STUDILMU Career Advice - Asertif, Bukan Agresif

Asertif, Bukan Agresif


by Studilmu Editor
Posted on Oct 11, 2018

 

Komunikasi asertif adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain.  ketika kita dengan tegas dan positif mengekspresikan diri kita. tanpa maksud mengalah dan juga menyerang orang lain. Kunci utama dalam berkomunikasi asertif adalah "i Message" sampaikan perasaan, pikiran, atau opini anda. tidak ada satu kekuatan pun di dunia yang dapat menghambat anda untuk berkomunikasi.
 
Dalam bersikap asertif, seseorang dituntut untuk jujur terhadap dirinya dan jujur pula dalam mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proporsional, tanpa ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan ataupun merugikan pihak lainnya.
 
Kita bersikap asertif ketika kita mampu untuk berkata "tidak", mampu meminta pertolongan, mampu mengekspresikan perasaan positif dan negatif secara wajar, dan mampu berkomunikasi tentang hal-hal yang bersifat umum. Jadi, asertif adalah kemampuan mengekspresikan hak, pikiran, perasaan, dan kepercayaan secara langsung, jujur, terhormat, dan tidak mengganggu hak orang lain. Jadi, kita berani untuk secara jujur dan terbuka menyatakan kebutuhan, perasaan, dan pikiran dengan apa adanya tanpa menyakiti orang lain.
 
Sikap asertif itu perlu supaya kita lebih mengenal diri dan lebih jujur dalam membina hubungan. Dengan bersikap asertif, kita dapat belajar untuk lebih menghargai diri sendiri dan orang lain, mengekspresikan perasaan positif dan negatif, percaya diri, mau mendengarkan orang lain, mengembangkan kontrol diri, mengembangkan kemampuan untuk menolak tanpa merasa bersalah, dan berani meminta bantuan orang lain ketika membutuhkan. Wah, banyak banget ya keuntungan sikap asertif itu.
 
Ketika kita bicara asertif, kita dituntut untuk tahu alasan-alasan mengapa kita menolak atau menerima pernyataan orang lain. Jadi, kita tahu akibat dan sebab sesuatu yang akan kita lakukan. Dengan bersikap asertif, tidak serta-merta keinginan kita diterima orang lain. Namun, lewat sikap asertif, kita dapat belajar berpikir logis dan belajar memahami teman.
 
PERILAKU ASERTIF
Gaya berkomunikasi (style of communication) juga sangat berpengaruh terhadap perilaku atau tingkah laku sehari-hari baik berkomunikasi pasif, asertif dan agresif.  Tingkah laku yang tumbuh dalam diri menggunakan komunikasi asertif antara lain:
 
1. Menjelaskan tentang perasaan, kebutuhan dan tujuan yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang berhubungan.
2. Mampu berkomunikasi secara sabar tanpa bermaksud menyerang orang lain.
3. Tegas dalam menentukan pilihan tanpa memaksakan kehendak kepada orang lain.
4. Bermain dalam ketentuan yang jelas dan rasional.
5. Mengatakan kebenaran dalam mempertahankan tujuan walaupun muncul konflik tetapi selalu menjaga perasaan orang lain.
6. Tetap berpandang positif dan baik dalam menghadapi suatu permasalahan.
7. Percaya diri dan terbuka.
8. Mampu memberi dan menerima umpan balik hal-hal positif dan negatif.
9. Cara pandang yang positif dan optimis.
10. Mengerti tentang bernegoisasi diantara perbedaan-perbedaan pendapat orang lain.
 
TEKNIK KOMUNIKASI YANG BERKAITAN DALAM PERILAKU POSITIF ASERTIF
Ada beberapa teknik yang berkaitan dan berhubungan dalam perilaku positif asertif antara lain:
1. Menggunakan ekspresi yang nyaman untuk dipandang, selalu menjaga pandangan mata secara baik.
2. Menjaga intonasi dalam memberikan ketegasan tapi dapat menyenangkan orang lain.
3. Mendengarkan secara baik lawan bicara yang sedang mengatakan sesuatu.
4. Menanyakan pertanyaan apabila membutuhkan penjelasan.
 
KATEGORI PERILAKU ASERTIF
Pada prinsipnya asertif adalah kecakapan orang untuk berkata tidak, untuk meminta bantuan atau minta tolong orang lain kecakapan untuk mengekspresikan perasaan-perasaan positif maupun negatif kecakapan untuk melakukan inisiatif dan memulai pembicaraan.
Ada beberapa perilaku asertif yaitu :
- Asertif penolakan yaitu ucapan untuk memperhalus, seperti misalnya : maaf!
- Asertif pujian yaitu mengekspresikan perasaan positif, seperti misalnya menghargai, menyukai, mencintai, mengagumi, memuji dan bersyukur
- Asertif permintaan yaitu asertif yang terjadi kalau seseorang meminta orang lain melakukan sesuatu yang memungkinkan kebutuhan atau tujuan seseorang tercapai tanpa tekanan atau paksaan.
 
ASERTIF DAN AGRESIF
Terkadang orang keliru menyamakan asertif dengan agresif. Kita sering melihat kedua hal ini sama saja. Kunci perbedaannya adalah sebagai berikut.
 
Orang yang bersikap asertif akan mengekspresikan dirinya dengan menghormati orang lain. Ia juga menginginkan yang terbaik bagi orang lain, menghormati dirinya sendiri, berpikir "menang- menang" dan mencari cara untuk mendapatkan kesepakatan yang adil tanpa merugikan siapa pun.
 
Orang yang agresif cenderung menggunakan strategi yang menekan dan manipulatif, mencari keuntungan diri sendiri dengan taktik yang mengecoh pihak lain, tak menghargai hak orang lain, kasar, kejam, menghina, yang mengakibatkan mereka kehilangan martabat. Mereka memiliki asumsi yang negatif terhadap motivasi orang lain, dan selalu berpikir untuk membalas. Mereka tidak berpikir dengan sudut pandang orang lain. Mereka menang dengan mengorbankan orang lain dan menciptakan konflik yang tidak perlu.
 
Orang yang pasif tidak tahu bagaimana mengomunikasikan perasaannya dengan tepat kepada orang lain. Mereka cenderung takut menghadapi konflik yang akan timbul bila mereka mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara terbuka. Mereka membiarkan kebutuhan mereka tak terpenuhi, hak nya dilanggar, dan menutupi perasaannya agar "kedamaian terpelihara". Mereka membiarkan orang lain menang dan membiarkan dirinya kalah. Padahal kenyataannya semua pihak yang terlibat sebenarnya kalah, setidaknya sampai pada taraf tertentu.
 
Keuntungan berperilaku asertif, dengan menyatakan apa adanya perasaan atau emosinya seseorang tidak akan dikendalikan orang lain, efektif dalam berinteraksi,  lebih dihargai orang lain, menjadi lebih percaya diri dan memiliki rasa puas.
 
Bagaimana dengan pola perilaku komunikasi kita dengan orang lain ? 
 
Jika ingin menyelenggarakan training Komunikasi Asertif, silakan menghubungi kami di:
021 29578599 (Hunting)
021 29578602 (Hunting)
0821 1199 7750 (Mobile)
0813 8337 7577 (Mobile)
info@studilmu.com

Tinggalkan Komentar Anda

Respon Pengunjung

Sandy Yansiku

Selamat sore STUDILMU. Penjelasan tentang perilaku asertif di atas sangat clear dan dipahami dan itu adalah hal ideal tentang perilaku asertif. Pertanyaan saya begini: Jika di tempat kerja, seseorang dikelilingi oleh kolega yang semuanya pasif, mau cari amannya saja, atau terkesan mencari muka dengan atasan dengan cara-cara pendekatan yang tidak lazim dan hampir 80% rekan kerja yang demikian, dan berada di bawah kepemimpinan Otoriter Feodalistik (di mana secara teori organisasi kepemimpinan yang seperti ini sudah harus ditinggalkan) dan seseorang tersebut sudah ratusan kali berusaha memberikan pendapat, masukkan, input, koreksi secara asertif seperti di atas, Apakah saat-saat seperti itu masih perlu mempertimbangkan untuk tetap menjaga perasaan orang lain? Padahal dalam hati 80% orang tadi tahu banyak kekeliruan/fraud dalam kepemimpinan otoriter feodalistik yang mutlak, apakah asertif masih perlu? Ini dalam skala di mana 80% orang menyadari ada fraud namun tetap oportunis. Karena menurut saya, pada kondisi demikian, asertif hampir tidak bermanfaat karena organisasi kerja secara keseluruhan menjadi kacau, kualitas pelayanan sangat rendah, sementara leader bersukaria atas kekuasaannya. Kepemimpinan yang otoriter feodalistik yang saya maksudkan seperti pada link ini https://dewantarayoedha.wordpress.com/2015/04/25/pemimpin-otoriter-feodalistik/ Terimakasih

Feb 21, 2019 at 07:38 AM
Featured Career Advices

4 Jenis Komunikasi

7 Cara Mengatasi Stres Kerja

Etos Kerja

6 Cara Membangun Kreativitas Tim

Karakteristik Generasi Z

3 Kondisi Kerja yang Menekan dan Cara Menghadapinya

15 Ciri Komunikasi Efektif

Komunikasi Efektif Dalam Pengembangan Karier

Cara Menulis Surat Lamaran Kerja

12 Bahasa Tubuh Yang Dihindari Pada Wawancara Kerja

3 Cara Menjadi Diri Sendiri

Cara Kerja di Perusahaan Baru

3 Tips Merespon Pekerjaan Tambahan

Ingin Hasil Kerja Lebih Baik? Lakukan 8 Hal ini.

Pengalaman Interview Seseorang

4 Cara Negosiasi Yang Efektif

Menjaga Komitmen Kerja

6 Hal Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik

40 Kata-Kata Motivasi Kerja

7 Strategi Manajemen Waktu

3 Cara Menghadapi Kesulitan

Wawancara Kerja: Hobi, Pengalaman dan Kesuksesan

4 Cara Meraih Kesuksesan Di Bidang Penjualan

3 Cara Utama Menjadi Wanita Karier Hebat Indonesia

Perbedaan Empati dan Simpati

8 Cara Menghadapi Lingkungan Kerja yang Sulit

2 Cara Keluar Dari Zona Nyaman

3 Cara Agar Sukses di Usia Muda

7 Cara Hidup Bahagia

15 Cara Agar Berhasil Melewati Wawancara Kerja