Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Sikap Profesional Executive Presence Di Dalam Setiap Rapat

Sikap Profesional Executive Presence Di Dalam Setiap Rapat


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 01, 2019

 
Sebelumnya, apakah rekan-rekan Career Advice pernah mendengar nama Sheryl Sandberg atau Virgin Branson Richard? Mereka adalah dua orang hebat yang memiliki daya tarik yang sangat kuat dalam peranan bisnis mereka. Sheryl Sandberg adalah seorang Chief Operating Officer Facebook, sedangkan Virgin Branson Richard adalah seorang industrialis berkebangsaan Inggris, yang telah berhasil membangun kerajaan bisnisnya dengan nama Virgin Group. 
 
Kedua profesional tersebut dianggap memiliki sikap kehadiran eksekutif atau executive presence yang sangat kuat. Baik, sekarang mari kita membahas diri kita sendiri. Coba rekan-rekan Career Advice pikirkan kembali beberapa pertemuan yang rekan pembaca miliki baru-baru ini, saat seorang rekan kerja memiliki ‘daya tarik’ yang sangat luar biasa setiap mereka mengutarakan pendapat, mengkritik, dan mengikuti alur rapat dengan segala pertanyaan yang mereka berikan. Yap, mereka adalah orang-orang yang memiliki faktor “executive presence”. 
 
Di dalam dunia bisnis, tidak semua pemimpin bisa memiliki kehadiran eksekutif atau executive presence. Apabila seorang pemimpin tidak memilikinya, bukan berarti mereka adalah pemimpin yang buruk. Nyatanya, ada banyak pemimpin yang memiliki executive presence yang sangat bagus, namun realitanya mereka bukanlah seorang pemimpin yang baik. Disisi lain, ada banyak pemimpin yang baik dan bagus, namun mereka memiliki executive presence yang rendah. 
 
Tidak perlu khawatir jika kita memiliki executive presence yang tidak tinggi, karena ini merupakan sikap yang dapat dibangun. Beberapa orang berpendapat bahwa executive presence ini adalah sesuatu yang bisa didapatkan secara cepat, namun nyatanya beberapa pemimpin benar-benar membangunnya dengan upaya keras. 
 
Mereka yang dianggap mudah dalam memiliki executive presence adalah orang-orang yang memang terlihat menawan, luwes dalam berbicara dan sangat menarik. Jadi, orang-orang disekitarnya akan beranggapan bahwa mereka bisa mendapatkan sikap kehadiran eksekutif hanya dengan sekejap mata. Faktanya, beberapa pemimpin benar-benar berlatih keras untuk bisa memiliki executive presence. Kita semua pasti bisa memiliki executive presence, dan ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk kita pelajari dan miliki sebagai pemimpin eksekutif di sebuah perusahaan.  
 
Inilah mengapa executive presence merupakan suatu keterampilan yang sangat penting. Sikap ini membantu kita untuk menentukan “apakah saat ini kita sudah berada di C-Suite atau tidak?” Jadi, sebelum rekan-rekan Career Advice menuju ke rapat penting berikutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh rekan-rekan pembaca, yang kami rasa dapat membantu mengembangkan kehadiran eksekutif atau executive presence dari dalam diri kita. 

1. Melakukan persiapan yang matang sebelum datang ke rapat
Rekan-rekan Career Advice perlu memoles, mengisi dan mempersiapkan hal-hal penting sebelum memulai rapat penting. Seorang pemimpin eksekutif yang baik, tidak akan pernah membiarkan orang lain melihat mereka berkeringat. Itulah sebabnya mengapa mereka akan melakukan persiapan yang matang terlebih dahulu, sebelum mereka masuk ke dalam rapat penting. Sebagai contoh, mereka akan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, agar mereka tahu apa yang akan dibicarakan di dalam pertemuan nanti.
 
Hasilnya, mereka tidak akan terlihat bingung ketika berbicara di depan anggota rapat lainnya, mereka tidak akan terlihat linglung. Bahkan, saat semua anggota di dalam rapat merasa kebingungan, mereka hadir seperti rembulan yang menerangkan malam yang gelap gulita. 
 
Lalu, bagaimana jika kita memiliki beberapa rapat penting secara berurutan pada hari tersebut? Kondisi ini mengharuskan kita untuk berlari-lari dari satu pertemuan ke pertemuan lainnya. Nah, kiat pertama yang dapat kita lakukan adalah meluangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri. Coba untuk tarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan-lahan, merapikan baju kita, tersenyum dan kuatkan diri dengan kata-kata yang positif.  
 
Selain itu, kita juga perlu mengalokasikan sedikit waktu untuk mempersiapkan diri dengan memikirkan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang mungkin akan diberikan oleh bos, klien atau anggota rapat lainnya kepada kita. Dan, jangan lupa persiapkan respons terbaik dan matang yang dapat kita berikan. Ini juga menghindari kita dari sikap ketidaktahuan yang dapat memberikan kesan negatif dari anggota rapat lainnya. Bersikaplah dengan tenang, tenang dan tenang, ikuti rapat dengan upaya yang terbaik, sehingga kita bisa dilihat sebagai seorang pemimpin yang layak. 

2. Pikirkan Bahasa Tubuh Anda
Dalam setiap rapat penting yang kita hadiri, kita perlu memerhatikan bahasa tubuh seperti posisi tubuh kita selama rapat berlangsung. Coba deh lihat dan perhatikan sekeliling kita, bagaimana anggota rapat lainnya duduk. Apakah mereka duduk dengan postur yang penuh percaya diri atau malah membungkuk dan menutupi diri mereka karena merasa malu dan tidak percaya diri?  
 
Membungkuk, menutupi diri dan menunduk (tanpa memiliki kontak mata yang intens dengan anggota lainnya), ini adalah ciri-ciri pemimpin yang tidak percaya diri. Mungkin mereka belum memiliki persiapan yang matang, atau ada hal lainnya yang mengganggu mereka. 
 
Seorang pemimpin perlu memiliki Bahasa tubuh yang meyakinkan orang lain bahwa kita memang seorang pemimpin yang layak. Duduklah dengan bersandar sedikit, namun posisi condong ke depan, dan ambil ruang dengan meletakkan tangan kita di atas meja, bukan meringkuk di tubuh kita dan hindari duduk yang membungkuk. 
 
Selain itu, pastikan untuk mempertahankan kontak mata yang kuat dengan semua anggota rapat di dalam ruangan. Ini bukan hanya mengindikasikan bahwa kita adalah seorang yang ramah, namun juga menggambarkan kepercayaan diri yang penuh. 
 
3. Bicaralah
Agar mendapat perhatian dari anggota rapat lainnya, kita perlu berbicara. Namun, ini bukan berarti kita dapat berbicara seenaknya, tanpa nilai-nilai yang jelas. Berbicaralah dengan serius, jelas, tegas dan cukup keras sehingga anggota rapat lainnya dapat mendengar apa yang kita sampaikan.
 
Berbicara di dalam rapat memang membuat executive presence kita semakin terlihat, namun kita juga perlu selalu ingat, jangan sampai kita hanya asal-asalan dalam berbicara. Karena ini hanya membuat kita terlihat bodoh atau asbun (asal bunyi), padahal apa yang dibicarakan sangatlah tidak penting.
 
4. Buat Orang Lain Merasa Istimewa
Yap, seperti yang disampaikan oleh Maya Angelou “Orang-orang akan melupakan apa yang kita katakan, orang-orang akan melupakan apa yang kita lakukan, namun orang-orang tidak akan pernah melupakan bagaimana kita membuat mereka merasakan sesuatu yang spesial”.
 
Faktanya, salah satu cara terbaik untuk mencapai kehadiran eksekutif atau executive presence adalah dengan membuat semua orang di sekitar kita merasa bahwa mereka seperti satu-satunya orang di dalam ruangan itu. Maksudnya adalah kita benar-benar menjadi pendengar yang baik bagi mereka, tidak memotong pembicaraan, dan tidak menyela perkataan orang lain. 
 
Ketika orang lain berbicara dengan kita, pertahankan kontak mata kita dengan mereka, duduk condong ke arahnya, dan mengangguk pada apa yang mereka sampaikan. Kemudian, tanggapi dengan serius apa yang telah kita dengar, ajukan beberapa pertanyaan yang bagus untuk menunjukkan bahwa kita memperhatikan perkataan mereka. 
 
Pada executive presence, tindakan akan berbicara lebih keras daripada kata-kata. Dengan terus berlatih, berlatih dan berlatih, executive presence akan dapat kita miliki. Jadi, jangan patah semangat untuk rekan-rekan Career Advice yang belum memiliki tingkat executive presence yang tinggi, teruslah berlatih, dan kami yakin Anda akan mempesona di setiap rapat penting.
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis