Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

Pada artikel-artikel sebelumnya, kita sudah banyak membahas tentang strategi pemasaran. Baik strategi pemasaran di Instagram, Youtube, E-mail dan media sosial lainnya. Akan tetapi, akhir-akhir ini para pebisnis dan pengusaha semakin merasa tertantang untuk bisa memasarkan produk dan layanan jasa mereka kepada para generasi milenial. Yap! generasi anak muda yang mendominasi populasi Indonesia saat ini. Dengan keahlian mereka dalam menggunakan teknologi, generasi milenial menjadi target pelanggan dari banyak bisnis dan usaha di era digital sekarang ini. 
 
Nah bagi rekan-rekan Career Advice yang bekerja sebagai pengusaha dan pebisnis, artikel ini diharapkan dapat membantu rekan-rekan pembaca untuk merancang strategi pemasaran melalui e-mail yang baru dan efektif khusus untuk para generasi milenial. Menurut website entrepreneur, ada 5 strategi pemasaran e-mail yang perlu kita perhatikan dan juga kita terapkan agar bisa menarik perhatian para kaum milenial. 
 
1. Subjek yang Menarik, namun Singkat, Padat dan Jelas. 
Anak-anak milenial memang sangat suka sekali dengan hal-hal yang signifikan, berbeda dan paling menonjol. Mereka tidak suka dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal kuno apalagi out of date. Bagi mereka mungkin itu adalah hal yang, “ga banget” atau “bukan gue banget deh!”.
 
Langkah pertama yang perlu kita lakukan untuk bisa menarik perhatian para kaum milenial, terutama ketika mengirimkan e-mail marketing yaitu, memilih subjek e-mail yang menarik dan signifikan. Gunakan kata-kata kasual namun tetap sopan, ini akan menarik perhatian mereka untuk mengklik e-mail dan membacanya secara lengkap. 
 
Sebagai contoh, “Perawatan Kulit untuk Remaja Cantik seperti Kamu”. Ketika seorang remaja perempuan membuka inbox e-mail mereka dan melihat subjek e-mail dengan kalimat seperti itu. Kira-kira bagaimana tanggapannya? Tentu saja penerima e-mail akan merasa spesial karena dia merasa seperti dipuji oleh pengirim e-mail. 
 
Secara psikologis, dia akan merasa dipuji dan merasa lebih percaya diri untuk membuka e-mail marketing kita lebih lanjut. Si penerima email ingin mencari tahu lebih lanjut tentang produk dan layanan jasa apa yang ditawarkan dari e-mail marketing kita. Oh ya, tapi jangan lupa untuk berhati-hati dalam memperhatikan penerima e-mail kita ya. Jangan sampai kita malah salah kirim, terutama ketika kita menargetkan remaja perempuan atau wanita sebagai target pelanggan kita, namun kita malah mengirimkannya kepada remaja laki-laki atau pria. Waduh, mereka bisa tersinggung atau merasa terganggu nantinya. 
 
2. Sertakan Penawaran yang Berbeda dan Menarik!
Untuk mensukseskan strategi pemasaran yang kita miliki, kita juga perlu membuat penawaran menarik yang cocok dengan para generasi muda. Penawaran menarik bagi anak-anak milenial bukan hanya tentang harga yang cocok di kantong. Namun, mereka juga sangat suka dengan penawaran yang berkaitan dengan kecepatan waktu dan kepopularitasan. 
 
Generasi milenial terkenal dengan generasi yang suka dengan hal- hal yang instan. Dengan kata lain, semakin cepat hasil yang bisa mereka dapatkan, maka mereka akan semakin tertarik. Misalnya, rekan pembaca memiliki bisnis foto studio (indoor dan outdoor). Di dalam konten e-mail marketing, rekan pembaca membuat sebuah penawaran yang sangat menarik yaitu, “diskon 10% pemotretan untuk prewedding dari tanggal 1 Juli sampai 31 Juli 2019 dan dapatkan hasil fotonya setelah 3 hari dari waktu pemotretan”. Ketika mereka mendapatkan e-mail marketing dengan penawaran seperti ini, dapat dipastikan bahwa mereka akan sangat tertarik. Ini bukan hanya tentang diskon yang kita tawarkan, namun kecepatan hasil juga akan menarik perhatian mereka. 

3. Perhatikan juga Desain dan Pesan di dalam E-mail Marketing. 
Seperti yang sudah kami jelaskan di awal artikel bahwa generasi milenial akan sangat menyukai sesuatu yang berbeda dan signifikan dari yang lainnya. Agar e-mail marketing kita menjadi lebih menonjol atau signifikan dari e-mail marketing yang dikirimkan oleh para kompetitor, kita perlu membuat desain yang disukai oleh para generasi milenial. Misalnya, poster penawaran produk yang kita lampirkan di dalam e-mail marketing harus disesuaikan dengan pilihan anak-anak muda. Mulai dari pemilihan warna, bentuk dan tulisan yang ada di dalamnya. Semuanya harus dibuat sangat menarik, sehingga mereka ingin mengetahui penawaran kita lebih lanjut. Selain itu, kata-kata yang dicantumkan juga harus up to date atau kekinian. Kita bisa mencantumkan kata-kata gaul atau slogan lucu yang membuat mereka tertawa dan tertarik dengan produk kita. Meskipun begitu, kita juga perlu memastikan bahwa pesan yang kita buat tetap terlihat profesional, sehingga kualitas dan kepercayaan yang melekat pada produk dan layanan jasa kita tetap terjaga. 

4. Kirim pada Waktu yang Tepat. 
Mengirim e-mail pada waktu yang tepat juga akan membuat sang penerima membaca e-mail pada waktu yang tepat. Penerimaan e-mail pada waktu yang tepat juga akan berpengaruh pada suasana hati mereka ketika membaca penawaran produk atau layanan jasa dari kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memerhatikan waktu pengiriman e-mail marketing. 
 
Mengirim e-mail marketing kepada generasi milenial juga akan ampuh jika dikirim pada siang hari dan malam hari. Pada siang hari, generasi milenial sangat rajin untuk mengecek media sosial dan kotak masuk e-mail mereka. Selain itu, malam hari juga waktu yang sangat tepat dan paling disukai oleh mereka untuk membaca e-mail dan penawaran-penawaran produk di media sosial lainnya. 
 
5. Cobalah untuk Menindaklanjuti atau Follow up. 
Setelah mencoba mengirimkan beberapa e-mail marketing, kita perlu melakukan follow up atau menindaklanjuti e-mail marketing yang sudah kita kirimkan sebelumnya kepada calon pelanggan. Dalam hal ini, kita juga perlu menentukan frekuensi yang akan kita terapkan ketika melakukan follow up. Apakah kita akan mengirim email follow up selama dua kali sehari? atau seminggu sekali? Semuanya harus dipikirkan secara matang. 
 
Setelah membaca artikel di atas, apakah rekan-rekan pembaca sudah siap untuk menerapkan strategi pemasaran Anda kepada generasi milenial? Kami harap rekan-rekan pembaca semakin percaya diri untuk melakukannya. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
8 Perbedaan antara Generasi Milenial dan Generasi Z

8 Perbedaan antara Generasi Milenial dan Generasi Z

10 Strategi untuk Pencarian Kerja yang Sukses

10 Strategi untuk Pencarian Kerja yang Sukses

4 Cara Menjadi Inspirasi bagi Orang Lain untuk Bekerja Lebih.

4 Cara Menjadi Inspirasi bagi Orang Lain untuk Bekerja Lebih.

20 Ide Bisnis bagi Orangtua yang Bekerja di Rumah

20 Ide Bisnis bagi Orangtua yang Bekerja di Rumah

Bagaimana Cara Memaksimalkan Fungsi Public Relation?

Bagaimana Cara Memaksimalkan Fungsi Public Relation?

5 Gambaran Kreativitas dalam Dunia Marketing di Era Modern

5 Gambaran Kreativitas dalam Dunia Marketing di Era Modern

Bagaimana Artificial Intelligence dapat Membantu Perusahaan Media?

Bagaimana Artificial Intelligence dapat Membantu Perusahaan Media?

Mengapa Artificial Intelligence Penting untuk Layanan Pelanggan?

Mengapa Artificial Intelligence Penting untuk Layanan Pelanggan?

Bagaimana Cara Memiliki Mimpi Besar ala Steve Jobs?

Bagaimana Cara Memiliki Mimpi Besar ala Steve Jobs?

Bagaimana Cara Berpikir seperti Seorang Inovator?

Bagaimana Cara Berpikir seperti Seorang Inovator?

4 Cara Menanamkan Jiwa Kewirausahaan ke Dalam Budaya Perusahaan

4 Cara Menanamkan Jiwa Kewirausahaan ke Dalam Budaya Perusahaan

Pentingnya Reminder atau Pengingat Jadwal dan Menjadikannya Bermanfaat

Pentingnya Reminder atau Pengingat Jadwal dan Menjadikannya Bermanfaat

7 Cara Mempromosikan Bisnis Online secara Gratis

7 Cara Mempromosikan Bisnis Online secara Gratis

10 Cara Emotional Intelligence Membantu Menghadapi Ketidakpastian

10 Cara Emotional Intelligence Membantu Menghadapi Ketidakpastian

Bagaimana Cara Efektif Menjadi Pengusaha Modern?

Bagaimana Cara Efektif Menjadi Pengusaha Modern?

5 Pertanyaan yang Mendorong Semangat Kerja Karyawan

5 Pertanyaan yang Mendorong Semangat Kerja Karyawan

Perlunya Pesan yang Jelas dalam Menetapkan Arah

Perlunya Pesan yang Jelas dalam Menetapkan Arah

5 Cara Efektif Mengajak Generasi Millennial Bekerja di Perusahaan Anda

5 Cara Efektif Mengajak Generasi Millennial Bekerja di Perusahaan Anda

8 Aturan Dasar yang penting diterapkan di dalam Rapat Kerja

8 Aturan Dasar yang penting diterapkan di dalam Rapat Kerja

Pengertian Pengembangan Diri dan 6 Manfaat Pengembangan Diri

Pengertian Pengembangan Diri dan 6 Manfaat Pengembangan Diri

4 Aktivitas Fisik yang Bisa Dilakukan di Luar Jam Kantor

4 Aktivitas Fisik yang Bisa Dilakukan di Luar Jam Kantor

Mengenal Para Milenial di Dunia Kerja Lebih Dalam

Mengenal Para Milenial di Dunia Kerja Lebih Dalam

10 Kiat Memilih Foto Profil LinkedIn yang Tepat

10 Kiat Memilih Foto Profil LinkedIn yang Tepat

Peran dan Tanggung Jawab Pemimpin Rapat

Peran dan Tanggung Jawab Pemimpin Rapat

4 Alasan Menyelenggarakan Acara Kantor Sangat Penting

4 Alasan Menyelenggarakan Acara Kantor Sangat Penting

Manfaat Kompetisi Kerja pada Otak, Motivasi & Produktivitas

Manfaat Kompetisi Kerja pada Otak, Motivasi & Produktivitas

6 Cara Hebat Mendorong Kerja Sama Tim

6 Cara Hebat Mendorong Kerja Sama Tim

15 Cara Mendorong Ide Kreatif dan Inovatif dalam Tim Kerja

15 Cara Mendorong Ide Kreatif dan Inovatif dalam Tim Kerja

4 Cara Membangun Program Pengembangan Kepemimpinan

4 Cara Membangun Program Pengembangan Kepemimpinan

4 Manfaat Meningkatkan Goal Perusahaan

4 Manfaat Meningkatkan Goal Perusahaan