Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Ini Fondasi Kepemimpinan

Ini Fondasi Kepemimpinan


STUDILMU Users
by Berny Gomulya
Posted on Sep 17, 2018

Profesor Hyman Minsky (1919-1996) benar adanya ketika ia berkata bahwa ketidakstabilan finansial sebenarnya berasal dari dalam dirinya sendiri dan bukan dari luar. Krisis finansial yang dipicu kejatuhan Lehman Brothers di AS secara esensial bukanlah diakibatkan oleh perang, kenaikan harga minyak, huru-hara sosial politik atau bencana alam. Tetapi karena “sifat alamiahnya” yang spekulatif.
 
Pemikiran Minsky yang dituangkan dalam bukunya tahun 1986, ”Stabilizing An Unstable Economy”, itu populer kembali di tahun 2008 karena relevan menjelaskan krisis keuangan global saat ini. Pemikiran Minsky relevan karena arus pemikiran utama yang berlaku hingga detik ini selalu menganggap bahwa sifat ketidakstabilan sektor finansial bersumber dari faktor-faktor di luar sektor tersebut. Padahal sesungguhnya ketidakstabilan sektor keuangan disebabkan oleh perilaku dasar para pemain di pasar yang spekulatif.
 
Membaca pendapat ekonom Washington University itu saya jadi prihatin. Saya jadi teringat kasus corporate fraud beberapa tahun lalu yang menenggelamkan perusahaan-perusahaan raksasa macam Enron dan Worldcom. Akar masalah dari kasus tersebut adalah ketamakan para eksekutif perusahaan-perusahaan tersebut untuk meraup uang sebesar mungkin melalui insider trading yang mereka lakukan.
 
Mereka menggoreng dan mengarang cerita mengenai kehebatan perusahaan-perusahaan mereka kepada investor, investor kepincut, harga saham melambung, dan stock option mereka lepas ketika harga sedang gila-gilaan. Karena jeroan dan fundamental perusahaan kosong melompong, maka serta-merta harga saham pun jatuh. Karena stock option di-exercise ketika harga sedang berada di paling puncak, mereka pun untung besar. Majalah Fortune mencatat, transaksi stock option yang dilakukan oleh para eksekutif tersebut mencapai angka 66 miliar dollar AS. Uang segede itu semua masuk ke kantong pribadi.
 
Seberapa pentingkah kepercayaan bagi seorang pemimpin? Itu sangat penting. Kepercayaan adalah landasan dari kepemimpinan. Kepercayaan adalah lem yang merekatkan dalam organisasi. Para pemimpin sulit memengaruhi orang lain dan mendapatkan pengikut jika mereka berulang kali merusak kepercayaan orang-orang. Orang-orang mungkin akan memaafkan kesalahan Anda, jika mereka melihat bahwa Anda sedang belajar dalam hal kepemimpinan. Tetapi mereka tidak akan mungkin terus menerus memaafkan Anda, jika Anda berbuat kesalahan terus-menerus, khususnya dalam hal kepercayaan. Itulah sebabnya, Anda harus memperlakukan kepercayaan sebagai modal yang sangat berharga.
 
”Para pemimpin sulit memengaruhi orang lain dan mendapatkan pengikut jika mereka berulang kali merusak kepercayaan orang-orang.”
 
Inilah rahasianya! Jika Anda melakukan pekerjaan besar, maka Anda akan menarik orang-orang hebat. Jika Anda melakukan pekerjaan kecil, Anda akan menarik orang-orang biasa. Ijinkan orang-orang di sekitar Anda melihat isi hati Anda sebelum mereka mengetahui hal-hal besar apa yang Anda harapkan terhadap mereka. Orang-orang tidak akan peduli seberapa besar mimpi Anda, sampai mereka tahu seberapa besar Anda peduli dengan mereka. Jadilah orang yang terbuka dan dapat dipercaya. Mulailah dimana mereka berada. Tataplah mata mereka. Cari tahu mimpi dan harapan mereka. Mulai bangun jembatan antara tujuan organisasi dan tujuan pribadi mereka. Lakukanlah dengan benar, keduanya bisa dicapai. Bangun kerjasama win-win. Ingat! Ketika Anda menolong orang mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka pun akan menolong Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Perhatikan! Mereka harus percaya pada pemimpin terlebih dahulu, sebelum mereka percaya pada mimpi pemimpin. Bangunlah kepercayaan.
 
Ingat! Karakter melahirkan kepercayaan. Dan kepercayaan melahirkan kepemimpinan. Jenderal Norman Schwarzkopf benar adanya tentang pentingnya karakter ketika ia berkata, ”Kepemimpinan adalah kombinasi yang kuat antara strategi dan karakter. Namun, jika Anda harus kehilangan salah satu, relakanlah strategi.” Tatkala karakter seorang pemimpin kuat, orang-orang memercayainya. Mereka percaya pada kemampuan pemimpin itu bahwa potensi mereka akan dimaksimalkan. Hal itu akan memberikan harapan masa depan kepada orang yang dipimpinnya. Karakter baik seorang pemimpin membangun kepercayaan di antara para pengikutnya. Tetapi saat seorang pemimpin menghancurkan kepercayaan, ia mengorbankan kemampuannya untuk memimpin. Tidak ada seorang pemimpin pun dapat melanggar kepercayaan orang-orangnya dan tetap berharap dapat memengaruhi mereka. Kepercayaan adalah fondasi kepemimpinan.

”Kepemimpinan adalah kombinasi yang kuat antara strategi dan karakter. Namun, jika Anda harus kehilangan salah satu, relakanlah strategi.”
~Jenderal Norman Schwarzkopf~
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis