STUDILMU Career Advice -  Konflik Panas atau Konflik Dingin?

Konflik Panas atau Konflik Dingin?


by Studilmu Editor
Posted on Sep 07, 2018

Sebagai pemimpin, Anda akan menghadapi konflik. Satu paket dengan kekuasaan. Tapi sebelum Anda mencoba menghadapi konflik, pertama Anda harus berhenti dan menanyakan pada diri sendiri pertanyaan berikut:
 
Apakah konfliknya “panas” atau “dingin”. Konflik panas adalah ketika satu pihak atau lebih sangat emosional dan melakukan satu atau lebih beberapa hal berikut: berbicara dengan suara keras atau berteriak; Agresif secara fisik, liar atau mengancam; Menggunakan bahasa yang bersifat menghasut; tampil di luar kendali dan berpotensi “meledak”.
 
Konflik yang dingin adalah ketika satu pihak atau lebih tampaknya menekan emosi, atau benar-benar tampak "tidak emosional," dan melakukan satu atau beberapa hal berikut: bergumam dalam nafasnya atau mengerucutkan bibir mereka; menarik fisik atau terkendali; Berpaling atau mengalihkan pandangan; Tetap diam atau berbicara dengan nada pasif agresif; kelihatan diam atau “membeku”.
 
Tak satu pun dari jenis konflik ini bersifat konstruktif. Konflik yang hangat - yaitu, sudah terbuka untuk diskusi namun tidak membara dengan permusuhan intens - jauh lebih mungkin untuk menjadi produktif. Jadi, jika Anda menghadapi konflik dingin, Anda memerlukan keterampilan untuk "menghangatkannya." Jika Anda menghadapi konflik panas, Anda memerlukan keterampilan untuk "mendinginkannya."
 
Resolusi konflik, seperti memasak, bekerja paling baik pada suhu optimal. Jika terlalu panas, konflik Anda bisa meledak, membakar kesepakatan Anda atau menyebabkan hubungan Anda meledak dalam kemarahan atau permusuhan terbuka. Jika Dingin, dan kesepakatan Anda mungkin membeku, tidak bergerak maju sama sekali, atau hubungannya mungkin menjadi dingin dengan emosi yang tidak terekspresikan dan kepedulian yang ditahan. Sebagai pemimpin, Anda ingin membawa konflik ke zona suhu di mana konflik bisa menjadi berguna dan produktif.
 
Disadur dari “To Resolve a Conflict, First Decide: Is It Hot or Cold?,” by Mark Gerzon

Tinggalkan Komentar Anda

Featured Career Advices

Cara Menghilangkan Stres Secara Sehat dan Tidak Sehat

7 Alasan Kuat Dalam Meraih Mimpi

Budaya Kerja dan 3 Cara Mendemonstrasikannya

Pengertian Afirmasi dan 10 Afirmasi Positif

5 Cara Tampil Menarik Dalam Wawancara Kerja

3 Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

7 Pertanyaan Interview Kerja

5 Cara Menghargai Diri Sendiri

Sikap Negatif dan Cara Mengubahnya

7 Kunci Kesuksesan dan Kepuasan Kerja

10 Kemampuan Soft Skill Dalam Dunia Kerja

10 Cara Membangun Hubungan Kerja Yang Positif

Cara Mengendalikan Diri

4 Jenis Komunikasi

7 Cara Mengatasi Stres Kerja

Etos Kerja

6 Cara Membangun Kreativitas Tim

Karakteristik Generasi Z

3 Kondisi Kerja yang Menekan dan Cara Menghadapinya

15 Ciri Komunikasi Efektif

Komunikasi Efektif Dalam Pengembangan Karier

Cara Menulis Surat Lamaran Kerja

12 Bahasa Tubuh Yang Dihindari Pada Wawancara Kerja

3 Cara Menjadi Diri Sendiri

Cara Kerja di Perusahaan Baru

3 Tips Merespon Pekerjaan Tambahan

Ingin Hasil Kerja Lebih Baik? Lakukan 8 Hal ini.

Pengalaman Interview Seseorang

4 Cara Negosiasi Yang Efektif

Menjaga Komitmen Kerja