STUDILMU Career Advice - 3 Kebiasaan Buruk

3 Kebiasaan Buruk


by Studilmu Editor
Posted on Feb 21, 2019

 
Ada beberapa kebiasaan buruk yang seakan dilarang di dalam kehidupan kantor. Banyak orang beranggapan jika kita tidak melakukan hal-hal tersebut maka, kita akan menjadi lebih produktif. Faktanya, tiga kebiasaan buruk yang dijauhi ini malah mungkin akan menguntungkan kita:

1. Datang ke Kantor Lebih Telat Daripada yang Lainnya
Rekan-rekan kerja kita mungkin akan menggosipkan kita karena keterlambatan yang dilakukan. Mungkin kita menyadari bahwa pekerjaan yang kita miliki banyak atau lebih dari rekan-rekan kerja di kantor. 
 
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 mendukung fakta bahwa karyawan yang membuat jadwal mereka sendiri akan bekerja sama baiknya dengan rekan-rekan kerja lainnya. Data menunjukkan bahwa, "Orang-orang yang memiliki jadwal yang tidak tetap dengan pekerjaan mereka bekerja setara dengan hampir satu hari kerja penuh di luar apa yang ada di dalam kontrak mereka dibandingkan dengan mereka yang memiliki jadwal tetap.”
 
Jika semakin larut malam, Anda semakin merasa lebih produktif, dan senang untuk memulai hari Anda lebih lambat dari yang lainnya, mungkin hal ini dapat dibicarakan dengan manajer terlebih dahulu, dan jelaskan kondisi Anda.
 
Apabila sudah mendapat persetujuan dari manajer akan hal ini, selamat! Anda dapat melakukannya. Jangan lupa bahwa ada orang-orang yang lebih menyukai jadwal yang lebih umum (jadwal yang telah disepakati untuk diterapkan oleh semua karyawan) dan hal ini akan menyulitkan karyawan lainnya jika Anda memerlukan interaksi dengan mereka seperti, mengirim email darurat pada malam hari yang harus segera dibalas oleh rekan kerja Anda. Tentunya, ini bukan tanggung jawab mereka bekerja di luar jam kerja untuk mengikuti jadwal Anda.
 
2. Menjadi Orang yang Berantakan
Rekan-rekan kerja kita mungkin bosan melihat kondisi meja kerja kita yang penuh dengan kertas-kertas, cangkir kopi, dokumen serta foto-foto yang berserakan dimana-mana. Mungkin kita juga bosan mendengar pertanyaan dari rekan-rekan kerja "Bagaimana kita bisa bekerja dalam kekacauan seperti itu?" karena bagi kita keadaan meja tersebut bukanlah sebuah kekacauan namun sesuatu yang terorganisir. 
 
Hasil penelitian membuktikan bahwa dikelilingi oleh kekacauan sebenarnya akan membuat kita lebih kreatif dan lebih berinovasi. Dalam sebuah percobaan, para peserta penelitian dibagi ke dalam dua ruangan, ruangan yang berantakan dan bersih. Para peserta diminta untuk melakukan pemetaan ide pada topik yang sama, para peserta di ruangan yang berantakan menghasilkan sejumlah ide yang sama seperti rekan-rekan mereka di ruangan yang bersih. Namun, ketika selesai dievaluasi, ide mereka yang berada di ruangan berantakan dinilai lebih menarik dan kreatif dan evaluasi ini dilakukan oleh para juri yang tidak memihak. 
 
Jadi, jangan biarkan komentar dari rekan-rekan kerja membuat kita mengubah kondisi meja kerja, jika faktanya kita benar-benar merasa efektif bekerja dengan kekacauan seperti itu. Pastikan barang-barang kita tidak mengganggu meja kerja orang lain dan tidak menyebabkan bau yang tidak sedap.

3. Menjadi Orang yang Berkata ‘Tidak’
Akankah sangat hebat ketika sebuah tim berkreasi dengan penuh kreatifitas. Semua anggota tim bersemangat, bermimpi dan merencanakan ide dengan tujuan yang sama. Pada saat inilah, kita dapat mengevaluasi ide-ide yang disampaikan karena bagi kita tidak semua ide cemerlang baik untuk diterapkan. Dengan melakukan hal ini, tidak heran jika rekan-rekan kerja kita akan menganggap kita sebagai seorang penentang karena telah berani untuk berkata “tidak” pada ide-ide yang disampaikan. 
 
Dalam sebuah artikel tentang kesuksesan para generasi muda di Indonesia, penelitian mengatakan “Meskipun adanya hubungan yang kuat antara pengusaha sukses dan optimisme, hal ini juga memiliki disposisi yang terlalu tinggi sehingga dapat menyebabkan delusi kesuksesan. Itu dapat memacu orang-orang untuk melebih-lebihkan target pasar yang mereka tetapkan di awal dan kemampuan mereka untuk mengeksekusi masalah, sementara mereka tidak menyadari fakta-fakta lain yang mungkin akan membawa kemunduran.”
 
Namun, jika kita memang merasa ragu dengan ide-ide yang disampaikan oleh rekan-rekan kerja, bukan berarti kita harus menyampaikannya dengan cara yang tidak menyenangkan. Cobalah untuk menggunakan kata-kata yang baik namun tepat dalam memberikan umpan balik, daripada menyampaikan bahwa ide-ide tersebut tidak akan berhasil!".
 
Berita baiknya adalah, kita tidak perlu mengubah diri kita yang sebenarnya hanya untuk menjadi sukses dalam karier. Ingatlah bahwa tidak semua orang dapat bekerja dengan pola kerja yang sama, jadi penting bagi kita untuk mengakui hal ini dan berkompromi saat diperlukan.

Tinggalkan Komentar Anda

Featured Career Advices

20 Cara Baru untuk Memberi Hadiah kepada Karyawan

Rapat Kerja yang Efektif

Aplikasi Sosial Media dan Pengaruhnya

Memberikan Umpan Balik Konstruktif

Sikap Positif Menunjang Kesuksesan Anda

5 Cara Meningkatkan Daya Ingat Otak

2 Hal Penting Sebelum Mengundurkan Diri

Memahami Pola Pikir

Hindari 4 Strategi Pemasaran Digital yang Rumit Ini

Perbedaan Motto Hidup dan Kutipan Hidup

5 Kebahagiaan Meraih Keseimbangan Hidup

7 Halangan Diri Untuk Meraih Keseimbangan Hidup

4 Strategi Meraih Keseimbangan Hidup Bagi Pengusaha

Tetap Semangat Mencapai Impian

5 Hal Yang Perlu Diketahui Saat Menghadiri Wawancara Kerja

Menjadi Selangkah Lebih Maju

Pemimpin, Hentikan Perilaku Ini

Tips Sederhana Mempersiapkan Diri sebelum Wawancara Kerja

Cara Menghilangkan Stres Secara Sehat dan Tidak Sehat

7 Alasan Kuat Dalam Meraih Mimpi

Budaya Kerja dan 3 Cara Mendemonstrasikannya

Pengertian Afirmasi dan 10 Afirmasi Positif

5 Cara Tampil Menarik Dalam Wawancara Kerja

3 Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

7 Pertanyaan Interview Kerja

5 Cara Menghargai Diri Sendiri

Sikap Negatif dan Cara Mengubahnya

7 Kunci Kesuksesan dan Kepuasan Kerja

10 Kemampuan Soft Skill Dalam Dunia Kerja

10 Cara Membangun Hubungan Kerja Yang Positif