×
STUDILMU Career Advice - Penyebab Gagalnya Onboarding Karyawan
Tips of Management

Penyebab Gagalnya Onboarding Karyawan

STUDILMU Users By STUDiLMU Editor

3. Penyajian materi yang kurang detail

Materi training yang disampaikan harus detail, bahkan informasi-informasi kecil seperti budaya, kebiasaan, ritme kerja, dan aktivitas ekstra perusahaan, karyawan baru harus mendapatkannya. Sebab, mengkomunikasikan segala hal terkait perusahaan dapat meminimalisir culture shock pada karyawan baru. Mereka akan lebih siap untuk menghadapi aktivitas harian di perusahaan serta mekanisme kerja yang cenderung berbeda dengan di perusahaan mereka sebelumnya. 

Materi pelatihan yang disampaikan harus detail. Bahkan informasi kecil seperti budaya, ritme kerja, aktivitas tambahan perusahaan, dll harus diberikan kepada karyawan baru. Dengan mengkomunikasikan seluruh topik di dalam perusahaan, Anda dapat meminimalisir culture shock pada karyawan baru. Anda akan lebih siap menghadapi aktivitas perusahaan sehari-hari dan proses kerja yang cenderung berbeda dengan perusahaan Anda sebelumnya.

 

4. Tidak Ada Kesan Pertama yang Baik

Kesan pertama penting di tempat kerja karena hari pertama bisa jadi menakutkan. Bayangkan harus bekerja di suatu tempat di mana semua orang saling mengenal. Jika seorang pegawai baru mempunyai komputer yang rusak, meja yang berantakan, atau peralatan kantor yang tidak dapat digunakan maka dapat menimbulkan kesan pertama yang buruk. Ketika karyawan baru datang, sumber daya manusia, manajemen, dan rekan kerja harus bersiap menyambut mereka dan memberikan kesan pertama yang baik. Kesan yang dibuat selama orientasi berdampak pada karyawan.

 

5. Tidak memastikan kesetaraan bagi seluruh karyawan

Tidak semua karyawan memiliki motivasi yang sama. Melalui onboarding, perusahaan dan karyawan baru saling mengenal. Perbedaan ini dapat dilihat sebagai perbedaan budaya antar generasi. Tentu saja, mengenali perbedaan-perbedaan ini dapat membantu menjembatani kesenjangan antar karyawan. Misalnya, karyawan berusia 40 tahun akan lebih tertarik membahas asuransi kesehatan dan dana pensiun. Sebaliknya, karyawan baru akan tertarik dengan pembicaraan tentang keseimbangan kehidupan kerja.

 

6. Pekerjaan Tidak Sesuai Deskripsi Saat Melamar

Pekerjaan berkembang seiring berjalannya waktu. Apapun pekerjaan Anda saat ini, mungkin tidak sama dengan pekerjaan Anda di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan uraian tugas secara transparan. Transparansi membantu meningkatkan transisi karier secara keseluruhan bagi karyawan. Setiap pegawai baru mempunyai keinginan untuk dapat bekerja sesuai dengan jabatan yang diberikan kepadanya. Kurangnya transparansi akan membuat karyawan baru merasa tertipu dengan iklan perusahaan Anda.

 

7. Tidak Memberikan Feedback

Ketika karyawan baru tidak menerima umpan balik, mereka merasa terisolasi dari rekan kerja dan menjadi tidak puas. Onboarding yang efektif memerlukan pemberian umpan balik yang berkelanjutan kepada karyawan baru. Ini mencakup kritik negatif serta pujian positif. Hal ini memungkinkan karyawan baru merasa terhubung dengan perusahaan tempat mereka bekerja.

Featured Career Advice