Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Cara Menghargai Diri Sendiri

5 Cara Menghargai Diri Sendiri


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 20, 2019

 
Saat kita masih kecil, duduk di bangku SD atau SMP, kita selalu meminta pengakuan dari orang tua kita. Kita ingin orang tua kita tahu bahwa anaknya adalah seorang siswa yang pintar karena telah mendapatkan peringkat 1 di kelas. Kita ingin mereka memuji nilai-nilai yang kita raih, bahkan sangat ingin mendapatkan hadiah penghargaan dari mereka. Apakah pembaca Career Advice juga mengalami hal yang sama seperti ini? 
 
Saya rasa hampir semua dari kita pernah mengalami fase itu. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin dewasa, sebenarnya kita sudah tidak memerlukan pengakuan dari orang lain lagi untuk merasa dihargai. 
 
Pada artikel kali ini, kami ingin mengajak seluruh pembaca Career Advice untuk dapat menghargai diri sendiri dengan sangat baik, tanpa harus menunggu orang lain mengapresiasi kita. 
 
1. Budaya Kita Mengajarkan Kita untuk Berfokus Pada Kelemahan Kita
Ini adalah masalah yang sering terjadi di seluruh penjuru Indonesia. Budaya kita seringkali membuat individu terlalu memikirkan kekurangan yang mereka miliki. Sampai-sampai mereka lupa bahwa Tuhan juga memberikan mereka kelebihan yang sangat banyak, yang mana ini menjadi penyeimbang antara kelebihan dan kekurangan yang dimiliki setiap manusia. 
 
Tidak hanya itu, ini juga memengaruhi pola pikir umum kita tentang perbaikan diri. Saat kita berpikir ingin memperbaiki diri, secara otomatis kita langsung memikirkan apa saja kekurangan kita dan bagaimana cara menghilangkan semua kelemahan yang ada.
 
Padahal, ada sebagian kekurangan yang dapat kita perbaiki dan sebagiannya lagi memang tidak dapat diubah. Itu sudah menjadi sifat dasar yang mendasari kepribadian kita. Dan, cara untuk menutupi segala kekurangan yang kita miliki adalah dengan mengasah kelebihan yang ada. 
 
Kita perlu memutar otak dan mencari jalan, bagaimana caranya agar kekurangan kita dapat tertutupi dengan kekuatan diri. Masalah lainnya adalah saat kita mencoba meminta umpan balik dari orang lain, mereka cenderung menyoroti segala kekurangan kita dan menyalahkannya dengan kalimat kritik yang kurang membangun. Padahal, umpan balik yang membangun juga bukan selalu melihat kekurangan seseorang, namun juga bisa memberikan pujian terhadap kelebihan dan pencapaian yang sudah dikerjakan oleh orang tersebut. 
 
Yap, ini adalah budaya yang sering terjadi di sekitar kita. Karena kelebihan dan kebaikan seseorang sangat jarang diapresiasi, ini cukup membahayakan bagi mental setiap individu. Kita akan selalu merasa kekurangan, daripada merasa bersyukur atas kelebihan yang Tuhan berikan kepada kita. 
 
2. Apa Pengakuan Yang Dilakukan Terhadap Otak Kita
Mendapatkan pengakuan dari orang lain memang sangat perlu. Tapi, bagaimana jika kita tidak mendapatkannya? Jangan tunggu. Yap, jangan tunggu sampai orang lain sadar bahwa ada kinerja kita yang perlu diapresiasi oleh orang lain.
 
Pengakuan dari orang lain memang penting, tetapi jangan jadikan itu sebagai satu-satunya sumber kekuatan kita untuk dapat menghargai diri sendiri. Mengenali pencapaian dan kekuatan diri kita sendiri jauh lebih kuat dibandingkan validasi dari luar.
 
Seperti yang dikatakan oleh beberapa studi, tulis saja segala pencapaian yang kita punya. Tidak peduli itu adalah pencapaian yang kecil ataupun besar, dengan menulis dan mengakui pencapaian diri kita sendiri, otak akan memberikan perasaan ‘bahagia’ kepada hati kita. Inilah sebabnya mengapa menunggu pengakuan dari orang lain bisa sia-sia. 
 
3. Mengenali Prestasi Diri Sendiri 
Coba deh rekan-rekan Career Advice tulis tiga prestasi kecil ataupun besar yang telah berhasil rekan pembaca lakukan setiap harinya. Salah satu kejelekan kita adalah, kita sering banget merendahkan diri sendiri. Setiap hari, selama 24 jam yang kita lalui, kita sering merasa bahwa kita belum melakukan pencapaian apapun pada hari itu. 
 
Padahal, ada banyak pencapaian kecil yang mungkin kurang kita sadari. Sebagai contoh, kita memiliki kenalan baru dari departemen lain, kita berhasil berjalan selama 10 menit, kita berhasil membantu rekan kerja yang kesulitan dalam pekerjaannya, dan sebagainya. Semua itu bisa kita jadikan sebagai bahan apresiasi untuk diri kita sendiri. 
 
Dengan menuliskan setidaknya tiga pencapaian kecil setiap harinya, ini dapat membuat kita lebih memperhatikan diri sendiri daripada sebelumnya. Dan, kumpulan-kumpulan prestasi kecil tersebut dapat membawa kita kepada kesuksesan yang lebih besar. 

4. Tulis Kelebihan yang dapat Menutupi Kekurangan Diri
Tuhan menciptakan kita dengan adil, memberikan kelebihan juga kekurangan. Jika kita sudah mengenali kekurangan kita dengan sangat baik dibandingkan orang lain, ini sangat bagus. Namun, kita juga perlu ingat bahwa kita memiliki kelebihan yang pastinya bisa menutupi kekurangan kita tersebut. Mungkin kita tidak akan pernah bisa menghapus segala kekurangan diri, namun kita bisa menutupinya dengan kekuatan diri. 
 
Dengan kata lain, kita dapat memberi putaran positif pada sesuatu yang tampaknya negatif. Ini juga membantu kita melihat gelas setengah penuh dan melihat kekuatan lain yang belum tentu kita ketahui.
 
Sebagai contoh, jika kita adalah seorang yang terlalu pemikir (yang mungkin kita anggap sebagai sebuah kekurangan), maka tulis disampingnya bahwa “saya adalah seseorang yang berpikiran secara detail, sehingga saya jarang melewati poin-poin yang sangat penting”.
 
Dengan menuliskan hal tersebut dapat membantu kita melihat hal-hal dari perspektif yang berbeda dan membuat kita tidak memandang kekurangan sebagai hal yang sepenuhnya negatif.

5. Jangan Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain
Ini adalah salah satu problematika lainnya yang sering terjadi di masyarakat kita. Terlebih lagi kemajuan teknologi memudahkan kita untuk dapat melihat kebahagiaan dan prestasi-prestasi yang dimiliki oleh orang lain. Akibatnya? Kita pun juga dengan mudah membandingkan takdir kita dengan orang lain. 
 
Kita harus selalu ingat bahwa setiap orang berada di jalurnya masing-masing dengan kecepatan yang tentunya berbeda-beda. Tidak ada gunanya membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Apalagi jika kita merasa iri terhadap pencapaian mereka, percayalah bahwa ini tidak akan mengubah apapun. 
 
Dunia memang memiliki sifat kompetitif yang alami. Namun, ini bukan berarti bahwa kita harus menunggu pujian dan pengakuan dari orang lain agar tetap merasa ‘ada’ di muka bumi ini. Dengan belajar mengapresiasi diri, mengenali kelebihan dan kekurangan diri, dan terus bergerak untuk maju menjadi pribadi yang lebih baik, ini adalah cara-cara yang baik untuk menghargai diri sendiri. Jika orang lain tidak mengapresiasi diri kita, tidak masalah. Karena kita bisa menjadi orang yang paling terdepan untuk menghargai diri kita sendiri. Selamat mencoba rekan-rekan Career Advice. 
Featured Career Advices
4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.

10 Cara Menjadi Kaya Raya ala Generasi Milenial

10 Cara Menjadi Kaya Raya ala Generasi Milenial

5 Faktor Internal yang Menghambat Kesuksesan Bisnis

5 Faktor Internal yang Menghambat Kesuksesan Bisnis