kreatif”, “fleksibel”, atau “dengarkan lebih banyak”. Namun, sejarah tidak menawarkan banyak contoh semacam itu dapat menghasilkan pemimpin yang hebat, perubahan yang efektif, ataupun organisasi yang kuat.
 
Akhirnya - dan mungkin karena ada kelangkaan saran yang bisa ditindaklanjuti di luar sana - terlalu banyak pemimpin yang menghadapi dunia VUCA ini dengan hanya mengangkat tangan mereka. Seperti yang dikatakan seorang eksekutif, kegiatan perencanaan strategis tidak aktif di perusahaannya karena, “Bagaimana Anda bisa merencanakan apa pun di dunia VUCA seperti itu?” Memang, pemikiran seorang pemimpin yang berkembang menegaskan bahwa karena kekacauan dan ketidakmampuan mengendalikan dunia VUCA, ide “usang” seperti strategi dan pemasaran sekarang menjadi “mati”.
 
Berdasarkan pertimbangan ketiga masalah ini, jelas bahwa yang kedua dan ketiga bukanlah konsekuensi tak terhindarkan dari dunia bisnis modern, tetapi hasil yang sepenuhnya dapat dihindarkan dari yang pertama. Artinya, sedikit nasihat dapat ditindaklanjuti untuk menangani VUCA, dan menghindari godaan untuk mengatakan “tidak ada yang dapat kami lakukan mengenai hal itu”. Secara khusus karena tidak adanya pemecahan komponen VUCA dan pemahaman sepenuhnya terhadap inti permasalahan, para pemimpin tidak diposisikan untuk menangkap peluang yang disajikan. Hal ini dikarenakan volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity memerlukan respons tersendiri yang terpisah dan unik. Masing-masing istilah tersebut adalah fenomena yang berbeda yang memerlukan respon yang tepat dan berbeda pula. Pemimpin menghadapi dua masalah: Jika VUCA dipandang sebagai hal yang umum, maka tidak dapat dihindari, dan tidak dapat dipecahkan, dan para pemimpin tidak akan mengambil tindakan dan gagal menyelesaikan masalah yang sebenarnya. Terlebih lagi, jika para pemimpin salah membaca kondisi dan bersiap untuk tantangan yang salah, mereka akan salah mengarahkan sumber daya dan gagal mengatasi masalah yang sebenarnya.
 
Nah, itulah penjelasan tentang ancaman kinerja di era VUCA. Semoga kita semua bisa tetap maju dan berkembang di era yang penuh dengan ketidakjelasan ini ya, rekan-rekan Career Advice. Tetap semangat!
 
Jika ingin menyelenggarakan training tentang VUCA, silakan menghubungi kami di:
021 29578599 (Hunting)
021 29578602 (Hunting)
0821 1199 7750 (Mobile)
0813 8337 7577 (Mobile)
info@studilmu.com
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis