Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Tips Menjawab Pertanyaan, “Apa Kelemahan Anda?”

Tips Menjawab Pertanyaan, “Apa Kelemahan Anda?”


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 10, 2019

 
Apa kelemahan Anda?” Adalah sisi lain dari koin untuk “Apa kekuatan Anda?” Dan pertanyaan ini juga merupakan sebuah peluang besar untuk menunjukkan kepada calon majikan bahwa Anda merupakan seseorang yang proaktif tentang perbaikan diri. Ada dua kunci untuk jawaban ini: mengakui kelemahan Anda dan menunjukkan bahwa Anda bekerja untuk mengatasinya. Sangat penting untuk menyadari bahwa pewawancara kurang peduli dengan kelemahan spesifik Anda (karena semua orang memilikinya) dan lebih peduli dengan kesadaran diri Anda dan keinginan untuk memperbaiki diri.
 
Berikut adalah tips untuk membantu Anda memahami pertanyaan wawancara ini.
1. Pilihlah kelemahan yang tidak memengaruhi peluang Anda dalam mendapatkan pekerjaan tersebut. 
Persempitlah jawaban Anda akan kelemahan terbesar Anda. Karena pewawancara benar-benar mencari kandidat yang sadar diri dan secara proaktif mencoba untuk meningkatkan dan memperbaiki diri, berbicara tentang satu masalah utama akan memberi Anda kesempatan dalam menjelaskan langkah-langkah yang telah Anda ambil untuk mengatasi masalah dan, yang lebih penting, Anda mampu meyakinkan pewawancara untuk tidak menolakmu.
 
Kelemahan yang Anda pilih tidak boleh diambil dari kemampuan Anda untuk melakukan pekerjaan itu atau dengan sengaja Anda menyesuaikan kelemahan Anda dengan perusahaan, juga tidak dengan membuat suatu kelemahan yang tidak realistis. Jangan mengatakan sesuatu seperti, "Saya terlalu perfeksionis." Pewawancara Anda mungkin tidak akan mempercayainya (ini bukan kelemahan terbesar seseorang) dan jawaban itu tidak memberi Anda banyak ruang untuk menguraikan bagaimana Anda telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini. 
 
Sebaliknya, berfokuslah pada hal-hal yang Anda perjuangkan di masa lalu, seperti Anda berusaha keras untuk mengelola waktu Anda ketika Anda memiliki jadwal kelas yang sibuk, tidak berbicara sendiri selama mengerjakan proyek kelas, atau tidak meminta bantuan saat Anda membutuhkannya.
 
Tips: Tetap fokus dan ringkas. Anda ingin mengesankan pewawancara bahwa Anda sadar akan kelemahan yang Anda miliki, tetapi Anda berusaha untuk mengatasi kelemahan tersebut. Cobalah untuk membingkai kelemahan Anda dalam satu kalimat.
 
2. Ceritakanlah langkah-langkah yang telah Anda lakukan untuk mengatasi kelemahan Anda.
Setelah Anda membuka diri tentang kelemahan Anda, tunjukkan kemampuan Anda untuk memecahkan masalah dengan menceritakan tentang bagaimana Anda telah menyelesaikan masalah dan menyebutkan beberapa keberhasilan yang telah Anda capai dan memiliki hasil. Akhiri dengan catatan positif dan, jika mungkin, hubungkanlah hasil positif tersebut dengan pekerjaan yang Anda lamar. 
 
Katakan sesuatu seperti: "Saya selalu suka menjalin hubungan baik dengan orang-orang dan saya cenderung melakukannya dengan sangat baik secara langsung. Namun, keterampilan menulis saya tidak sekuat seperti yang ingin saya sampaikan melalui email dan proposal. Saya telah mengambil kelas menulis dan saya telah melihat tulisan saya meningkat, tetapi itu adalah sesuatu yang masih harus saya tingkatkan. Untuk memastikan bahwa saya secara aktif mengatasi masalah, saya selalu meminta umpan balik dari teman-teman sekelas saya saat saya menulis makalah, dan saya mengikuti paling tidak satu kelas bahasa Inggris dalam jadwal saya setiap semester. Walaupun menulis adalah salah satu kelemahan saya, saya mengambil langkah aktif untuk menjadi lebih baik dan saya tahu bahwa saya dapat menjadi penulis yang baik jika saya terus mengerjakannya. ”
 
Meskipun mengidentifikasi titik lemah Anda mungkin sedikit tidak nyaman pada awalnya, dengan menjawab “Apa kelemahan Anda?” adalah peluang bagus untuk menunjukkan bahwa Anda dapat mengidentifikasi dan mengatasi masalah dengan cara proaktif. Ini adalah keterampilan yang selalu dicari oleh perusahaan dan sesuatu yang akan membantu Anda tampil lebih menonjol dari kandidat lain.
Featured Career Advices
Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun