Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Cara Mencintai Diri Sendiri

5 Cara Mencintai Diri Sendiri


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 25, 2019

 
Pasti pembaca Career Advice pernah mendengar ungkapan “Cintai diri sendiri sebelum kita mencintai orang lain”. Kami rasa ini adalah fakta dan memang perlu kita terapkan. Seringkali, kesibukan yang kita miliki membuat kita lupa diri untuk mencintai dan menghargai diri sendiri. Tugas-tugas kantor benar-benar menyita waktu kita sehingga, untuk makan tepat waktu saja kita sering lupa. Akibatnya? Kita sering terkena penyakit maag karena selalu telat makan, flu karena tidak cukup istirahat, dan problematika kesehatan lainnya. 
 
Mencintai diri dapat diterapkan melalui perawatan diri. Nah, perawatan diri ini sangat diperlukan untuk kesehatan fisik dan mental kita. Terlalu mencintai pekerjaan memang sangat baik untuk perkembangan karier kita. Sayangnya, memberikan fokus yang terlalu dalam pada karier dan melupakan hal yang lain akan memberikan dampak yang kurang baik untuk kehidupan kita. Misalnya, kesehatan kita akan terganggu, hubungan percintaan bisa kandas, atau hubungan kita dengan orangtua dan keluarga akan semakin merenggang. 
 
Sebenarnya, saat kita merasa sangat tidak mampu untuk memperhatikan diri, itu adalah saat-saat dimana kita paling membutuhkan perawatan untuk diri kita sendiri. Jadi, jangan pernah meremehkan rasa cinta untuk diri kita sendiri, ya. 
 
Apabila rekan-rekan Career Advice sedang menghadapi situasi sulit yang seperti ini, harap bertenang. Berikut ini adalah lima cara yang dapat kita terapkan untuk tetap menjaga dan mencintai diri sendiri, meskipun kesibukan menerpa tiada henti. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasan berikut ini. 

1. Dahulukan Kebutuhan Pribadi Terlebih Dahulu
Biasanya, orang-orang tua di zaman dahulu saat mendengar kata ‘kebutuhan pribadi’ selalu merujuk kepada pergi ke salon, maskeran, mandi bunga, luluran, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kecantikan. Namun, mendahulukan kebutuhan pribadi disini maksudnya adalah kebutuhan dasar apa yang bisa membuat kita rileks, tenang dan tetap merasa bahagia walaupun tugas kerja selalu datang dan tidak pernah habis. 
 
Baik, di sini kami tidak sedang mengajak rekan-rekan Career Advice untuk bersikap egois, namun kita perlu memenuhi kebutuhan pribadi terlebih dahulu, sebelum kita memerhatikan orang lain. 
 
Coba tanyakan dua pertanyaan ini kepada diri kita sendiri, “kebutuhan apa yang ingin saya penuhi untuk diri saya sendiri?” dan “apa yang paling saya butuhkan dalam hidup saya saat ini?”.
 
Jangan katakan “duh saya ga ada waktu untuk memikirkan semua itu!” ada atau tidaknya waktu untuk memikirkan hal tersebut sebenarnya tergantung pada diri kita. Apakah kita menganggap bahwa kebutuhan diri sendiri adalah suatu hal yang penting atau tidak. Jika kita benar-benar mencintai diri sendiri, maka setidaknya kita akan memberikan waktu luang untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Dengan bertanya secara jujur kepada diri sendiri, ini dapat mengarahkan kita kepada cara mencintai diri yang lebih baik dan efisien. 
 
2. Menjadwalkan Perawatan Diri
Seperti yang sudah dibahas di poin sebelumnya, kebanyakan orang merasa mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan perawatan diri. Bahkan, untuk menyelesaikan pekerja saja mereka harus berpacu dengan waktu, apalagi untuk melakukan perawatan diri. Hmm, ini terdengar cukup mustahil.
 
Kembali lagi kami sampaikan, jika kita selalu berpikir seperti, maka kita salah. Sebenarnya, kita sangat memerlukan waktu untuk rileks, walau hanya beberapa menit saja. Selain itu, kita juga perlu memaksakan diri kita untuk membuat jadwal dalam perawatan diri. Tidak perlu dilakukan setiap hari, cukup sedikit waktu namun rutin. 
 
Sebagai contoh, jadwalkan tiga kali selama seminggu untuk pergi ke kelas yoga. Atau, biasakan setiap hari Kamis dan Jum’at untuk pulang kerja lebih awal, sehingga kita bisa tidur dari jam sembilan malam, dan mendapatkan kualitas tidur yang baik. 
 
Tidak hanya itu loh, perawatan diri juga bisa dengan memejamkan mata dan bernapas dalam-dalam selama beberapa menit untuk bersantai, sederhana bukan? 
 
3. Semua Tentang Prioritas
Masih berkaitan dengan poin pertama dan kedua, saat kita merasa bahwa kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk memerhatikan diri sendiri, sebenarnya ini tentang prioritas atau bukan. Apabila kita lebih memilih pekerjaan daripada mengambil waktu istirahat selama 10 menit, ini menandakan bahwa kita lebih memprioritaskan pekerjaan daripada beristirahat menenangkan diri sejenak. 
 
Disisi lain, saat kita lebih memilih pergi ke dokter untuk cek kesehatan, dibandingkan mengerjakan proyek tambahan saat akhir pekan, ini mengindikasikan bahwa kesehatan kita jauh lebih penting dari apapun. Proyek tambahan yang kita miliki memang penting, namun itu adalah tugas yang masih bisa kita tunda sementara. Daripada kita memaksakan diri dan malah jatuh sakit. Kita perlu selalu ingat bahwa tidak ada orang yang dapat mencintai diri kita sebaik kita mencintai diri sendiri. Tidak peduli seberapa sibuknya kita, dengan memutuskan itu adalah prioritas, maka akan selalu ada waktu untuk mengerjakannya. 

4. Bersikap Tegas Terhadap Batasan yang Kita Miliki 
Mungkin rekan-rekan Career Advice sudah pernah membaca artikel-artikel kami sebelumnya bahwa kita harus berani mengatakan ‘tidak’. Dengan mengatakan ‘tidak’, ini bukan berarti kita lari dari tanggung jawab atau selektif terhadap tugas. Namun, ini menandakan bahwa kita memiliki sikap yang tegas terhadap batasan-batasan yang ada. 
 
Menjadi pekerja yang teladan bukan berarti kita harus mengatakan ‘ya’ pada setiap tugas yang ditawarkan. Apalagi jika tugas-tugas yang diberikan di luar tanggung jawab kita. Dalam kata lain, ‘tugas lemparan’ dari orang lain bersedia untuk kita kerjakan. Di satu sisi, mungkin Anda ingin bersikap baik dengan membantu rekan kerja. Namun di sisi lain, ini sama saja seperti tindakan tidak menyayangi diri sendiri. Jadi, kita perlu berpikir dengan matang sebelum berkata “ya” dalam menerima pekerjaan. 
 
5. Sedikit namun Sering
Dalam hal ini, kita tidak perlu melakukan perawatan diri secara banyak dan terus-menerus. Namun, lakukan perawatan diri dengan sedikit namun rutin sudah sangat cukup untuk membahagiakan dan mencintai diri kita sendiri. 
 
Yap, itulah lima cara dalam mencintai diri sendiri meskipun kita memiliki kesibukan yang tiada henti. Segalanya kembali lagi kepada diri kita sendiri. Apakah kita menganggap diri kita adalah orang yang sangat berarti dan perlu diprioritaskan segala kebutuhan dasarnya atau tidak. Selamat mencintai diri sendiri, rekan-rekan Career Advice. 
Featured Career Advices
5 Cara Meningkatkan Harga Diri

5 Cara Meningkatkan Harga Diri

Kebahagiaan adalah Kunci Kesuksesan

Kebahagiaan adalah Kunci Kesuksesan

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal