Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Tips Menjadi Pembicara Publik yang Percaya Diri

5 Tips Menjadi Pembicara Publik yang Percaya Diri


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jan 12, 2019

 
Keyakinan adalah faktor penting untuk sukses dalam hampir di semua keadaan, terutama ketika menyangkut kehidupan profesional anda. Salah satu bidang yang membutuhkan kepercayaan sebagai hal penting adalah berpidato (public speaking). Sayangnya, banyak orang takut untuk berbicara di depan umum (termasuk di depan para profesional atau orang-orang yang berpengalaman). Jika anda di antara mereka, jangan khawatir. Dengan sedikit latihan dan persiapan, Anda dapat menaklukkan rasa takut Anda dan belajar bagaimana menyampaikan pidato yang kuat dan menarik.
 
Berikut lima tips untuk menjadi pembicara publik yang percaya diri.
 
1. Memiliki sikap positif.
Mampu menyampaikan pesan Anda secara efektif dimulai dengan memiliki sikap positif. Meskipun ini mungkin terasa sulit dilakukan saat anda merasa gugup, sebenarnya tidak sesulit kedengarannya. Kuncinya adalah dengan mengetahui tujuan Anda dan berkata pada diri sendiri bahwa anda dapat melakukannya. Misalnya, jika tujuan Anda adalah untuk menyajikan strategi baru kepada seluruh perusahaan, ingatkan diri anda bahwa Anda memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menyampaikan pidato yang hebat, hal ini sangat penting untuk kesuksesan Anda. Ini akan membantu meningkatkan rasa percaya diri Anda dan memastikan bahwa anda tetap bersikap positif bahkan saat mendekati waktu untuk memberikan presentasi anda.
 
2. Bayangkan sebuah keberhasilan.
Jika Anda pernah mendengar tentang para atlet yang bersiap untuk pertandingan besar dengan membayangkan keberhasilan, ada sebuah usaha yang dilakukan dan terbukti. Cara terbaik untuk menerapkan taktik ini saat anda harus berbicara di depan umum adalah dengan membayangkan diri Anda memberikan pidato di depan banyak orang. Bayangkan diri Anda menyampaikan pidato dengan penuh rasa percaya diri dan Anda merasa nyaman. Kemudian fokuslah pada bagian penjelasan tentang kesuksesan Anda. 
 
Apakah sudah mempersiapkan dan mendalami materi yang akan Anda sampaikan? Atau mungkin mencari cara agar para pendengar terlibat dengan ucapan Anda, tersenyum dan mengangguk saat Anda melakukan interaksi. Apa pun itu, tetaplah fokus pada perasaan sukses dan terus mendalami materi yang akan Anda sampaikan sampai Anda dapat meyakinkan diri sendiri bahwa pidato yang sebenarnya akan berjalan dengan baik.
 
Tips : Dengan melakukan latihan ini seharusnya anda menghasilkan hasil yang positif, jangan takut untuk membayangkan kejadian terburuk. Mengapa? Karena ini akan membantu mempersiapkan Anda untuk setiap pertanyaan-pertanyaan sulit yang akan ditanyakan. Meskipun Anda tidak akan menemui kesulitan atau masalah selama berpidato, dengan membayangkan hal terburuk yang dapat saja terjadi adalah cara yang bagus untuk mengingatkan diri Anda sendiri bahwa Anda dapat menangani apapun yang terjadi dengan cara Anda.
 
3. Ketahui apa yang ingin anda sampaikan.
Seiring dengan membangun kepercayaan diri, Anda harus mengetahui hal-hal yang akan Anda sampaikan, ini adalah kunci dari sebuah pidato sukses. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan membuat daftar 2-3 poin yang Anda anggap sebagai kunci dari pidato ada. Kemudian buatlah kerangka pidato Anda dengan poin-poin tersebut berlatihlah beberapa kali untuk memastikan bahwa Anda menekankan poin ini seefektif mungkin.

4. Bersihkan pikiran Anda
Setelah Anda mempersiapkan pidato Anda dan Anda telah membayangkan sebuah keberhasilan dari pidato tersebut, langkah selanjutnya adalah dengan menjernihkan pikiran anda tepat sebelum Anda memulai berpidato. Ada beberapa cara untuk melakukan ini tetapi yang paling efektif adalah dengan menarik napas dalam-dalam. Hal ini ni berfungsi sangat baik jika dilakukan tepat sebelum pidato. Luangkan beberapa menit untuk bernafas dengan perlahan dan fokus. Ini akan membantu membersihkan pikiran Anda dari kecemasan yang tersisa dan akan memastikan bahwa pikiran dan tubuh Anda telah rileks ketika Anda hendak memulai pidato anda.
 
5. Terhubung dengan pendengar.
Selain mempersiapkan diri dan bersikap tenang, salah satu kunci untuk memberikan pidato yang sukses adalah mampu berinteraksi dengan pendengar. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan melakukan kontak mata secara teratur selama pidato Anda dan dengan mengajukan pertanyaan yang dirancang untuk melibatkan pendengar Anda.
 
Tips: Cara terbaik untuk berlatih guna berinteraktif dengan pendengar Anda adalah dengan melatih pidato Anda di depan teman-teman. Ini akan memastikan bahwa Anda merasa nyaman dengan penyampaian pidato Anda dan dapat berfokus untuk terlibat dengan pendengar.
 
Berbicara di depan umum adalah keterampilan yang dimiliki para profesional. Siapa pun mereka,  jika mereka dapat berpidato dengan bagus akan sangat mengesankan bagi lulusan baru yang baru saja memulai karir. Dengan mengikuti tip-tips ini dan menumbuhkan rasa percaya diri Anda, Anda akan dapat menjadi seorang pembicara publik yang percaya diri dan dan mengesankan para pemberi kerja saat ini maupun di masa mendatang.
Featured Career Advices
7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

6 Cara Menggali Potensi Diri

6 Cara Menggali Potensi Diri

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Inisiatif

Inisiatif

Kunci Utama Produktivitas Kerja

Kunci Utama Produktivitas Kerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

Lingkungan Kerja Multigenerasi

Lingkungan Kerja Multigenerasi

6 Fakta Strategi Pemasaran di Media Sosial yang Harus Diketahui

6 Fakta Strategi Pemasaran di Media Sosial yang Harus Diketahui

Podcast adalah Cara Terbaru Memperluas Jaringan Bisnis

Podcast adalah Cara Terbaru Memperluas Jaringan Bisnis

5 Strategi Pemasaran di Instagram yang Perlu Dilakukan

5 Strategi Pemasaran di Instagram yang Perlu Dilakukan

6 Cara Membangun Budaya Kerja yang Hebat untuk Tim

6 Cara Membangun Budaya Kerja yang Hebat untuk Tim

9 Tipe Kepribadian Manusia yang Menyebalkan dan Cara Menghadapinya

9 Tipe Kepribadian Manusia yang Menyebalkan dan Cara Menghadapinya

Mengapa Kita Memerlukan Kecerdasan Emosional dalam Pekerjaan?

Mengapa Kita Memerlukan Kecerdasan Emosional dalam Pekerjaan?