STUDILMU Career Advice - Berpikir Analitis dan Kreatif

Berpikir Analitis dan Kreatif


by Studilmu Editor
Posted on Sep 24, 2018

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena manusia telah dibekali dengan akal pikiran dan kecerdasan tinggi yang berasal dari otaknya yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. 
 
Otak sebagai tempat berlangsungnya proses berpikir merupakan aset berharga yang dimiliki oleh manusia. Bahkan, ketika manusia meninggal, otaknya masih dapat digunakan sebagai bahan penelitian dengan catatan kondisinya masih dalam keadaan baik.
 
Akan tetapi, tidak semua orang menyadari akan pentingnya aset berharga yang telah dibekali oleh Tuhan sehingga tidak sedikit orang yang melakukan sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu atau sudah melakukan proses berpikir, namun tidak maksimal karena tidak mengetahui bagaimana seharusnya kita menggunakan otak kita untuk berpikir.
 
Menurut Dr. Edward De Bono, seorang professor dari Malta yang memelajari psikologi sekaligus fisiologi, ada dua tipe berpikir, yaitu :

1. Berpikir vertikal (berpikir konvergen) 
yaitu tipe berpikir yang bersifat logis dan sistematis dengan mengumpulkan dan menggunakan hanya informasi-informasi yang relevan, berdasarkan data, fakta dan kenyataan. Proses berpikir ini dibutuhkan ketika kita melakukan analisa terhadap sebuah persoalan. Berpikir konvergen membuat kita focus pada persoalan yang sedang dihadapi secara nyata, dan tidak terbiaskan oleh pendapat-pendapat subyektif yang tidak terkait dengan persoalan tersebut.
 
2. Berpikir pendek atau Berpikir lateral (berpikir divergen) 
yaitu tipe berpikir kreatif yang dapat menggunakan informasi sebanyak mungkin, terkadang yang tidak relevan atau boleh salah (dalam artian boleh berbeda dari umumnya) dalam beberapa tahapan untuk mencapai pemecahan masalah yang tepat.
 
Untuk memudahkan pemahaman tersebut, gambaran berpikir divergen dan konvergen adalah sebagai berikut :
 
 
 
Seperti yang ditunjukkan dalam penggambaran di atas, proses berpikir konvergen dan divergen terkait dengan kerja otak kiri dan otak kanan. Berbagai penelitian mengatakan bahwa otak kiri manusia cenderung bekerja ketika kita berpikir secara konvergen, sementara sebaliknya, saat kita berpikir secara divergen, otak kanan kita lebih banyak bekerja.
 
Lalu, manakah yang lebih baik, berpikir dengan otak kiri (konvergen) atau otak kanan (divergen)?
 
Edward de Bono, meskipun seringkali dalam tulisan-tulisannya terkesan banyak menekankan tentang berpikir lateral, namun dalam hal ini Edward de Bono sendiri tidak menentang pemikiran vertical. Ia melihat berpikir lateral sebagai proses yang melengkapi sehingga membuat solusi dari pemecahan masalah menjadi lebih efektif.
 
Berpikir vertikal memampukan kita melihat solusi melalui pandangan apa adanya dari masalah atau situasi dan bekerja melalui itu. Dengan melatih lebih lanjut otak kiri kita, maka kita akan mampu mencapai proses berpikir kritis, yaitu pemikiran reflektif yang melibatkan tiga jenis aktifitas mental yaitu : analitis, sintesis, dan penilaian. Pemikiran kritis ini bukan hanya akan menerima atau menyetujui sesuatu begitu saja secara mentah-mentah, namun akan memberikan perhatian terlebih dahulu terhadap suatu persoalan / isu dan berhati-hati dalam membuat pilihan.
 
Sementara berpikir lateral bekerja dengan cara sebaliknya, mengeksplorasi berbagai pilihan untuk mendapatkan solusi yang tidak biasa, bukan hanya menerima solusi umum yang tampaknya paling potensial. Pilihan yang mungkin muncul bisa jadi belum pernah ada sebelumnya, atau dipandang aneh, namun dengan berpikir lateral, akan memunculkan hal-hal baru yang bersifat inovatif, sehingga pilihannya akan lebih luas.
 
Dengan demikian, jika kita mengkombinasikan kedua proses berpikir ini, sesuai kebutuhan dan tujuannya, maka kita akan mendapatkan solusi yang tajam, menjawab persoalan dengan tetap realistis namun mampu memunculkan ide-ide baru yang inovatif

Tinggalkan Komentar Anda

Featured Career Advices

Cara Berkomunikasi Efektif dengan Seseorang Dari Hasil Tes DISC

6 Tips Mengubah Suasana Rapat Kerja Lebih Interaktif

Seni Memfasilitasi Rapat Kerja dengan Post-it Kecil

Memahami Perilaku Manusia dari Model DISC

20 Kriteria Pemimpin Yang Baik

10 Contoh Pemberian Umpan Balik yang Efektif

7 Tips Memberikan Coaching Yang Efektif

8 Cara Membuat Rapat Kerja Lebih Menyenangkan

5 Cara Mencintai Diri Sendiri

Pantang Menyerah Dengan Cara Cerdas

20 Cara Baru untuk Memberi Hadiah kepada Karyawan

Rapat Kerja yang Efektif

Aplikasi Sosial Media dan Pengaruhnya

Memberikan Umpan Balik Konstruktif

Sikap Positif Menunjang Kesuksesan Anda

5 Cara Meningkatkan Daya Ingat Otak

2 Hal Penting Sebelum Mengundurkan Diri

Memahami Pola Pikir

Hindari 4 Strategi Pemasaran Digital yang Rumit Ini

Perbedaan Motto Hidup dan Kutipan Hidup

5 Kebahagiaan Meraih Keseimbangan Hidup

7 Halangan Diri Untuk Meraih Keseimbangan Hidup

4 Strategi Meraih Keseimbangan Hidup Bagi Pengusaha

Tetap Semangat Mencapai Impian

5 Hal Yang Perlu Diketahui Saat Menghadiri Wawancara Kerja

Menjadi Selangkah Lebih Maju

Pemimpin, Hentikan Perilaku Ini

Tips Sederhana Mempersiapkan Diri sebelum Wawancara Kerja

Cara Menghilangkan Stres Secara Sehat dan Tidak Sehat

7 Alasan Kuat Dalam Meraih Mimpi